Pakai Media Sosial (Medsos) untuk Bawa Pesan Damai, Keberagaman, Toleransi Demi Narasi Keindonesiaan

Pakai Media Sosial alias Medsos untuk Bawa Pesan Damai, Keberagaman, Toleransi Demi Narasi Keindonesiaan

POSKUPANGWIKI.COM, KUPANG - Pakai Media Sosial alias Medsos untuk Bawa Pesan Damai, Keberagaman, Toleransi Demi Narasi Keindonesiaan.

Itu adalah ajakan dari Kordinator Komunitas Peacemaker Kupang (Kompak), Zarniel Woleka, SH kepada semua masyarakat Indonesia, khususnya NTT.

Zarniel Woleka mengatakan, medsos Indonesia menjadi pendorong ketegangan antaragama, televisi menjadi media penyebaran intoleransi, situs-situs web keagamaan didominasi oleh pandangan eksklusif dan intoleran.

Hoax dan ujaran kebencian dengan gampang tersebar melalui media social dan tradisional, intoleransi meningkat bersamaan dengan sikap konten internet yang negative.

Pada bagian lain, pendidikan keagamaan makin banyak mengandalkan internet.

"Banyak orang muda bahkan anak kecil melek teknologi digital, menggunakan media social untuk segala hal termasuk untuk mempelajari agama. Hal ini menyebabkan agama yang hanya dipelajari lewat internet, berujung pada absolutisme, yang berarti sikap menganggap keyakinannya sendiri adalah yang benar," kata Zarniel Woleka kepada POSKUPANGWIKI.COM, di sela-sela kegiatan Lokakarya Aktor dan Gagasan untuk Narasi keIndonesiaan dari NTT, Jumat (24/1/2020) siang, di Celebes Resto Kupang.

Menurut Zarniel Woleka, orang muda, tokoh masyarakat, bahkan tokoh agama menggunakan media social dan tradisional untuk menyebarkan informasi, pengetahuan dan paham yang dalam konteks saat ini dikuasai hal negative dan provokatif.

"Berdasarkan konteks itu, media social harus kembali diarahkan dan dimanfaatkan untuk menyempaikan pesan damai, pesan penghormatan pada keberagaman, bukan pesan radikal. Ruang media social harus diambil alih untuk menyampaikan pesan damai, dengan cara menciptakan dan menyebarkan konten yang mendukung pluralisme, toleransi, dan pesan-pesan perdamaian," jelas Zarniel Woleka.

Suasana diskusi saat Lokakarya Aktor dan Gagasan untuk Narasi ke-Indonesiaan dari NTT, Jumat (24/1/2020) siang, di Celebes Resto Kupang.
Suasana diskusi saat Lokakarya Aktor dan Gagasan untuk Narasi ke-Indonesiaan dari NTT, Jumat (24/1/2020) siang, di Celebes Resto Kupang. (poskupangwiki.com/novemy leo)

Dan Zarniel berharap lokakarya ini bisa memetakan aktor orang muda, lembaga komunitas muda dan juga bisa memetakan gagasan narasi dari NTT untuk menjadi Narasi ke Indonesia guna kampanye medos .

Zarniel juga berharap agar dari lokakarya ini muncul 1 hingga 5 aktor kunci atau influencer atau tokoh masyarakat atau tokoh agama agama dan 3 hingga 5 komunitas muda yang terpetakan untuk diajak mendukung kampanye narasi keindonesiaan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved