Pendiri Torajamelo, Dinny Jusuf, Mengaku Jadi Gila Saat Kunjungi 3 Daerah di Provinsi NTT

Pendiri Torajamelo, Dinny Jusuf, Mengaku Jadi Gila Saat Kunjungi 3 Daerah di Provinsi NTT

Pendiri Torajamelo, Dinny Jusuf, Mengaku Jadi Gila Saat Kunjungi 3 Daerah di Provinsi NTT

POSKUPANGWIKI.COM, KUPANG - Dinny Jusuf yang dijuluki Mother Wife Dreamer Torajamelo ini mengaku benar-benar 'gila', jatuh cinta dan terkesima melihat berbagai hasil karya tenun ikat NTT yang dibuat oleh sejumlah penenun perempuan.

Kepada POSKUPANGWIKI.COM, Rabu (22/1/2020) siang di Kantor Lembaga Perlindungan Anak (LPA) NTT, Dinny Jusuf menceritakan perjalanannya selama beberapa hari di 3 Kabupaten Kupang, Kefamenanu, SoE dan Kota Kupang.

Lebih lanjut Dinni Jusuf mengatakan, dia datang dari Jauh untuk melihat dari dekat bagaimana proses pembuatan tenun ikat NTT oleh para penenun di 3 daerah di NTT ini.

Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk maping alias survey dan hasilnya akan diupayakan untuk mempersiapkan pemasaran yang baik terhadap produk tenun ikat dimaksud ke wilayah lainnya di Indonesia hingga ke luar negeri.

Perusahaan dan Yayasan Torajamelo

Dinny Jusuf Pendiri Torajamelo yang sering dijuluki Mother Wife Dreamer saat di Kupang, NTT, Rabu (22/1/2020)
Dinny Jusuf Pendiri Torajamelo yang sering dijuluki Mother Wife Dreamer saat di Kupang, NTT, Rabu (22/1/2020) (poskupangwiki.com/novemy leo)

Dijelaskan olehnya, Torajamelo artinya Toraja yang indah, saya mendirikan Torajamelo tahun 2008 lalu, suami saya orang Toraja.

Tujuannya adalah untuk memutus rantai kemiskian dan terjadinya buruh migran perempuan keluar dari Indonesia. Caranya adalah dengan memakai tenun sebagai alat masuk atau titik masuknya.

"Kami sekarang sudah bekerja dengan sekitar 1.000 penenun di Sulawesi yakni di Mamasa dan Toraja. Dan di NTT kami sudah ke Larantuka, Flores Timur, Adonara dan Lembata. Sedangkan di wilayah Kupang, Kefamemanu (TTU) baru pertama kali," jelas Dinny Jusuf.

Dinny Jusuf mengaku sangat senang sekali diajak bermitra dengan Oxfam dan konsorsium Timor Adil Setara untuk menemui para penenun perempuan di Kota Kupang, Kabupaten Kpang, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) dan Kabuapten Timor Tengah Selatan (TTS).

"Perjalanan ini adalah perjalanan maping atau survey untuk melihat apa saja potensi dari teman-teman, mama mama penenun di daerah tersebut. Dan apa yang kita bisa lakukan untuk membantu memasarkan hasil karya mereka yang indah itu ke pasar nasional maupun internasional," kata Dinny Jusuf.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved