Cara Unik LBH APIK NTT Tangani Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak Meski Dana Terbatas

Cara Unik LBH APIK NTT Tangani Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak Meski Dana Terbatas

POSKUPANGWIKI.COM - Sejak tahun 2011 hingga tahun 2020, LBH APIK NTT telah menangani sekitar 500-an kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur ( NTT ).

Dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak itu, LBH APIK NTT mengalami keterbatasan dana. Akhirnya LBH APIK NTT membuat strategi 'subsidi silang' dalam menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang masuk ke LBH APIK NTT.

Apa maksud 'strategi silang' LBH APIK NTT itu? Iin Karole menjelaskannya.

Diretris LBH APIK NTT, Ansy D Rihi Dara, SH melalui Kordinator Devisi Administrasi dan Keuangan, Florina Lito Kelore, SE menjelaskannya, pihaknya kesulitan memploting anggaran untuk penanganan kasus  kekertasan terhadap perempuan dan anak karena jumlah kasus banyak namun anggaran yang tersedia sedikit.

"Kalau dari budget anggaran yang kita punya biasanyan kurang karena ada banyak kasus yang datang. Sedangkan busget yang kami dapat dari beberapa donasi tidak cukup untuk menangani semua kasus yang datang," kata Iin kepada POSKUPANGWIKI.COM.

Untuk bisa mencukupi kebutuhan penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT, kata Florina Lito Kelore, LBH APIK NTT menggunakan strategi "subsidi silang'.

"LBH APIK NTT melakukan 'subsidi silang' artinya bagi yang mampu kita berikan sedikit bayarannya, dan yang tidak mampu kita gratiskan jika dia ada surat keterangan tidak mampu," kata Florina Lito Kelore.

Kordinator Devisi Administrasi dan Keuangan, Florina Lito Kelore, SE
Kordinator Devisi Administrasi dan Keuangan, Florina Lito Kelore, SE (poskupangwiki.com/novemy leo)

Menurut Florina Lito Kelore, dulu LBH APIK NTT pernah endapatkan dana BBPH tapi sekarang ini tidak dapat lagi. Karenanya Iin berharap Pemerintah bisa kembali mensuport dana BBPH ke LBH APIK NTT sebab LBH APIK NTT banyak menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT.

"Sarannya Pemerintah bisa memberikan dana BPHN ke lembaga yang benar-benar bekerja seperti LBH APIK NTT yang banyak menangank kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT," kata Florina Lito Kelore.

* Perlu Sinergitas 

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved