Mengapa Pohon Sepe atau Pohon Flamboyan di Kota Kupang NTT Disebut Pohon Api?

Kenapa Pohon Sepe alias Pohon FLamboyan di Kota Kupang NTT Disebut Pohon Api, Ini Jawabannya

Mengapa Pohon Sepe atau Pohon Flamboyan di Kota Kupang NTT Disebut Pohon Api?
poskupangwiki.com/novemy leo
Helena, salah seorang warga Kupang berfoto dengan latar belakang Pohon Sepe di Taman Nostalgia Kupang, Rabu (18/12/2019) 

POSKUPANGWIKI.COM - Pohon Flamboyan di Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) lebih dikenal dengan nama Pohon Sepe.

Pohon Sepe telah dibudidayakan di negara-negara tropis -termasuk Indonesia- sejak abad ke-19.

Sampai saat ini para ahli belum dapat menyimpulkan habitat asli tumbuhan ini hingga tahun 1930 saat ditemukan tumbuh liar di hutan-hutan Madagaskar.

Tumbuhan hias dan tanaman peneduh ini dibudidayakan di daerah tropis dan subtropis,  seperti  di kawasan Florida selatan di Amerika Serikat.

Di sebagian wilayah di Australia, tumbuhan ini dikategorikan sebagai tumbuhan invasif.

Pohon Flamboyan tumbuh di daerah yang memiliki dua musim, daunnya akan gugur pada saat musim kemarau, tetapi di daerah dengan empat musim flamboyan akan tetap hijau pada musim semi dan dingin. Tumbuhan ini juga sering disebut tumbuhan semi-evergreen, seperti dikutip dari situs, kew.org.

Pohon Sepe, Flamboyan di Tanah Timor yang selalu dirindukan anak Kupang di Perantauan, gambar diambil di wilayah Walikota Kupang, Kamis (19/12/2019)
Pohon Sepe, Flamboyan di Tanah Timor yang selalu dirindukan anak Kupang di Perantauan, gambar diambil di wilayah Walikota Kupang, Kamis (19/12/2019) (poskupangwiki.com/novemy leo)

Di Kota Kupang, Pohon Flamboyan tumbuh subur di sejumlah tempat.

Bahkan khusus di ruas Jalan Eltari Kupang, Pohon Sepe tumbuh berjejer.

Begitupun di lokasi Taman Nostalgia Kupang, pohon Sepe tumbuh indah di sekitar lokasi dimaksud.

Helena, salah seorang warga Kota Kupang mengatakan, Pohon Sepe memiliki nama Indonesia, Pohon Flamboyan

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved