'Budaya LISA' Milik Program Kotaku Klaim Bisa Bikin Provinsi NTT Jadi Kota Tanpa Kumuh

Program Kotaku Klaim Budaya LISA Bisa Bikin Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) Jadi Kota Tanpa Kumuh

POSKUPANGWIKI.COM - Team Leader Stely Loure Kos Paulus, ST optimis Program Kotaku atau Kota Tanpa Kumuh yang sudah mulai dikerjakan tahun 2015 lalu itu bisa menjadikan wilayah Provinsi NTT (Nusa Tengara Timur) menjadi kota tanpa kumuh.

Untuk bisa menunjang program Kotaku itu, pihaknya mengajak masyarakat NTT untuk mulai membudayakan LISA .

LISA adalah singkatan dari Lihat Sampah, Ambil dan Pindahkan ke Tempat Sampah.

"Jika budaya LISA ini bisa membudayakan, saya yakini tidak ada lagi sampah berserakan dan hal ini bisa mengurangi visual bahwa kesan kumuh di Kota Kupang dan kota lainnya di Kabupaten di NTT bisa berkurang dan akhirnya tak ada lagi sampah berserakan," kata Stely Loure Kos Paulus kepada POSKUPANGWIKI.COM, Sabtu (25/1/2020) siang.

Akses jalan setepak di RT 10 Kelurahan Oeba, Kota Kupang, yang diintervensi oleh Program Kotaku tahun 2019 lalu, gambar diambil Sabtu (25/1/2020)
Akses jalan setepak di RT 10 Kelurahan Oeba, Kota Kupang, yang diintervensi oleh Program Kotaku tahun 2019 lalu, gambar diambil Sabtu (25/1/2020) (poskupangwiki.com/novemy leo)

Menurut Stely Loure Kos Paulus, hingga kini Budaya LISA sudah diimplementasikan oleh masyarakat.

"Kita ihat beberapa waktu terakhir ini cukup terjadi perubahan di Kota Kupang, terlihat tidak ada lagi sampah berserakan di tengah jalan, Kepedulian masyarakat sudah baik," kata Stely Loure Kos Paulus.

Dan untuk bisa menunjang program Kotaku, ada budaya LISA  yang digalkan. LISA sigkatan dari Lihat Sampah, Ambil dan pindahkan ke tempat sampah.

Stely Loure Kos Paulus juga mengatakan, dia tidak lagi melihat ada orang yang membuang sampah.

"Kita bisa lihat di jalan orang biasa buang sampah dari mobil, kini hampir tidak ada lagi. Kini tertata dan rapi, bisa kita lihat perbedaan Kota Kupang beberapa tahun lalu dan saat ini.

Dengan adanya Program Kotaku, diharapkan bisa diinisasi oleh Pemerintah Daerah bukan saja karena ada pendampingan dari team leader Kotaku tapi pemda juga bisa mereplikasi program ini agar bisa terus berjalan.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved