Dosen MPLK Politani Kupang Anton Jehemat Bilang Peternak Babi Jangan Menanam Tanaman Ini

Dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan kering atau MPLK Politani Kupang, Anton Jehemat Bilang Peternak Babi Jangan Menanam Tanaman Ini

POSKUPANGWIKI.COM, - Dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan kering atau MPLK Politani Kupang, Anton Jehemat, SPt, M.Si Bilang Peternak Babi Jangan Menanam Tanaman Ini 

Anton Jehemat, SPt, M.Si adalah dosen sekaligus Ketua Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK Politeknik Pertanian Negeri atau Politani Kupang.

Hari itu, Anton Jehemat hadir bersama sejumlah rekan dosennya untuk melakukan kegiatan pengabdian masyarakat  Politani Kupang kepada petani khususnya Kelompok Tani Sahabat berkebun di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, pertengahan Juli 2020.

Disaksikan poskupangwiki.com, hadir juga sejumlah dosen, DR. Masria, SP, MP, Welly Boboy, SP, M.Sc; Nimrot Neonufa, S.TP, M.Si. Termasuk Ketua Jurusan MPLK, Jamseng Charles Abineno, STP, M.Sc serta Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat P3M Politani Kupang, Krisna Setiawan, SP,M.Sc.

Petani di Desa Tuapukan, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020
Petani di Desa Tuapukan, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020 (poskupang.wiki/novemy leo)

Menurut Anton, untuk bisa subur dan menghasilkan buah, bunga dan hasil panen yang berlimpah, tanaman pertanian termasuk tanaman bunga, perlu diberikan pupuk.

Berbagai jenis pupuk baik pupuk organik maupun pupuk kimia, banyak dijual di toko. Karenanya masyarakat petani bisa aja membeli pupuk kimia sesuai yang diinginkan.

Selain pupuk kimia, sebenarnya pupuk alami yang terbuat dari kompos atau kotoran ternak itu juga bisa dimanfaatkan untuk pemupukan tanaman.

Apalagi masyarakat NTT tak sedikit yang juga memelihara ternak seperti ternak babi.

Bahkan Anton Jehemat menyarankan agar petani peternak babi juga bisa melakukan kegiatan pertanian, sehingga bisa memanfaatkan pupuk ternak yang ada itu.

Welly Boboy, SP, M.Sc. dosen MPLK Politani Kupang dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020
Welly Boboy, SP, M.Sc. dosen MPLK Politani Kupang dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020 (poskupang.wiki/novemy leo)

 "Memberdayakan kotoran ternak sebagai sumber pupuk. Dalam konteks ini perlu ada perpaduan kegiatan antara beternak dan bertani atau peternakan dan pertanian. Artinya kotoran ternak bisa diolah menjadi berbagai anek produk bermanfaat," jelas Anton Jehemat kepada poskupangwiki.com.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved