Taman Wisata Perairan Kapoposang di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia

Taman Wisata Perairan Kapoposang berada di wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) di Provinsi Sulawesi Selatan.

Penulis: Novemyleo
Editor: Dinar Fitra Maghiszha
tribun
Taman Wisata Kapoposang yang berada di wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) di Provinsi Sulawesi Selatan ini merupakan salah satu dari delapan kawasan yang dikelola oleh BKKPN Kupang. 

Kecamatan Liukang Tuppabiring meliputi 1 kelurahan, 13 desa, 2 lingkungan,24 dusun, 3 RW dan 91 RT. Kawasan ini memiliki luas 50.000 Ha dan telah ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan no KEP. 66/MEN/2009 tentang Penetapan Kawasan Konservasi Perairan Nasional Kepulauan Kapoposang dan Laut di Sekitarnya di Provinsi Sulawesi Selatan.

Letak Geografis

Posisi geografis kawasan ini berada di 1180 54’ 00" BT – 1190 10’ 00’’ BT dan 040 37’ 00’’ LS – 040 52’ 00’’ LS. Taman Wisata Perairan (TWP) Kapoposang terletak di Kecamatan Liukang Tupabbiring pada 2 desa berbeda, yakni Desa Mattiro Ujung di sebelah barat, yang meliputi Pulau Pandangan dan Pulau Kapoposang; dan Desa Mattiro Matae di sebelah timur, yang meliputi Pulau Gondongbali, Pulau Tambakulu, Pulau Suranti, dan Pulau Pamanggangan.

Luas Wilayah Kecamatan Liukang Tupabbiring mencakup 140 Km2, sebagian besar terdiri dari perairan dan 43 buah pulau. Ibukota kecamatan berna Mattiro Sompe terletak di pulau Balang Lompo. Jarak Mattiro Sompe dari Pangkajene mencapai 22 Km. Batas-Batas wilayah administrasinya adalah sebagai berikut: 

Aksesibilitas

Akses menuju kawasan TWP Pulau Kapoposang saat ini dapat menggunakan beberapa jalur pelayaran yakni dari Ujung Pandang melalui Pelabuhan Paotere dan POPSA; dari Maros melalui pelabuhan Kalibone; dan dari Pangkep melalui pelabuhan Semen Tonasa.

Pelayaran menggunakan perahu bermotor milik nelayan yang disewa, dengan tingkat keamanan pelayaran yang relatif baik. Dengan perahu bermotor yang lazim dipakai nelayan, waktu tempuh Ujung Pandang-Kapoposang sekitar 6 jam, sedangkan waktu tempuh dari Maros dan Pangkep masing-masing 7 dan 8 jam.

Wisatawan umumnya ke TWP Pulau Kapoposang melalui pelabuhan di Ujung Pandang. Selain menggunakan perahu bermotor, penggunaan speed-boat juga sudah dirintis oleh pengusaha yang mengkordinir kunjungan ke Pulau Kapoposang, waktu tempuhnya bisa dua-sampai tiga jam.

Terdapat 3 pintu (pelabuhan) untuk masuk ke kawasan TWP kepulauan Kapoposang, yaitu : Pelabuhan Pulau Kondongbali untuk kunjungan penduduk dari luar kawasan, Pelabuhan Pulau Papandangan untuk transportasi internal (wisata dan biasa), dan Pelabuhan Pulau Kapoposang untuk kunjungan wisata dan internal kawasan TWP antara lain untuk pengambilan air, perikanan, dan lain-lain.

Iklim

Iklim dalam kawasan TWP Kepulauan Kapoposang ditandai oleh dua musim dengan keadaan cuaca yang secara significant berbeda yaitu musim timur (musim Hujan) pada bulan November-Mei dan musim Barat (Kemarau) pada bulan Juni – November.

Musim Timur ditandai dengan keadaan laut yang berombak tinggi, curah hujan yang intensif dan angin yang bertiup kencang, sedangkan pada musim Barat laut relative tenang dan curah hujan rendah. Hari hujan 159 hari/tahun. Rata-rata temperature 270C dan berkisar antara 180C-370C.

Kondisi Perairan

Kondisi pasang tertinggi di perairan kawasan TWP Kepulauan Kapoposang umumnya dan juga dipulau Kapoposang khususnya terjadi pada pukul 17.00 WIB dan surut maksimal pada pukul 11.00-12.00 WIB. 

Berdasarkan informasi dilapangan pada umumnya air tanah di Kapoposang dan sekitarnya relatif dangkal. Air tanah di bagian barat pantai umumnya payau sedangkan dibagian tengah dan selatan tawar tetapi semakin ke timur ke arah pantai meningkat menjadi agak payau.

Kualitas air tanah di kepulauan Kapoposang, dibeberapa lokasi masih memenuhi persyaratan untuk air minum dan tidak terpengaruh atas instrusi air laut.

Kondisi Ekosistem Perairan

Flora darat dapat ditemukan dalam jumlah dan variasi cukup banyak di pulau kapoposang, tambak hulu, Pamanggangan dan Suranti.

Sedangkan di Pulau Kondongbali dan Papandangang flora darat relative terbatas, karena penggunaan lahan sudah didominasi oleh pemukiman.

Potensi flora di daratan kepulauan Kapoposang meliputi tiga jenis pohon utama, yakni Kelapa, cemara laut dan sukun.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
234 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved