Wawancara Eksklusif Direktur LBH APIK NTT, Ansy Rihi Dara, Mengenal Ingkar Janji Menikah (IJM)

Wawancara Ekslusif Dengan Direktur LBH APIK NTT, Ansy Rihi Dara, mengenal Ingkar Janji Menikah (IJM)

Wawancara Eksklusif Direktur LBH APIK NTT, Ansy Rihi Dara, Mengenal Ingkar Janji Menikah (IJM)
poskupangwiki.com/novemy leo
Ansi Damaris Mangngi Rihi Dara, SH, Direktris LBH Apik NTT 

Wawancara Ekslusif Dengan Direktur LBH APIK NTT, Ansy Rihi Dara, Cara Hindari Seks Bebas

POSKUPANGWIKI.COM, KUPANG ---  Wawancara Ekslusif Dengan Direktris LBH APIK NTT, Ansy Rihi Dara, Cara Hindari Seks Bebas

Saat ini kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kekerasan seksual yang menimpa perempuan dan anak,  termasuk kasus Ingkar Janji Menikah (IJM), makin marak di Kupang dan NTT.

Ansi Damaris Mangngi Rihi Dara, SH, Direktris LBH Apik NTT, bersama rekan-rekannya, berusaha selalu konsen memerangi dan meminimalisir kasus-kasus dimaksud. Bagaimana cara mereka bekerja menemukan dan mendampingi korban, menghadapi pelaku dan apa kendala yang dihadapinya, semua dijelaskannya pada wawancara ekslusif bersama wartawan POSKUPANGWIKI,COM, OMDSMY Novemy Leo.

Kapan LBH Apik NTT didirikan, apa latar belakang pendiriannya?
LBH Apik NTT didirikan sejak bulan Juli 2011 lalu sebagai LBH Apik yang ke-16 di Indonesia. Tokoh-tokoh pendirinya sejumlah perempuan dan laki-laki yang konsen terhadap masalah perempuan dan anak. Seperti Rm. Leo Mali, Allo Sukardan, Jhon Nome, Nursia Bani Kancasungkana, Ratna Batara Munti,  Veronika Ata, S.H, M.H, Libi, Heny Markus dan lainnya.

LBH Apik didirikan karena saat itu belum ada LSM berbentuk LBH yang fokus terhadap masalah perlindungan perempuan dan anak. Dan pengacara yang ada saat itu hanya pengacara provit dan belum ada pengacara yang mau bekerja secara sukarela mendampingi korban KDRT dan kekerasan seksual.

Dan, LBH Apik hadir unutk memberikan bantuan hukum bagi perempuan dan anak mulai dari proses litigasi majupun non litigasi.

Kenapa LBH Apik konsen pada masalah perempuan dan anak?
Karena kultur budaya ketimuran kita, di mana selama ini kaum laki-laki lebih banyak berada pada ruang publik sehingga secara ekonomi laki-laki memiliki kekuatan lebih untuk bisa mengakses keadilan hukum dibandingkan akses bagi perempuan dan anak.

Budaya kita masih memposisikan kaum perempuan lebih banyak berada dalam ruang domestik sehingga perempuan tidak memiliki kekuatan ekonomi yang mapan akhirnya selalu menjadi korban dari kesewenang-wenangan oknum laki-laki.

Sejauh mana LBH Apik mendampingi para korban?
LBH Apik mendampingi korban mulai dari proses mediasi hingga pendampingan di tingkat pengadilan. LBH Apik bisa langsung menerima pengaduan korban, atau `menerima korban' dari instansi pemerintah seperti biro perempuan atau dari LSM lainnya. Korban bisa menghubungi kami lewat telepon 081339414508,  085237735815, 081339438487.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved