Jokowi Nyatakan Indonesia Darurat Narkoba, Kondisi Provinsi NTT Bagaimana?

Kondisi Narkoba di wilayah Provinsi NTT dipaparkan oleh Kepala BNN Kota Kupang, Lino Do R Pereira, SH dalam virtual talkshow dalam rangka HANI 2020.

poskupang.wiki/novemy leo
Kasat Narkoba Polresta Kupang, Iptu Alfonsus Takene (bawah) dan Kepala BNN Kota Kupang, Lino DO R Pereira, SH dan virtual talkshow BNN Kota Kupang dengan Harian Pos Kupang Jumat (26/6/2020) dalam rangka Hari Anti Narkotika Internasional atau HANI. (poskupang.com/novemy leo) 

POSKUPANG.COM, KUPANG - Indonesia dinyatakan telah darurat narkoba, bagaimana dengan kondisi Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT )?

Kondisi Narkoba di wilayah Provinsi NTT dipaparkan oleh Kepala BNN Kota Kupang, Lino Do R Pereira, SH dalam virtual talkshow dalam rangka HANI 2020.

Virtual Talkshow itu ini diselenggarakan BNN Kota Kupang dengan Harian Pos Kupang, Jumat (26/6/2020) pukul 13.00 hingga pukul 15.00 Wita.

Lino Do R Pereira menjelaskan, Indonesia darurat Narkoba, adapun alasannya sebagai berikut.

Pertama karena Geografis yang terbuka  menyebabkan narkoba mudah masuk dan menyebar ke seluruh wilayah Indonesia.

Permasalahan narkoba di Indonesia
Permasalahan narkoba di Indonesia (poskupang.wiki/novemy leo)

Kedua, peredaran gelap Narkoba  bukan hanya menyasar  orang dewasa dan remaja,  melainkan juga anak-anak

Ketiga, demografis yang sangat  besar   (260 juta jiwa) menjadi  pasar potensial peredaran  gelap narkoba.

"Kerugian yang timbul akibat  penyalahgunaan Narkoba  mencapai Rp 84,7 trilyun rupiah  meliputi biaya privat dan  sosial," kata Lino Do R Pereira.

Kelima, sistem penegakkan  hukum yang belum  mampu memberikan  efek jera kepada  penjahat Narkoba

Keenam, modus operandi dan  variasi jenis Narkoba  yang terus berkembang

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: haerahr
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved