VIDEO Petani di NTT Belum Tahu Bedakan Antara Hama Dan Penyakit Tanaman?

Sebagian besar petani di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) Ternyata Belum Tahu Bedakan Antara Hama Dan Penyakit Tanaman

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo

Petani di NTT Belum Tahu Bedakan hama dan Penyakit Tanaman, Ini Kata Dosen Welly Boboy

POSKUPANGWIKI.COM - Masih banyak petani di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) yang masih belum tahu membedakan antara hama dan penyakit yang menyerang tanaman. Akibatnya upaya mengatasinya pun sering keliru.

Salah seorang dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK jurusn MPLK, Politani Kupang Welly Boboy, SP,M.Sc, mengatakan hal itu kepada poskupangwiki.com, beberapa waktu lalu.

Saat itu Welly Boboy hadir bersama rekan dosen lainnya, Nimrot Neonufa, S.TP, M.Si, Dr. Marsiah   SP, MP. Hadir juga Ketua Prodi MPLK, Anton Jehemat, SPt, M.Si dan Ketua Jurusan MPLK, Jamseng Charles Abineno, STP, M.Sc serta Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat P3M Politani Kupang, Krisna Setiawan, SP,M.Sc. 

Kegiatan itu juga dihadiri oleh Mesak Mbura, AMD, anggota DPRD Kabupaten Kupang.

VIDEO: Ternyata Ini Target Mesak Mbura Anggota DPRD yang Rela Sisihkan Gajinya untuk Rakyat

Dosen Politani Kupang Nimrot Neonufa Bagi Tips 5T untuk Petani Lawan Musim Kering di NTT

Mereka tengah melakukan sela kegiatan pengabdian masyarakat  Politani Kupang di masyarakat petani khususnya Kelompok Tani Sahabat berkebun di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT.

Welly Boboy mengatakan, apa yang ditanyakan oleh sejumlah petani Tuapukan dalam diskusi bersama dosen MPLK itu rata-rata dialami petani lainnya. Yakni hama dan penyakit pada tananan serta penggunaan obat untuk mengatasi hama dan penyakit dimaksud.

Petani di Desa Tuapukan, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020
Petani di Desa Tuapukan, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020 (poskupang.wiki/novemy leo)

Menurut Welly Boboy, tak sedikit petani yang masih kesulitan mengidentifikasikan apakah tanaman pertanianya itu diserang hama atau penyakit. Akbatnya, petani salah memberikan obat terhadap tanaman dimaksud.

"Petani masih bingung membedakan hama dan penyakit p[ada tanaman," kata Welly Boboy,

Padahal, demikian Welly Boboy, ketika petani mampu mengidentifikasikan apakah tanamannya itu tererang hama atau penyakit, maka petani dimaksud juga bisa tepat mengatasinya.

"Kalau tanaman terserang hama karena insecta, serangga maka mengatasinya dengan insektisida. Kalau tanaman itu terserang penyakit maka penyebabnya bisa bakteri, jamur dan virus. Dan untuk mengatasinya maka bisa gunakan Fungisida jika penyebab penyakitnya jamur," jelas Welly Boboy.

Namun kadangkala sejumlah petani menyangka semua masalah pada tanaman itu karena hama. Hal ini terjadi karena informasi itu didapat dari sesama petani atau dari pengalaman sebelumnya.

Petani di Desa Tuapukan, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020
Petani di Desa Tuapukan, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020 (poskupang.wiki/novemy leo)

"Sehingga nanti pada saat masalah penyakit, mereka mengendalikannya menggunakan insektisida. Padahal insektisida itu untuk mengendalikan hama yang disebabkan oleh serangga," kata Welly Boboy.

Kalau penyakit tanaman itu disebabkan oleh bakteri maka bisa dipakai obat bakteri atau membuat sanitasi rotasi tanaman. Tujuan rotasi tanaman agar memutuskan siklus dari bakteri dimaksud.

"Tadi ada petani yang bertanya hama pada tanaman jagung yang merusuk tanaman jagung dan penyakit gula, maka petani yang tidak tahu akan memberikan insektisida. Ini malah bisa lebih merusak tanaman itu, rugi sebab insektisida mahal dan penggunaannya tidak tepat," kata Welly Boboy.

Untuk itulah, demikian Welly Boboy, menjadi tugas pada dosen di Politani Kupang terutama prodi MPLK jurusan MPLK untuk terus memberikan pencerahan kepada para petani.

"Dosen mesti terus memberikan pencerahan kepada petani agar petani mampu mengidentifikasi hama dan penyakit pada tanaman sehingga petani pun mampu menangani hama dan penyakit tanaman itu dengan benar dan tepat" kata Welly Boboy.

Dosen MPLK Politani Kupang Anton Jehemat Bilang Peternak Babi Jangan Menanam Tanaman Ini

Masria Dosen MPLK Politani Kupang Ajari Petani Tuapukan Bikin Biocar dan Biopori

Ditambahkan Welly Boboy, sebagaimana sambutan dari Krista Setiawan bahwa tugas dari dosen itu adalah mengajar, meneliti dan membuat pengabdian.

"Ilmu yang dari kampus itu harus diteruskan kepada petani agar petani kita mampu mengamati, mengidentifikasi dan menentukan pilihan yang tepat untuk mengatasi hama dan penyakit pada tanamannya," kata Welly Boboy.

Khusus untuk petani di Desa Tuapukan, demikian Welly Boboy, bersyukur karena meski memiliki lahan kering dan air yang terbatas tapi dengan adanya program desa tentang perpipaan maka air sudah bisa masuk hingga ke  dusun.

"Baik sekali karena ada prgram desa dimana air sudah tersedia hingga ke dusun. Maka saya melihat ada gairah dari petani untuk menanam walau masih hanya di spot tertentu. Ini permulaan yang bagus," kata Welly Boboy.

Welly Boboy berharap agar para petani di Desa Tuapukan khususnya Kelompok Tani Sahabat Berkebun bisa terus menjaga semangat.

"Semangat petani harus dijaga. Ikutilah anjuran Pemerintah,  menanam sayur di pekarangan rumah sendiri agar bisa membantu Pemerintah dalam upaya penanggulangan Covid-19. Sayuran tumbuh di pekarangan, maka tak perlu lagi membeli sayuran di pasar," kata Welly Boboy. (poskupangwiki.com, novemy leo)

Berikut sejumlah foto-foto dalam kegiatan pengabdian masyarakat dosen Prodi MPLK Jurusan MPLK POlitani Kupang, yang diabadikan poskupangwiki.com :

Petani di Desa Tuapukan membuat biopori, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020
Petani di Desa Tuapukan membuat biopori, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020 (poskupang.wiki/novemy leo)
Petani di Desa Tuapukan, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020
Petani di Desa Tuapukan, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020 (poskupang.wiki/novemy leo)
Petani di Desa Tuapukan, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020
Petani di Desa Tuapukan, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020 (poskupang.wiki/novemy leo)
Petani di Desa Tuapukan, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020
Petani di Desa Tuapukan, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020 (poskupang.wiki/novemy leo)
Petani di Desa Tuapukan, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020
Petani di Desa Tuapukan, dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020 (poskupang.wiki/novemy leo)
Petani di Desa Tuapukan, membuat biopori dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020
Petani di Desa Tuapukan, membuat biopori dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020 (poskupang.wiki/novemy leo)
Welly Boboy, SP, M.Sc. dosen MPLK Politani Kupang dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020
Welly Boboy, SP, M.Sc. dosen MPLK Politani Kupang dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020 (poskupang.wiki/novemy leo)
Petani di Desa Tuapukan, membuat biocar dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020
Petani di Desa Tuapukan, membuat biocar dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020 (poskupang.wiki/novemy leo)
Petani di Desa Tuapukan, membuat biopori dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020
Petani di Desa Tuapukan, membuat biopori dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020 (poskupang.wiki/novemy leo)
Petani di Desa Tuapukan, membuat biopori dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020
Petani di Desa Tuapukan, membuat biopori dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020 (poskupang.wiki/novemy leo)
Petani di Desa Tuapukan, membuat biocar dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020
Petani di Desa Tuapukan, membuat biopori dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020 (poskupang.wiki/novemy leo)
Petani di Desa Tuapukan, membuat biopori dan biocar dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020
Petani di Desa Tuapukan, membuat biopori dan biocar dalam kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilakukan para dosen Prodi Manajemen Pertanian Lahan Kering atau MPLK Jurusan MPLK, Politani Kupang di Desa Tuapukan, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Pertengahan Juli 2020 (poskupang.wiki/novemy leo)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved