Kisah Hidup 8 Gubernur NTT sejak 1960 hingga 2020, dari Pemulung, Pedagang, Tentara Hingga Dokter

Kisah hidup 8 Gubernur NTT sejak 1960 hingga 2020, dari Pemulung, Penjual Makanan, Tentara Hingga Dokter

net
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH dan Wakil Guebnur NTT, Yoseph Naesoi 

5. GUBERNUR DR. HENDRIK FERNANDEZ (1988 -1993)

Gubernur NTT keempat, Hendrik Fernandez (net)
Gubernur NTT keempat, Hendrik Fernandez (net) (net)

Dalam masa kepemimpinannya, dr. Henrik memiliki Wakil Gubernur yakni Godlief Boeky (1988-1991)  dan S.H.M. Lerrick (1991–1993)

Gubernur NTT keempat ini, Lahir di Weetebula, Sumba Barat Daya, tanggal  7 November 1932 dan Meninggal duniadi RSU Kupang akibat serangan stroke yang diderita selama 4 tahun terakhir,   6 September 2014 (umur 81)

Beristrikan Maria Sapora Ola Boleng, S.H dan anak Andreas Fernandez , Fransisca Fernandez dan Ir. Michael Fernandez

Semasa menjabat sebagai gubernur, Dokter Endi, demikian ia biasa disapa, dikenal sebagai sosok yang suka menolong dan rendah hati. Bahkan sesaat sebelum ia meninggal, ia menitip pesan pada anak cucunya agar tetap hidup sederhana dan banyak berdoa.

Selama lima tahun memimpin NTT, Fernandez menelorkan Gerakan Meningkatkan Pendapatan Asli Rakyat (Gempar) sebagai salah satu program pembangunan di daerahnya. Salah satu programnya yaitu menanam sejuta anakan jambu mete.

Riwayat Pendidikan : SD di Sumba Barat Daya, Schakel School (SS) di Ndao, Ende, Flores; SR di Ende (1945); ALS Makassar (1948); Middelbare School (MS) di Makassar; SMA di Makassar (1953); Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya (1963)

Karier : Anggota Komisi VIII DPR/MPR RI (1971-1977); Direktur RSUD Prof Dr WZ Johannes Kupang (1978-1979); Kakanwil Departemen Kesehatan NTT (1979-1987); Ketua DPRD NTT (1987-1988) dan Gubernur NTT (1988-1993).

6. GUBERNUR HERMAN MUSAKABE (1993 - 1998)

Gubernur NTT Kelima, Herman Musakabe
Gubernur NTT Kelima, Herman Musakabe (net)

Dalam kepemimpinannya, Gubernur kelima, Herman Musakabe didampingi wakil gubernur yakni S. H. M. Lerick (1991–1996) dan Piet Alexander Tallo (1996–1998)

Pada tanggal 4 Oktober 2011 Mayjen TNI Herman Musakabe menggelar malam kenangan dan bernostalgia bersama teman-teman dan kerabat serta mantan pejabat di aula Restoran Teluk Kupang, Selasa (4/10/2011) malam.

bersama istri Agnes Musakabe menggelar malam kenangan di Restoran Teluk Kupang, NTT, Selasa (4/10/2011).

Pada acara ini, Musakabe membagikan buku yang ditulisnya sendiri sebagai kenang-kenangan.

Hadir di antaranya, mantan Ketua Golkar NTT, JN Manafe, mantan Bupati TTS, Piet Sabuna, Pendeta Daniel Noman, S.Th, Ny Corry Medah, Ny Mien Isu, pimpinan Harian Pos Kupang, Damian Godho. Hadir juga  mantan sopirnya, Mundus dan Nur tukang cukur saat Musakabe menjabat gubernur.

Acara berlangsung penuh kekeluargaan dan persahabatan serta penuh kenangan.

Pada kesempatan ini, Musakabe mengatakan, dirinya tertarik pada cerita tentang Presiden Amerika Serikat, Barakh Obama jika berbicara tentang masalah kepemimpinan.

Bagaimana Obama bersaing dengan Hilary Clinton dalam pencalonan Presiden AS dan kemudian memilih Hilary Clinton mendampinginya menjadi menteri luar negeri dalam masa pemerintahan Obama.

"Kita mestinya tiru apa yang dilakukan Obama. Di Indonesia termasuk di NTT, malah yang ada saling fitnah. Pemimpin yang baik dibenci. Karena Pemilukada, saudara pun dibenci. Hargailah senior-senior kita,” kata Musakabe.

Khusus tentang profesi wartawan, Musakabe dengan tegas mengingatkan agar jangan meremehkan wartawan. Hal ini karena semasa kepemimpinannya dan hingga saat ini Musakabe merasakan pentingnya peran wartawan dalam kehidupan dan pembangunan.

Sementara cerita yang juga memberi kenangan tersendiri, kata Musakabe, adalah cerita tentang nikah massal. Ternyata, nikah masal pertama terjadi di zaman kepemiminan Gubernur NTT, Mayjen TNI Herman Musakabe.

Nikah masal paling banyak saat itu adalah di Kabupaten TTS dengan jumlah pasangan suami-istri mencapai 5000-an pasang.

Mantan Gubernur NTT, Herman Musakabe dan pejabat lainnya pose bersama saat menerima penghargaan di Kantor PDAM Kabupaten Kupang, Rabu (24/9/2014). (POS KUPANG/DION KOTA)
“Kadang-kadang saya diejek sama teman-teman gubernur kalau ada pertemuan para gubernur. Kata mereka, masa gubernur urus nikah masal? Tapi kemudian nikah masal itu diikuti di propinsi-propinsi lain,” kata Musakabe.

Bagi Musakabe dan istri, berbuat baik kepada orang lain itu penting dan ia sangat merasakan manfaatnya. Karena ia pernah merasakan, pada saat-saat tertentu ia mendapat bantuan atau kebaikan dari orang lain. “Tuhan memang membalas setiap kebaikan yang diperbuat pada saatnya,” kata Musakabe.

7. GUBERNUR PIET ALEXANDER TALLO (1998-2003 & 2003-2008)

Gubernur NTT keenam, Piet A Tallo
Gubernur NTT keenam, Piet A Tallo (net)

Selama memimpin NTT, Gubernur Piet A Tallo didampingi Wakil Gubernur  Johanes Pake Pani (1998-2003) dan  frans lebu Raya (2002-2008).

Piet Alexander Tallo, SH lahir di Tepas, Timor Tengah Selatan, 27 April 1942 – meninggal di Jakarta, 25 April 2009 pada umur 66 tahun.

Gubernur NTT keenam, Piet Tallo adalah seorang politikus Indonesia. Lulusan Sarjana Hukum Universitas Gadjah Mada pada tahun 1970, ia adalah Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) periode 1998-2008. Masa jabatan keduanya dimulai pada 19 Juli 2003 dan berakhir 16 Juli 2008.

Karena sakit keras sejak 2007, tugas gubernur kadang ia serahkan kepada wakilnya, Frans Lebu Raya, yang lalu terpilih sebagai gubernur lewat pilkada pada tahun 2008. Tallo juga menjabat sebagai Bupati Timor Tengah Selatan selama dua periode (1983-1988, 1988-1993).

Piet A Tallo, SH (net)
Tallo pernah diduga terlibat dalam kasus korupsi dana sarana kesehatan sebesar Rp.14,9 miliar. Pada Juli 2003, Kepolisian NTT sempat melayangkan surat permohonan izin pemeriksaan terhadapnya namun tidak ada kelajutannya sebab materi surat tersebut tidak jelas. Pada Januari 2006, Kepolisian NTT kembali melayangkan surat izin kepada Presiden agar Tallo dapat diperiksa pada 13-14 Januari 2006.

Ia meninggal dunia di RSPAD Gatot Subroto di Jakarta pada 25 April 2009 akibat penyakit asma dan saluran pernapasan akut yang dideritanya sejak lama.

8. GUBERNUR FRANS LEBU RAYA (2008 - 2013 & 2013 - 2018)

Gubernur NTT ketujuh, Frans Lebu Raya
Gubernur NTT ketujuh, Frans Lebu Raya (net)

Dalam kepemimpinannya selama 2 periode, Gubernur NTT ketujuh ini didampingi Wakil Gubenur  Esthon L Foenay (2008- 2013) dan Benny Alexander Litelnoni (2013-2018).

Frans Lebu Raya lahir di Watoone, Flores Timur  tanggal 18 Mei 1960 (umur 58) berasal dari partai PDI-P. istrinya adalag Lusia Adinda dengan dua anak. lulusan Undana Kupang.

Gubernur NTT, Drs. Frans Lebu Raya (POS-KUPANG.COM/DOK)
Saat menjadi gubernur NTT, Frans Lebu Raya banyak melakukan gebrakan yang Pro Rakyat, dengan Spirit "Anggur Merah" (Anggaran Untuk Rakyat Menuju Sejahtera) Frans Lebu Raya meningkatkan perekonomian NTT.

9. PENJABAT GUBERNUR ROBET SIMBOLON (17 juli 2018 - 5 september 2018)

Penjabat Gubernur NTT, Robert Simbolon (net)
Robert Simbolon hanya beberapa bulan menjabat sebagai penjabat Gubernur NTT, untuk mempersiapkan pemilihan dan pelantikan Gubernur NTT yang baru. 

9. GUBERNUR VIKTOR BUNGTILU LAISKODAT (5 September 2018)

Gubernur NTT kedelapan, Viktor Bungtilu Laiskodat
Gubernur NTT kedelapan, Viktor Bungtilu Laiskodat (net)

Viktor Bungtilu Laiskodat atau yang dikenal dengan panggilan Viktor Laiskodat saat ini telah resmi menjadi Gubernur Nusa Tenggara Timur berdampingan dengan Josef Nae Soi sebagai Wagub tanggal 5 September 2018.

Viktor Laiskodat merupakan Anak bungsu dari 6 bersaudara lahir di Oenesu-Kupang, 17 Februari 1965 dari pasangan Lazarus Laiskodat (Alm) dan Orpha Laiskodat Kase (84). Viktor kecil beranjak remaja dalam asuhan keluarga sederhana.

Sebagai anak ke 6 dia sempat mengenyam studi di SD Batakte Kupang, SMPN 1 Kupang, dan tamat SMA PGRI Kupang tahun 1985.

Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) bersama Wakil Gubernur Josef Nae Soi (kanan) melakukan salam komando seusai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)
Viktor Laiskodat menikah dengan seorang gadis berparas cantik, tinggi semampai lulusan Business University If Texas Arlington, USA Amerika, Julie Sutrisno.

Viktor dan Julie dikaruniai 3 (tiga) orang putera, Leonard Lazaro Laiskodat, Vito Valentino Laiskodat dan Franco Kudang Laiskodat.

Singkatan nama ketiga anaknya dijadikan nama butik Tenun NTT “LeViCo” yang dikelola istrinya di Jakarta.

Viktor pernah jadi pemulung hingga security. Kerasnya ibu kota yang lebih kejam dari ibu tiri turut menempah dirinya. Viktor pernah bekerja sebagai pemulung mendorong gerobak sampah dan security di sejumlah tempat di ibu kota.

Aktif di Kegiatan Sosial. Viktor bersama istri aktif dalam kegiatan sosial melalui Yayasan Victory yang didirikannya pada tahun 2004 dan LeViCo.

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH dan Wakil Guebnur NTT, Yoseph Naesoi
Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, SH dan Wakil Guebnur NTT, Yoseph Naesoi (net)

Melakukan pengobatan gratis kepada masyarakat, berbagi kasih dengan anak panti asuhan.

Pembinaan dan pengembangan serta promosi tenun NTT dan gerakan literasi melalui taman baca LeViCo.

Viktor muda memilih merantau ke Jakarta tahun 1992, hanya bermodalkan uang 50.000 rupiah.

Ia juga meminjam sepatu dari seorang sahabatnya dia naik kapal hewan dari pelabuhan Tenau Kupang, mengarungi laut Sawu menuju tanah Jawa.

 3.000 Titik Wilayah Kota Kupang Sudah Dipasang Lampu Penerangan Jalan Umum

Viktor Laiskodat juga memiliki sebuah jet pribadi yang ia gunakan sebagai alat transportasi.

Ia juga bahkan menggunakan jet pribadinya untuk kembali ke NTT setelah dilantik Jokowi di Istana.

Viktor pernah menjadi anggota DPR RI dari Partai Golkar 2004-2009 dan juga anggota DPR RI dari Partai NasDem 2014-2019.

Ia lolos ke Senayan setelah mengumpulkan 77.555 suara dari dapil NTT II yang meliputi 10 kabupaten: Belu, Kupang, Rote Ndao, Sabu Raijua, Sumba Barat, Sumba Barat Daya, Sumba Tengah, Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, dan Kupang.

Kalau Sudah Ada Fakta-Fakta Ini, Artinya Kalian Berjodoh Dan Pantas Menikah 

Namun karena pencalonannya sebagai Gubernur NTT ia mengundurkan diri.

Viktor Laiskodat bukan hanya piawai di bidang politik tetapi juga punya segudang pengalaman organisasi.

Ia bahkan menjadi Wakil Ketua Penasihat Himpunan Advokat Indonesia, Ketua Forum Pemuda Kupang Jakarta, Pendiri Yayasan Peduli Kasih, dan juga Pendiri Pesona Boxing Camp.

Viktor juga bergabung bersama para inisiator Ormas Nasional Demokrat yang membangun Partai NasDem dengan mengusung Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia.

(POS-KUPANGWIKI.COM/NovemyLeo)

Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved