Perempuan NTT Beri Kritik & Saran ke Jokowi Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Perempuan & Anak

Perempuan Asal NTT Beri Kritik & Saran ke Jokowi Dalam Penanganan Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan & Anak

POSKUPANGWIKI.COM, KUPANG - Penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT belum maksimal dilakukan oleh semua pihak, baik pemerintah, aparat penegak hukum atau APH, termasuk lembaga bantuan hukum.

Bahkan Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan atau LBH APIK NTT juga mengaku belum bisa menangani kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT itu dengan maksimal karena berbagai kendala.

Kendala yang dialami antara lain, kapasitas APH yang belum berprespektif saat memeriksa perempuan dan anak yang menjadi korban tindak kekerasan, termasuk saksi.

Kendala lainnya yakni ketersediaan anggaran yang belum maksimal diberikan oleh pemerintah.

Kendala lainnya yakni regulasi yang ada di daerah atau provinsi dan kabupaten yang belum cukup lengkap untuk mengakomodir kebutuhan korban tindak kekerasan dimaksud.

Termasuk korban atau keluarga korban yang seringkali belum berani 'membuka diri' untuk melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya.

Direktris LBH APIK NTT, Ansy D Rihi Dara, SH kepada poskupangwiki.com, beberapa waktu lalu mengungkapkan, LBH APIK NTT sudah didirikan sejak tahun 2011.

Dan hingga tahun 2020 atau sudah 9 tahun ini, LBH APIK NTT telah menangani sekitar 500-an kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang terjadi di wilayah NTT. 

Saat ditemui poskupangwiki.com, Ansy Rihi Dara didampingi sejumlah stafnya yakni dua pengacara LBH APIK NTT, Puput Joan Riwukaho, SH,MH dan Ester Day, SH; Koordinator Divisi Perubahan Kebijakan LBH APIK NTT, Charisal Daniel Saduk Manu serta Kordinator Devisi Administrasi dan Keuangan, Florina Lito Kelore, SE. 

Bagaimana kendala yang dialami LBH APIK NTT dan jalan keluarnya?

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved