Kain Percah Tenun Ikat NTT untuk Bahan Aksesoris Mulai Susah Diperoleh, Sherly Bagi Tips Praktis

Kain Percah Tenun Ikat NTT untuk Bahan Aksesoris Mulai Susah Diperoleh, Sherly Irawaty Bagi Tips Praktis

Kain Percah Tenun Ikat NTT untuk Bahan Aksesoris Mulai Susah Diperoleh, Sherly Irawaty Bagi Tips Praktis

POSKUPANGWIKI.COM, KUPANG - Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya karya-karya seni yang terbuat dari kain percah tenun ikat NTT, maka para pelaku seni dan pelaku bisnis mulai kesulitan mendapatkan kain percah dimaksud.

Owner JB Ethnic Maumere, Sherly Irawaty kepada POSKUPANGWIKI.COM beberapa waktu lalu mengatakan diapun mulai sulit mendapatkan kain percah tenun ikat NTT dari penjahit.

Diceritakannya, dulu sekitar tahun 2016 lalu saat dirinya mulai mengembangkan berbagai karya seni aksesoris dan souvernir dari limbah atau kain percah tenun ikat NTT, dia tak mengalami kesulitan untuk mendapatkan kain percah dimaksud.

Saat itu dia memperoleh kain percah tenun ikat NTT itu secara  gratis di para penjahit di Kota Maumere dan sekitarnya.

Namun karena kerajinan dari kain percah tenun ikat NTT ini makin berkembang pesat, maka kini dia mulai kesulitan mendapatkan kain percah tenun ikat NTT.

Perempuan Asal Maumere Ambil Sisik Ikan di Pasar, Diolah Jadi Hal Luar Biasa untuk JB Ethinc

Aksesoris dan souvernir dari bahan tenun ikat NTT, produk JB Ethinc Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia
Aksesoris dan souvernir dari bahan tenun ikat NTT, produk JB Ethinc Maumere, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia (poskupangwiki.com/novemy leo)

"Kalau pertanyaan seperti ini, saya ingat tahun 2016 pernah ditanya hal yang sama dan dengan percaya dirinya saya bilang kain percah akan selalu ada dan saya ga akan kehabisan bahan. Karena tiap hari tertentu PNS diwajibkan mengenakan baju dari tenun ikat NTT sehingga pasti kain percah akan selalu ada di penjahit dan bisa didapatkan dengan mudah," jelas Sherly Irawaty.

Namun kenyataannya, sekarang mulai langka dan susah didapat.

"Dulu kain percah tenun ikat NTT dibuang begitu saja dan kita dikasih gratis oleh para penjahit. Sekarang, kain percah itu sudah dijual. Tapi walaupun dijual dan kami masih bisa membeli, namun sudah langka dan kami berebutan untuk mendapatkan kain percah itu," kata Sherly Irawaty.

Apa solusinya agar karya seni yang terbuat dari kain tenun ikat NTT itu bisa tetap ada, maka Sherly Irawaty mengatakan, dia mencari alternatif dan solusi baru.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved