Fantastik, Selembar Tenun Ikat NTT Bisa Capai Harga Ratusan Juta Rupiah, Ini Alasannya

Fantastik, Selembar Tenun Ikat NTT Bisa Capai Harga Ratusan Juta Rupiah, Ini Alasannya, yang Murah Ada

Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha

POSKUPANGWIKI.COM, KUPANG - Masyarakat di Negara Indonesia dikenal sebagai masyarakat yang penuh budaya dan kaya akan keberagaman. Salah satunya keberagaman yakni cara berpakaian dan bahan dasar pakaian.

Kita sebut saja, di masyarakat Jawa terdapat batik sedangkan di masyarakat Nusa Tenggara Timur ( NTT ) terdapat kain tenun.

Kain tenun di NTT dikenal dengan nama Tenun Ikat NTT. Motif dan warna Tenun Ikat NTT sangat beragam, baik corak, maupun warna.

Keberagaman corak dan warna ini sangat dipengaruhi oleh  suku, etnis, bahasa dan juga kondisi daerah masing-masing.

Karenanya dari 22 Kabupaten/kota di NTT, memiliki kain tenun ikat yang beragam dalam hal motif, warna dan ukuran.

Cara Mengenali Tenun Ikat asli NTT dengan Buatan Jepara, Langsung dari Pemilik Usaha

Tenun Ikat NTT dari Molo, Kabupaten TTS, NTT, koleksi Rumah Tenun Ikat NTT di Kupang
Tenun Ikat NTT dari Molo, Kabupaten TTS, NTT, koleksi Rumah Tenun Ikat NTT di Kupang (fb rumah tenun ikat NTT)

Adapun kabupaten/kota di NTT yakni Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Kabupaten TTS, Kabupaten TTU, Kabupaten Belu, Kabupaten Malaka, Kabupaten Rote, Kabupaten Sabu, Kabupaten Sumba Barat, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Tengah, Kabupaten Sumba Barat Daya, Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Lembata, Kabupaten Sikka, Kabupaten Ende, Kabupaten Ngada, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Manggarai Timur, Kabupaten Manggarai Barat, Kabupaten Manggarai.

Setiap daerah memiiliki keunikan khusus. Motif Tenun Ikat NTT bisa saja menampilkan legenda, mitos, flora, fauna dan warna masing- daerah. Bahkan ada kain tenun yang menggambarkan penghayatan akan karya Tuhan yang besar atau alam.

Kajari Kabupaten Kupang, Shirley Manutede Sulap Tenun Ikat NTT Jadi Busana Modifikasi Elegan

Owner Murah Tenun IKat NTT, Mery Mesah dan Owner SM Collection, Shirley Manutede, SH membenarkan harga kain tenun ikat NTT itu bisa mencapai angka ratusan juta.

Menurut Mery Mesah, selembar Kain Tenun NTT yang dijual di tempatnya ada yang seharga Rp 350.000 namun ada juga yang seharga jutaan rupiah.

"Kain Tenun Ikat NTT yang harganya paling mahal itu biasanya dari Sumba harganya bisa mencapai ratusan juta rupiah," kata Mery Mesah.

Sepe Artshop, Gerai Olahan Tenun Ikat NTT, Produk Kekinian dengan Kualitas Bersaing

Kenapa mahal? Selain karena proses menenunnya lama dan menggunakan bahan pewarna alam, biasanya kain tenun yang berharga mahal itu karena ada nilai historisnya.

Dan di setiap daerah atau kabuapten ada kain-kain tenun ikat yang punya nilai historis sehingga harganya mahal.

Hal senada disampaikan Shirley Manutede yang banyak mengkoleksi kain-kain Tenun Ikat NTT asal Sumba.

"Di tempat saja saya banyak sekali Tenun Ikat yang berasal dari Sumba. Motifnya bagus, warnanya juga bagus dan kualitasnya tentu saja juga bagus," kata Shirley Manutede kepada poskupangwiki.com belum lama ini.

Menurut Shirley, mahalnya kain tenun NTT itu salah satu faktornya dikarenakan proses pembuatannya yang lama.

Proses Pembuatan Tenun Ikat NTT

Langkah pertama yang dilakukan sebelum menenun ialah menyiapkan benang yang hendak dipakai. Kapas dipintal dengan alat tradisional, masyarakat tidak menggunakan benang konvensional yang ada di pasaran. Kapas diambil dari pohon kapas.

Hasil dari pemintalan biasanya tidak terlalu halus dan dan berakibat hasil yang tidak simetris pada corak tenun. Meski begitu hal itu yang menyebabkan keunikan tiap tenun sebab tidak ada tenun yang identik sama. Sesudah proses memintal selesai dilanjutkan dengan pencelupan benang pada pewarna.

Meski tidak semua proses pewarnaan dilakukan ketika masih dalam bentuk benang namun pada umumnya pewarnaan dilakukan sebelum proses menenun.

Pewarnaan dilakukan dengan menggunakan daun “Ru Dao” untuk mendapatkan warna nila dan akar pohon “Ka’bo” untuk mendapat warna merah, warna kuning didapat menggunakan kunyit dan daun “Menkude”.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
34 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved