Inilah Tujuan Serdadu Jepang Sembah Patung Shinto yang Ada di Tugu Jepang, Kota Kupang NTT

Serdadu Jepang Sembah Patung Shinto yang Ada di Tugu Jepang, di Kelurahan Penfui, Kota Kupang Provinsi NTT, Ini Tujuannya

Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha

POSKUPANGWIKI.COM, KUPANG - Salah satu cagar budaya yang dilindungi dan ada di wilayah Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah Situs Tugu Jepang.

Situs Tugu Jepang ini berada di Jalan Antonov RT. 17/RW. 18 Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Disaksikan Poskupangwiki.com, Rabu (8/1/2020), situs Tugu Jepang berbentuk persegi empat berundak-undak dengan 17 anak tangga.

Undakan pertama paling bawah terdapat lima tangga, undakan kedua ada tujuh tangga dan undakan ketiga ada enam tangga.

Pada undakan ketiga terdapat sebuah ruangan ukuran 1x1 meter dengan pintu menghadap arah utara.

Situs Tugu Jepang di Kupang NTT Sering Terkunci, Jupen Minta Pemerintah Lakukan Ini untuk Wisatawan

Situs Tugu Jepang yang ada di Jalan Antonov RT.17/RW.18 Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Situs Tugu Jepang yang ada di Jalan Antonov RT.17/RW.18 Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. (poskupangwiki.com/novemy leo)

Tugu bagian depan yang menghadap Selatan menampilkan dua marmer yang bertuliskan nama-nama tentara jepang yang jenazahnya dibakar di lokasi tersebut.

Sayangnya marmer itu sudah hilang dicuri orang yang tidak tahu keberadaannya sampai saat ini.

Anselmus Mabikafola, eks juru pemelihara (jupen) Situs Tugu Jepang, ditemui poskupangwiki.com beberapa waktu lalu mengungkapkan, Tugu Jepang dibangun tahun 1943, setahun setelah Jepang masuk Indonesia. Tugu itu dikerjakan oleh orang pribumi dengan pengawasan ketat Tentara Jepang.

Sebelum dibangun, di area lokasi Tugu Jepang itu dijadikan sebagai tempat pembakaran atau kremasi jenazah tentara Jepang yang tewas di medan perang.

Tugu Jepang ini dibangun Bulan April 1943, sebelum dibangun tugu jepang ini adalah tempat pembakaran tentara Jepang yang mati waktu menghadapi tetara sekutu dan Belanda di bumi Flobamora khususnya di tanah Timor ini," kata Anselmus Mabikafola.

Anselmus Mabikafola menjelaskan, di tugu Jepang bagian belakang ada satu ruangan berukuran sekitar 1 x 1 meter dengan tinggi dua meter.

Ruangan puncak situs Tugu Jepang yang berukuran 1x1 meter yang ada pada bangunan Situs Tugu Jepang merupakan tempat pemujaan.

Biasanya ada enam orang serdadu Jepang yang melakukan pemujaan di ruangan berukuran 1x1 meter itu. Apa tujuannya?

Patung Shinto di Situs Tugu Jepang di Kupang NTT, Dimanakah Keberadaannya Kini?

"Ruang itu dijaga enam serdadu Dai Nippon. Dua serdadu duduk menghadap ke timur, dua serdadu menghadap ke selatan dan dua serdadu menghadap ke barat. Setiap pagi pukul 06.00 Wita dan sore pukul 17.00 Wita, enam serdadu ini selalu menyembah Patung Shinto yang mereka bawa, Dewa mereka.

Tujuan mereka menyembah Patung Shinto ini agar bangunan tugu jepang tidak menjadi sasaran tembak dari pesawat pesawat Sekutu atau pesawat Belanda yang melintasi daerah tempat dimana situs Jepang ini dibangun. Terbukti karena ada bekas bom di sekitar lokasi, tapi tugu tidak kena bom," jelas Anselmus Mabikafola.

Selain itu, demikian Anselmus Mabikafola, keenam serdadu jepang ini memegang radio punya frekuensinya cukup tinggi. Dan keenam serdadu Jepang ini bisa berkomunikasi dengan tentara Jepang yang ada di pos-pos di seluruh Indonesia.

"Yang mengerjakan Tugu Jepang ini semua orang Indonesia, pribumi, asli Indonesia, orang timor khususnya yang ada di sekitar sini dan mereka itu diawasi oleh tentra Jepang waktu pengerjaannya. Dan setelah mereka bekerja, Tugu Jepang ini berdiri sempurna, para pekerja ini tak tahu keberadaanya mereka, entah mereka dibawa kemana tidak tahu," kata Anselmus Mabikafola.

Ya, Anselmus Mabikafola mengaku cerita ini didapatnya dari para pelaku sejarah, dari dinas pendidikan dan kebudayaan propinsi NTT dan kosultan Jenderal sendiri tuan Ishida dan dari orangtua Anselmus sendiri.

Menurut Anselmus Mabikalofa, dia mengetahui cerita cerita itu dari ayahnya, Filipus Mabikafola (alm), yang adalah pensiunan Tentara RI yang bekerja di Dinas Teknik Umum Angkatan Udara RI.

Filipus Mabikafola adalah saksi sejarah proses pembangunan Situs Tugu Jepang itu.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
50 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved