Program Kotaku Bikin Strategi Wujudkan Kota Kupang Menuju Water Front City

Kota Kupang Menuju Water Front City, Program Kotaku atau Kota Tanpa Kupang, Punya Strategi Untuk Mewujudkannya

POSKUPANGWIKI.COM, KUPANG - Urban Planer Kotaku, Melki Dami ditemui POSKUPANGWIKI.COM di ruang kerjanya, Sabtu (25/1/2020) siang menjelaskan upaya Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) bisa mendukung Kota Kupang menuju Water Front City.

Melki Dami mengatakan, sedikitnya ada 7 indikator yang bisa dipakai untk mewujudkan Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketujuh indikator dimaksud diantaranya yakni meningkatkan akses jalan, air minum, drainase, air limbah, persampahan dan ruang terbuka hijau.

Ketujuh indikator itu bisa dilakukan tentunya mesti mempertimbangkan fakta yang ada di lapangan atau wilayah sasaran.

Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Nusa Tenggara Timur

Theresia, warga RT 10 Kelurahan Oeba, Kota Kupang yang tinggal di rumahnya yang dinilai tak layak huni, Sabtu (25/1/2020)
Theresia, warga RT 10 Kelurahan Oeba, Kota Kupang yang tinggal di rumahnya yang dinilai tak layak huni, Sabtu (25/1/2020) (poskupangwiki.com/novemy leo)

Dicintohkannya, untuk di wilayah Kelurahan Oesapa, Kota Kupang ada 2 kegiatan yang dilakukan yakni kegiatan berskala lingkungan dan kegiatan berskala wawasan.

Kegiatan ini dilakukan di wilayah RT 2 RW 7 Kelurahan Oesapa Barat dan di RT 27 dekat pasar.

"Sasarannya yakni menangani jalan, drainase dan air minum.

Sedangkan di Kelurahana Oesapa Induk dtangani jalan, air minum, drainase, persampahana dan air limbah.

Meki Dami mengatakan,dalam perencanaan itu pihaknya mesti melakukan survey sehingga memiliki data base line, kemudian mereka merencanakan kegiatan yang akan dilakukan.

Saat mengajukan kegiatan itu, pihaknya mesti membuat gambar before (sebelumnya) dan after (setelahnya). Hal ini dilakukan agar bisa diketahui seperti apa kegiatan itu jika sudah selesai dilakukan.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved