Pendeta Perempuan Asal NTT, Emmy Sahertian Ungkap Hoax Direkayasa untuk Tujuan Berbahaya Ini

Pendeta Perempuan Asal NTT, Emmy Sahertian Ungkap Hoax Direkayasa untuk Tujuan Berbahaya Ini

Pendeta Perempuan Asal NTT, Emmy Sahertian Ungkap Hoax Direkayasa untuk Tujuan Berbahaya Ini

POSKUPANGWIKI.COM - Menurut Pdt. Emmy Sahertian, 'Hoax' tidak muncul dengan sendirinya, melainkan dapat direkayasa untuk tujuan tertentu.

Pernyataan ini dikatakan Pdt Emmy Sahertian dalam Lokakarya Aktor dan Gagasan untuk Narasi keIndonesiaan dari NTT di Celebes Resto Kupang, Jumat (24/1/2020) siang.

Pendeta Emmy Sahertian membahas soal gagasan, wacana dan referensi perubahan narasi konteks NTT untuk advokasi dan kampanye tentang isu-isu keberagaman dan toleransi berbasis akar rumput. Lokakarya ini digagas oleh Komunitas Peacemaker Kupang (Kompak).

Pendeta Emmy Sahertian mengatakan, saat ini kita sedang masuk pada area yang disebut post truth atau paska kebenaran.

Lakukan Trik Ini Agar Bisa Pasarkan Tenun Ikat NTT ke Tingkat Nasional dan Dunia

3 Perubahan Ini Mampu Tingkatkan Kemandirian dan Ekonomi Perempuan Penenun di NTT

Pendiri Torajamelo, Dinny Jusuf, Mengaku Jadi Gila Saat Kunjungi 3 Daerah di Provinsi NTT

"Dan era itu sebenarnya sudah dimulai sejak zaman tahun 1965, ketika orang mulai merubah fakta objektif itu menjadi berita-berita dengan kampanye gelap. Dan bermain di emosi mereka yang mendengar dan yang membaca sehingga fakta-fakta yang objektif yang dirubah menjadi berita-berita  bohong itu kemudian dianggap sebuah kebenaran. Jadi Era post truth ini kemudian pada saat yang bersamaan itu masuk ilmu dan teknologi komunikasi dan informasi melalui media sosial (medsos)," jelas Pendeta Emmy Sahertian.

Peserta Lokakarya Aktor dan Gagasan untuk Narasi ke-Indonesiaan dari NTT, Jumat (24/1/2020) siang, di Celebes Resto Kupang.
Peserta Lokakarya Aktor dan Gagasan untuk Narasi ke-Indonesiaan dari NTT, Jumat (24/1/2020) siang, di Celebes Resto Kupang. (poskupangwiki.com/novemy leo)

Oleh karena itu, demikian Emmy Sahertian, mereka menyadari bagaimana dua kutub itu diolah agar memunculkan apa yang disebut framing terhadap opini-opini publik tentang apa yang disebut daratan nasionalisme.

Dan pihaknya menyadari bahwa di daratan nasionalisme itu sebetulnya harus menjadi titik pertemuan semua isu, baik di tingkat global, nasional maupun konteks.

"Misalnya di NTB, pada suatu saat GMIT berkelahi dengan Yehofa, pada suatu saat kami berkelahi dengan teman Katholik, sampai akhirnya baku lempar. Tahun 1998 tiba tiba kisru besar tentang isu SARA dimana sentimen Islam dan Kristen itu dimainkan sebetulnya," kata Emmy Sahertian.

Jaksa Berceceran, Inilah Cara Kajari Kabupaten Kupang Shirley Manutede Kumpulkan Mereka

Shirley Manutede, Kajari Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Sering Diburu Masyarakat Karena Hal Ini

Kajari Kabupaten Kupang, Shirley Manutede Sulap Tenun Ikat NTT Jadi Busana Modifikasi Elegan

Menurut Pendeta Emmy Sahertian, sebetulnya hal itu adalah virusnya era post truth, dimana orang mulai memanfaatkan isu isu objektif yang sudah malas diteliti oleh masyarakat karena mereka suka sesuatu yang cepat saji dan mereka bermain disitu untuk apa yang disebut Hoax.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved