Moko, Alat Musik Tradisional yang Dipakai Sebagai Mas Kawin oleh Masyarakat Alor, Provinsi NTT

Moko, Alat Musik Tradisional yang Dipakai Sebagai Mas Kawin oleh Masyarakat Alor, Provinsi NTT

Moko, Alat Musik Tradisional yang Dipakai Sebagai Mas Kawin oleh Masyarakat Alor, Provinsi NTT
KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA
Ratusan moko tersimpan di rumah Elia Tapaha (54) di Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Moko-moko ini merupakan warisan nenek moyang yang menjadi koleksi pribadi Elia.(KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA) 

POSKUPANGWIKI.COM, KUPANG - Moko merupakan sebuah alat musik tradisional yang dipakai sebagai belias atau mas kawin oleh masyarakat di Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Moko merupakan drum dengan bagian atas dan bawah yang tertutup.

Ukuran moko yang bervariasi itu terbuat dari logam perunggu, tembaga atau kuningan.

Dilansir POSKUPANGWIKI.COM dari Wikipedia Indonesia, ternyata moko telah dipakai sejak ratusan tahun silam sebagai alat tukar (barter) dalam perdagangan.

Moko ini telah dibuat sejak  peradaban awal kuno dan ditemukan tersebar di China Selatan dan Asia Tenggara.

Selain itu, moko ini juga terdapat di Indonesia, khususnya di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) atau lebih spesifik di Kabupaten Alor.

Pada abad ke-17, moko digunakan sebagai alat musik tabuh, sebab bentuknya yang mirip kendhang.

Ratusan moko tersimpan di rumah Elia Tapaha (54) di Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Moko-moko ini merupakan warisan nenek moyang yang menjadi koleksi pribadi Elia.(KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA)
Ratusan moko tersimpan di rumah Elia Tapaha (54) di Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Moko-moko ini merupakan warisan nenek moyang yang menjadi koleksi pribadi Elia. (KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA) (KOMPAS/KORNELIS KEWA AMA)

Namun pada abad ke-19, moko lebih sering dipakai sebagai belis alias mas kawin oleh kalangan masyarakat Alor.

Secara fisik, bentuk moko seperti drum dengan tinggi 80-120 centimeter.

Bagian tengah moko bentuknya mengecil sedangkan diameter lubang pada sisi atas dan bawah sekitar 40-70 centimeter.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved