Ketua Magabudi NTT, Indra Effendy Bilang Pers di NTT Jangan Seperti Pemadam Kebakaran, Maksudnya?

Ketua Magabudi NTT, Indra Effendy Bilang Pers di NTT Jangan Seperti Pemadam Kebakaran, Maksudnya?

POSKUPANGWIKI.COM, KUPANG - Ketua Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) atau Magabudi NTT,  Indra Effendy Bilang Pers di NTT Jangan Seperti Pemadam Kebakaran, Maksudnya?

Indra Effendy menilai saat ini masalah kerukunan hidup umat beragama, penghargaan terhadap keberagaman, toleransi di Indonesia menjadi perhatian semua pihak.

Ia menjelaskan bahwa untuk bisa mewujudkan penghormatan terhadap keberagaman, kerukunan dan tolerensi itu tidak hanya menjadi tanggungjawab pemerintah dan masyarakat serta tokoh agama, namun juga tanggugjawab semua pihak termasuk insan pers dan media.

Menurutnya, pers cenderung mengemas isu keberagaman, toleransi dan kerukunan itu hanya jika muncul suatu kasus. Dan hanya saat itu-lah, pers memblow up berhari-hari.

Namun selanjutnya, 'sunyi senyap' kembali hingga ada kasus muncul kembali.

Mengandung Bakteri Mematikan, Begini Cara Usir Cicak dari Rumah

Warga NTT Alami Kasus Kekerasan di Rumah, Sekolah & Tempat Kerja? Lapor Paralegal LBH APIK NTT

"Tidak setiap saat muncul. Mungkin terjadi suatu kasus di daearah baru isu keberagaman itu muncul. Idealnya, isu keberagaman, toleransi tetap harus dikumandangkan di setiap waktu," kata Indra Effendy ditemui POSKUPANGWIKI.COM usai acara diskusi dan bedah buku Kuasa Media di Indonesia,  Sabtu (22/2/2020) di Kupang.

Menurut Indra Effendy, pers mesti menyebarkan isu keberagaman, toleransi itu secara kontinyu kepada masyarakat sehingga dapat mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

"Yang terutama adalah bagaimana kita sebarkan virus kebaikan, keberagaman, kerukunan toleransi ini tidak bisa dengan omong satu dua kali, tapi harus kita pupuk terus sehingga kita mencegah hal-hal yang tidak kita inginkan itu terjadi," kata Indra Effendy.

Karena itu Indra Effendy berharap kedepannya pers ikut menyebarkan virus toleransi, keberagaman dan kerukunan setiap hari.

Dan bagaimana pers bisa mengemas berita tentang keberagaman, kerukunan dan toleransi itu dalam setiap pemberitaannya.

Halaman
12
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved