Iuran BPJS Naik, Turun, Naik, Dosen Fakultas Hukum Unwira Kupang Beri Komentar

Iuran BPJS Naik, Turun, Naik, Dosen Fakultas Hukum Unwira Kupang Berkomentar Pedis

Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha

Iuran BPJS Naik, Turun, Naik, Dosen Fakultas Hukum Unwira Kupang Berkomentar Pedis

POSKUPANGWIKI.COM, KUPANG - Iuran BPJS Naik, Turun, Naik, Dosen Fakultas Hukum Unwira Kupang Beri Komentar.

Pada bulan Januari 2020, iuran  BPJS Kesehatan mengalami kenaikan. Namun kenaikan ini mendapat banyak protes masyarakat.

Kenaikan iuran BPJS ini dinilai masyarakat tidak tepat, banyak terjadi protes hingga masalah ini digugat.

Dan hasil sidang  memutuskan menganulir kenaikan iuran BPJS dimaksud pada bulan Mei 2020. Masyarakat menyambut gembira keputusan hakim, dan jumlah kenaikan iuran BPJS itu akan dikembalikan oleh pihak BPJS dalam iuran bulan berjalan.

Lippo Plaza Kupang Bikin Strategi Unik Antisipasi Penyebaran Covid 19 ke Pengunjung

Lakoat.Kujawas, Komunitas Kewirausahaan Sosial Anak Muda Desa Taiftob, Mollo, TTS, NTT

Nikmati Pemandangan Gugurnya Jutaan Daun di Hutan Mahoni Kabupaten TTS, Provinsi NTT, Indonesia

Namun belum lama kemudian, iuran BPJS itu akan dinaikkan kembali  pada bulan Juli mendatang.

Hal ini kembali mendapat protes masyarakat. Apalagi saat ini kasus corona mulai meningkat dan banyak masyarakat yang makin mengalami kesulitan secara ekonomi.

Di tengah ganasnya Virus Corona yang mewabah dan sulitnya ekonomi akibat pandemi, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Perpres yang diteken Presiden Jokowi pada Selasa (5/5/2020) ini menjadi dasar pemerintah menaikkan iuran BPJS Kesehatan.

Berdasarkan Perpres baru ini, iuran peserta mandiri kelas I naik dari Rp 80.000 menjadi Rp 150.000,.

Peserta mandiri kelas II dari Rp 51.000 menjadi Rp 100.000. Kemudian, iuran peserta mandiri kelas III naik dari Rp 25.500 menjadi Rp 42.000.

Namun, pemerintah memberi subsidi Rp 16.500 sehingga yang dibayarkan tetap Rp 25.500.

Kendati demikian, pada 2021 mendatang, subsidi yang dibayarkan pemerintah berkurang menjadi Rp 7.000, sehingga yang harus dibayarkan peserta kelas III adalah Rp 35.000.

Rencananya, kebijakan ini akan mulai berlaku pada 1 Juli 2020.

Rencana kenaikan iuran BPJS bulan Juli 2020 ini juga mendapat tanggapan dari dosen Faklutas Hukum Unwira Kupang, Visen Samara, SH, MH.

Vinsen Samara, SH, MH, dosen dan wakil dekan Fakultas Hukum Undana Kupang
Vinsen Samara, SH, MH, dosen dan wakil dekan Fakultas Hukum Undana Kupang (poskupang.com/novemy leo)

Kepada poskupangwiki.com, Vinsen Samara menilai rencana kenaikan iuran BPJS itu tidak tepat dilakukan Pemerintah di tengah pandemi corona.  

Vinsen Samara mengatakan, bulan Juli 2020 nanti iuran BPJS kelas 1 dan kelas 2 naik lagi, hampir 100 persen. Sedangkan iuran BPJS kelas 3 akan naik tahun 2021.

"Saya kira moment tidak tepat memberikan kenaikan iuran BPJS karena situasi pandemi corona, dimana masyarakat mengalami kesulitan, kehilangan pekerjaan dan penghasilan. Lalu dibebankan lagi dengan adanya kenaikan kenaikan iuran BPJS," kata Vinsen Samara.

Visen Samara mengatakan, kenaikan iuran BPJS bulan Juli mendatang itu menunjkkan bahwa Pemerintah tidak cermat dan tidak prihatin terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat saat ini.

"Saya melihat Pemerintah tidak cermat dan  tidak tepat untuk menaikkan iuran BPJS di tengah pandemi corona. Saya pikir belum terlambat jika Pemerintah mau anulir kembali kenaikan itu. Kalau tidak maka ini akan timbul gejolak," kata Visen Samara.

Vinsen Samara, SH, MH, dosen dan wakil dekan Fakultas Hukum Undana Kupang
Vinsen Samara, SH, MH, dosen dan wakil dekan Fakultas Hukum Undana Kupang (poskupang.com/novemy leo)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved