Pesan Rahasia LBH APIK NTT untuk Menyemangati Perempuan dan Anak Korban Kekerasan di NTT

Pesan Rahasia LBH APIK NTT untuk Menyemangati Perempuan dan Anak Korban Kekerasan di NTT

Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha

POSKUPANGWIKI.COM, KUPANG - LBH APIK NTT memberikan pesan rahasia untuk menyemangati perempuan dan anak korban kekerasan di NTT.

Sejak tahun 2011 hingga tahun 2020, Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan atau LBH APIK NTT telah menangani 500 kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di NTT.

Kasus itu terjadi di sejumlah kabupaten/kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ).

Direktris LBH APIK NTT, Ansy D RIhi Dara, SH kepada POSKUPANGWIKI.COM beberapa waktu lalu mengatakan, para korban tindak kekerasan itu akan mengalami trauma fisik dan psikis yang sangat besar.

Karena itu korban tindak mesti didampingi dengan baik dan tepat sehingga para korban bisa kembali percaya diri dan menjalani kehidupannya.

Ansy Rihi Dara juga berpesan agar para korban berani melaporkan tindak kekerasan yang dialaminya itu kepada lembaga berwenang seperti Polisi.

Bahkan jika ingin didampingi maka LBH APIK NTT siap memberikan pendampingan hukum, edukasi dan lainnya agar proses hukum bisa berjalan dengan baik.

Saat itu, Ansy Rihi Dara didampingi oleh dua pengacara LBH APIK NTT, Puput Joan Riwukaho,SH, MH, Ester Day, SH serta Koordinator Divisi Perubahan Kebijakan LBH APIK NTT, Charisal Daniel Saduk Manu dan serta Kordinator Devisi Administrasi dan Keuangan, Florina Lito Kelore,SE. 

Puput Joan Riwukaho berpesan agar para korban bisa tetap semangat dan jangan bersedih terlalu lama.

"Para korban kekerasan mesti tetap semangat, kuat, jangan sampai terlalu bersedih yang berlaur larut karena ada kami disini yang siap memabantu dan  itu menajadi komitmen kami. Kami akan bekerja sesuai penagalmana kami," kata Puput  Joan Riwikaho.

Puput Joan RIwukaho juga berpesan agar korban jangan menututp diri sebab apa yang dialami itu mesti diperjuangkan bersama-sama dan bisa menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak.

"Kalian harus tahu bahwa apa yang kalian perjuangaan itu berkaitan dengan hak kalian dan itu akan menjadi pengetahuan dan motivasi tersendiri bagi perempuan dan korban lain yang masih malu melaporan kasus mereka," kata Puput Joan Riwikaho.

Ester Day, SH mengatakan, apapun yang dialami para korban tindak kekerAsan, bisa diproses hukum jika korban dan keluarganya saling memberi dukungan.

 "Memag tidak ada orang yang ingin musibah kekerasan itu terjadi padanya tapi paling tidak kita juga harus bisa membuka diri, laporkan hal itu ke keluarga, RT atau pemeirntah setempat, atau ke Polisi dan datang saja ke LBH APIK NTT untuk bisa didampingi dengan baik," kata Ester Day.

Ester Day juga berpesan agar korban dan keluarga jangan menghilangkan barang bukti sehingga kasus bisa diproses hukum dengan baik.

Sementara itu  Koordinator Divisi Perubahan Kebijakan LBH APIK NTT, Charisal Daniel Saduk Manu, S.Th berharap agar Pemerintah Pusat dan daerah bisa bersama-sama memberikan perhatian yangn serius terhadap penanganan kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak di NTT dan di Indonesia.

"Pemerintah sudah memberikan perhatian yang serius, Jokowi sudah mengamanahkan mesti dimasukkan dalam perencanaan pendanaan khusus ada OPD yang berkaitan dengan itu. Dan kami harapkan dinas terkait seperti BP2A bisa segera merespon dengan mengalokasikan anggaran terhadap penanganan kasus perempuan dan anak. Dan yang terpenting adalah bagaimana BP2A bisa melakukan kerjasama ke obh dan LBH APIK NTT yang konsen terhadap masalah perempuan dan anak," kata Charisal Daniel Saduk Manu.

Ansy Rihi Dara berpesan agar para korban kekerasan di NTT jangan pernah takut da menutup diri saat mengalami kaaus kekerasan karena ada LBH APIK yang akan membantu mensupport kasus dimaksud.

"Korban kekerasan di NTT,  jangan pernah takut.  Anda tdiak sendiri karena itu Anda  harus berani untuk melapor. Kenapa?  Karena kalau kasus anda itu anda simpan sendirian maka anda akan mengalami keterpurukan," kata Ansy.

Direktris LBH APIK NTT, Ansy D Rihi Dara, SH (tengah) bersama pengacara LBH APIK NTT, Puput Joan Riwukaho, SH,MH (kanan), Ester Day,SH (kedua dari kiri) dan Koordinator Divisi Perubahan Kebijakan LBH APIK NTT, Charisal Daniel Saduk Manu (kiri) serta Kordinator Devisi Administrasi dan Keuangan, Florina Lito Kelore,SE (kedua dari kanan)
Direktris LBH APIK NTT, Ansy D Rihi Dara, SH (tengah) bersama pengacara LBH APIK NTT, Puput Joan Riwukaho, SH,MH (kanan), Ester Day,SH (kedua dari kiri) dan Koordinator Divisi Perubahan Kebijakan LBH APIK NTT, Charisal Daniel Saduk Manu (kiri) serta Kordinator Devisi Administrasi dan Keuangan, Florina Lito Kelore,SE (kedua dari kanan) (poskupangwiki.com/novemy leo)

Tapi dengan berani melaporkan tindak kekerasan yang dialami itu kepada Polisi dan pihak terkait lainnya, maka pelakunya bisa diproses hukum.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved