Sanggar Suara Perempuan Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT

Sanggar Suara Perempuan Soe di Kabupaten Timor Tengah Selatan atau SSPS Kabupaten TTS, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT )

Sanggar Suara Perempuan Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi NTT
dokumen SSPS
Pengurus Sanggar Suara Perempuan Soe (SSPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 

POSKUPANGWIKI.COM - Sanggar Suara Perempuan Soe di Kabupaten Timor Tengah Selatan atau SSPS Kabupaten TTS, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

Sanggar Suara Perempuan Soa biasanya disingkat SSPS ini berada Jalan Beringin, No. 1, Kesetnana Moloselatan, Karang Siri, Kota Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dilansir POSKUPANGWIKI.COM dari laman SSPS, berikut sejarah, visi misi, nilai dan ruang lingkup kerja SSPS sebagaimana tercantum di bawah ini:

Sejarah Sanggar Suara Perempuan SoE

Tahun 1990 adalah awal dari lahirnya Yayasan Sanggar Suara Perempuan. Saat itu Rambu Atanau Mella bekerja sebagai konsultan pada yayasan Haumeni, di Kabupaten Timor Tengah Selatan ( TTS ), Propinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) tahun 1992 dan tahun 1996, ia dipercaya menjadi Direktur Yayasan Haumeni.

Tahun pertama kepemimpinannya di Yayasan Haumeni, Rambu A. Mella banyak belajar dan menyaksikan berbagai masalah yang terkait dengan hak-hak perempuan di desa, baik dalam bidang kesehatan, sosial budaya, ekonomi maupun pendidikan.

Dari realita, ditemukan pemikiran untuk melakukan pertemuan-pertemuan dan pemetaan masalah. Pemetaan yang dilakukan menghasilkan kerangka berpikir tentang Kesehatan Perempuan dan Hak Asasi Manusia, HIV/AIDS, Lingkungan dan Kekerasan Terhadap Perempuan.

Dari pemetaan tersebut juga ditemukan, banyak perempuan hampIr di semua desa di Kabupaten TTS mengalami kekerasan yang tidak terungkap. Hal ini dikarenakan masyarakat masih menganggap tindakan kekerasan adalah hal yang biasa, sehingga tidak ada kepedulian terhadap berbagai tindakan kekerasan yang terjadi di sekeliling mereka.

Pengurus Sanggar Suara Perempuan Soe ( SSPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan ( TTS ), Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT )
Pengurus Sanggar Suara Perempuan Soe ( SSPS) Kabupaten Timor Tengah Selatan ( TTS ), Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) (dokumen SSPS)

Dan, untuk menyikapi permasalahan-permasalahan ini dilakukan minilokakarya yang berkaitan dengan masalah perempuan dan diikuti oleh para aktivis perempuan di NTT dalam mengidentifikasi pelanggaran HAM dari segi ekonomi, sosial dan budaya. Hasil lokakarya disepakati pembentukan satu forum sebagai wadah untuk menyikapi persoalan perempuan di desa yang dinamakan “Forum Perempuan Timor”.

Forum ini mengangkat dua orang staf, yakni Almarhumah Ibu Dinorethy Tallo yang bekerja pada bagian Sekretariat, sekaligus pengelolaan informasi dengan membuat selebaran dan kemudian didistribusikan ke pedesaan serta Ibu Aleta Baun sebagai Staf Lapangan yang bertugas memfasilitasi diskusi dengan perempuan-perempuan didesa.

Pada tahun 1993, banyak kegiatan yang harus dilakukan di desa dan membutuhkan dana yang cukup banyak untuk menjawab tuntutan masyarakat. Akan tetapi Forum Perempuan Timor masih bernaung di bawah Yayasan Haumeni, sehingga sulit mendapatkan dukungan dana secara langsung karena belum berbadan hukum.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved