VIDEO Petani di NTT Belum Tahu Bedakan Antara Hama Dan Penyakit Tanaman?

Sebagian besar petani di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) Ternyata Belum Tahu Bedakan Antara Hama Dan Penyakit Tanaman

"Kalau tanaman terserang hama karena insecta, serangga maka mengatasinya dengan insektisida. Kalau tanaman itu terserang penyakit maka penyebabnya bisa bakteri, jamur dan virus. Dan untuk mengatasinya maka bisa gunakan Fungisida jika penyebab penyakitnya jamur," jelas Welly Boboy.

Namun kadangkala sejumlah petani menyangka semua masalah pada tanaman itu karena hama. Hal ini terjadi karena informasi itu didapat dari sesama petani atau dari pengalaman sebelumnya.

Petani di Desa Tuapukan, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020
Petani di Desa Tuapukan, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020 (poskupang.wiki/novemy leo)

"Sehingga nanti pada saat masalah penyakit, mereka mengendalikannya menggunakan insektisida. Padahal insektisida itu untuk mengendalikan hama yang disebabkan oleh serangga," kata Welly Boboy.

Kalau penyakit tanaman itu disebabkan oleh bakteri maka bisa dipakai obat bakteri atau membuat sanitasi rotasi tanaman. Tujuan rotasi tanaman agar memutuskan siklus dari bakteri dimaksud.

"Tadi ada petani yang bertanya hama pada tanaman jagung yang merusuk tanaman jagung dan penyakit gula, maka petani yang tidak tahu akan memberikan insektisida. Ini malah bisa lebih merusak tanaman itu, rugi sebab insektisida mahal dan penggunaannya tidak tepat," kata Welly Boboy.

Untuk itulah, demikian Welly Boboy, menjadi tugas pada dosen di Politani Kupang terutama prodi MPLK jurusan MPLK untuk terus memberikan pencerahan kepada para petani.

"Dosen mesti terus memberikan pencerahan kepada petani agar petani mampu mengidentifikasi hama dan penyakit pada tanaman sehingga petani pun mampu menangani hama dan penyakit tanaman itu dengan benar dan tepat" kata Welly Boboy.

Dosen MPLK Politani Kupang Anton Jehemat Bilang Peternak Babi Jangan Menanam Tanaman Ini

Masria Dosen MPLK Politani Kupang Ajari Petani Tuapukan Bikin Biocar dan Biopori

Ditambahkan Welly Boboy, sebagaimana sambutan dari Krista Setiawan bahwa tugas dari dosen itu adalah mengajar, meneliti dan membuat pengabdian.

"Ilmu yang dari kampus itu harus diteruskan kepada petani agar petani kita mampu mengamati, mengidentifikasi dan menentukan pilihan yang tepat untuk mengatasi hama dan penyakit pada tanamannya," kata Welly Boboy.

Khusus untuk petani di Desa Tuapukan, demikian Welly Boboy, bersyukur karena meski memiliki lahan kering dan air yang terbatas tapi dengan adanya program desa tentang perpipaan maka air sudah bisa masuk hingga ke  dusun.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved