Beginikah Sikap Polisi di NTT Terhadap Perempuan & Anak Korban Tindak Kekerasan

Beginikah Sikap Polisi di NTT Terhadap Perempuan & Anak Korban Tindak Kekerasan

POSKUPANGWIKI.COM - Sejumlah Polisi dan Aparat Penegak Hukum atau APH di NTT ternyata belum responsif saat menangani perempuan dan anak yang menjadi korban kasus kekerasan di NTT.

Hal ini diungkapkan oleh Ester Day, SH dan Puput Joan Riwu Kaho, SH,MH, dua pengacara LBH APIK NTT (Lembaga Bantuan Hukum Asosial Perrempuan ndonesia untuk Keadilan ) kepada POSKUPANGWIKI.COM, beberapa waktu lalu.

Keduanya dikonfirmasi soal tantangan yang dihadapi mereaka sata menaganai kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak selama ini.

Ester Day mengatakan, kendala terbesar adalah dalam proses persidangan yakni pada saat mediasi itu biasa disulitkan dengan ketersediaan barang bukti.

Ester Day, SH, pengacara LBH APIK NTT
Ester Day, SH, pengacara LBH APIK NTT (poskupangwiki.com/novemy leo)

"Misalnya adalah bukti yang tidak lengkap ataupun dari para pihak atau korban yang kurang memahami prosedur," kata Ester Day.

Prosedur seperti apa, Ester mengatakan, seringkali korban yang datang ke LBH APIK NTT untuk minta pendampingan namun ternyata mereka juga masih didampingi pihak lain.

Dan akhirnya korban tidak bisa ditangani karena korban tidak bisa memutuskan akan ditangani oleh pihak yang mana.

"Seringkali korban sudah datang ke kita tapi merea juga masih berkonsultasi dengan pihak, akhirnya sendiri bingung aaat mengambil keputuasan," kata Ester.

Puput Joan Riwukaho mengatakan,  kendala yang dihadapi bisa bersifat internal maupun eksternal.  Kendala internal, demikian Puput Joan Riwukaho, yakni jumlah kasus yang besar sedangkan pengacara di LBH APIK hanya 2 orang yakni dia dan Ester Day. 

"Kondisi ini cukup membuat saja dengan ibu Ester kerepotan. Bayangkan saja seperti tahun 2019 lalu, dari 44 kasus yang ada, hanya ditangani oleh 2 pengacara," kata Puput Joan Riwukaho.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved