Enggan Beri Lahan Untuk Kepentingan Umum, Inilah Strategi Program Kotaku Ajak Warga Lokal

Enggan Beri Lahan Untuk Kepentingan Umum, Warga Akan Diperlakuan Begini Oleh Program Kotaku

POSKUPANGWIKI.COM - Program Kotaku atau Kota Tanpa Kumuh adalah salah satu dari upaya direktorat Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat dalam upaya untuk penanganan permukiman umum di Indonesia.

Program Kotaku ini dilakukan guna mendukung gerakan  100 - 0 - 100, yakni 100 persen sanitasi rakyat tertangani, 0 haktar kawasan kumuh tertangani  dan 100 persen air bersih terlayani.

Namun dalam pelaksanaannya di lapangan, Program Kotaku sering mendapatkan hambatan dari masyarakat dimana masyarakat enggan berpartisipasi dan mendukung program dimaksud.

Jalan setapak di RT 10 Kelurahan Oeba yang diintervensi oleh Program Kotaku, Kota Tanpa Kumuh tahun 2019
Jalan setapak di RT 10 Kelurahan Oeba yang diintervensi oleh Program Kotaku, Kota Tanpa Kumuh tahun 2019 (poskupangwiki.com/novemy leo)

Safe Guard Program Kotaku, Melki Matatitu alias Metu mengungkapkan ketika hendak mengeksekusi Program Kotaku di suatu wilayah, mereka akan mengidentifikasi siapa saja yang terdampak dari rencana kegiatan yang akan dilakukan untuk penanganan kumuh itu.

Dan dalam tahap identifikasi, mereka melibatkan semua pihak mulai dari kelurahan, RT, RW hingga tokoh kunci di wilayah dimaksud.

"Ketika sudah mendapat informasi terkait lahan terdampak, kita juga perlu lakukan pendekatan dengan masyarakat bersama tokoh tokoh di wilayah tersebut. Biasanya pada awalnya ketika masyarakat terdampak belum memahami pekerjaan itu memang cukup ribet kita menghadapi mereka," kata Metu.

Tapi mereka akan terus melakuan pendekatan dan koordinasi bersama tokoh kunci dan pada akhirnya masyarakat terdampak bisa memahami maksud dan tujuan dari kegiatan itu.

Apakah lahan yang terkena dampak program kotaku itu mendapatkan gnti rugi atau konpensasi dari Program Kotaku? Metu mengatakan, tidak ada pembiayaan untuk pembebasan lahan dimaksud.

"Kalau di Program Kotaku itu tidak ada pembiayaan untuk pembebasan lahan. Selama ini pendekatan kita ya hibah saja, jika ada masalah kita hanya akan berusaha untuk terus berkordinasi dan melakuakn pendekatan dan selama ini tidak sampai ke proses hukum," aku Metu.

Harapan ke depan, demikian Metu, masyarakat bisa aktif terlibat dalam mewujudkan Kotaku, Kota Tanpa Kumuh.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved