Politani Kupang Punya 2 Pabrik Pakan Ternak, Produknya Dipasarkan Kemana?

Politeknik Pertanian Negeri atau Politani Kupang memiliki 2 Pabrik Pakan Ternak, Produknya Dipasarkan Kemana?

POSKUPANGWIKI.COM - Direktur Politani Kupang, Ir. Thomas Lapenangga, M.S mengatakan dua pabrik milik Politani Kupang itu adalah pabrik pakan ternak yang bisa menghasilkan pelet untuk ternak ayam, ternak babi dan ternak sapi.

Dua pabrik itu salah satunya berada di kampus Politani Kupang, mesinnya otomat sehingga bisa langsung menghasilkan pelet.

"Pabrik yang di sini kita bisa langsung masukkan bahan baku dan keluar langsung jadi pelet," kata Thomas Lapenangga kepada poskupangwiki.com.

Sedangkan pabrik satunya berada di Oesao sekitar 34 kilometer dari Kota Kupang. Di pabrik tersebut menggunakan mesin manual.

"Di Pabrik yang di Oesao, bahan bakunya masih digiling dulu baru bisa jadi pelet," kata Thomas Lapenangga.

Pabrik pelet Politani Kupang itu sudah ada sejak tahun 2018 lalu namun pengadaan mesin dan fasilitas pendukungnya itu dilakukan secara bertahap sehingga baru bisa beroperasi sekitar dua bulan lalu.

Dan pemasaran produk hasil pelet, masih diberikan kepada kelompok tani binaan dan pakan ternak itu sudah dicoba diberikan untuk penggemukan sapi.

"Ada 4 kelompok tani yang sedang mempergunakan produk pelet untuk penggemukan sapi, satu kelompok kami distribusikan sebanyak setengah ton pelet," kata Thomas Lapenangga.

Selain pabrik, demikian Thomas lapenanggan, Politani Kuapng juga memiliki sejumlah srceen house dan juga kebun praktek yang bisa digunakan untuk proses pembelajaran mahasiswa/i

Khusus untuk mahasiswa prodi  teknologi pakan ternak jurusan Peternakan Politani Kupang, demikian Thomas Lapenangga, mereka mengumpulkan bahan baku sendiri, menjual dan hasilnya dibagi juga dua untuk mahasiswa dan kampus. Kedepan, produk pelet akan dipasarkan untuk umum.

Thomas Lapenangga menambahkan, beberapa minggu lalu, pihaknya sudah bertemu dengan Bupati Kupang.

Dan bupati sangat antusias untuk bekerjasama dengan Politani Kupang  untuk pengadaan pelet untuk para petani di wilayah Kabupaten Kupang.

"Terus terang, kampus terbatas untuk modal bahan baku, sehingga kami bersyukur dengan respon yang baik dari bupati untuk bekerjasama dan hasil produksi dipasarkan kepada petani di wilayah Kabupaten Kupang. Rencananya tahun ini, kami diajak untuk ikut dalam rapat penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah atau RPJM Kabupaten Kupang," kata Thomas Lapenangga. (poskupangwiki.com, novemy leo)

Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: haerahr
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved