Pantai Sulamanda, Arti Dan Makna Nama Sulamanda Bikin Baper

Pantai Sulamanda di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Arti dan Makna Nama Sulamanda Bikin Baper, Kepoin gaessss

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
poskupang.wiki/novemy leo
Benyamin Kanuk, Kepala Desa Mata Air di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) 

POSKUPANGWIKI.COM - Pantai Sulamanda di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT, Arti dan Makna Nama Sulamanda Bikin Baper, Kepoin gaessss 

Kepala Desa Mata Air, Benyamin Kanuk mengatakan, Pantai Sulamanda sudah dijadikan lokasi wisata sebelum dia menjadi kepala desa di Mata Air.

Benyamin Kanuk mengatakan, pendahulunya, Kepala Desa Mata Air sebelumnya, Oby Klau, telah mengolah Pantai Sulamanda menjadi lokasi wisata dengan nama Pantai Bukit Tinggi. Selanjutnya, diganti lagi menjadi Pantai Perawan.

Dan akhirnya di jaman Pemerintahan Benyamin Kanuk, Pantai Perawan atau Pantai Bukit Tinggi itu diganti namanya menjadi Pantai Sulamanda.

Fasilitas sarana permainan bagi anak-anak di Pantai Sulamanda, di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT
Fasilitas sarana permainan bagi anak-anak di Pantai Sulamanda, di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT (poskupang.wiki/novemy leo)

"Saat saya menjawab sebagai epala Desa Mata Air Definitif maka saya mengganti namanya menjadi Pantai Sulamanda," jelas Benyamin Kanuk kepada poskupangwiki.com, awal Agustus 2020.

Kenapa dinamakan Pantai Sulamanda, apa arti dan makna dari nama Sulamanda?

Benyamin Kanuk mengatakan saat dirinya menjabats ebagai kepala desa Mata Air, dia mengunjungi satu persatu warganya untuk berdiskusi atau membicarakan soal potensi desa dan bagaimana mereka bisa mengolah potensi itu menjadi hal yang bisa meningkatkan perkonomian masyarakat.

Apa arti Sulamanda, Benyamin Kanuk mengatakan, Sulamanda itu kepanjangan dari Sudah Lama Aku Menanti Anda.

Dijelaskan Benyamin Kanuk, pengolahan sawah di areal Pantai Sulamanda ini sudah dilakukan sejak tahun 1958. Namun belum dilihat sebagai sesuatu yang bisa menguntungkan masyarakat. Begitu juga keberadaan hutan mangrove.

Fasilitas sarana permainan bagi anak-anak di Pantai Sulamanda, di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT
Fasilitas sarana permainan bagi anak-anak di Pantai Sulamanda, di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT (poskupang.wiki/novemy leo)

Sejak tahun 1958 warga setempat sudah sangat merindukan adanya perubahan tampilan maupun perubahan perekonomian masyarakat di desanya. Namun tak kunjung tiba.

Bagaimana bisa meningkatkan ekonomi masyarakat, maka saya bersama warga akhirnya mulai mencari cara  untuk bisa mengolah potensi desa dengan baik. Dan kami akhirnya mulai mengelola lahan pertanian yakni areal sawah dan lahan mangrove serta Pantai Sulamanda.

"Jadi siapa saja yang datang ke Pantai ini, menunggu pacarnya, menunggu sahabatnya, atau siapa saja pejabat yang datang ke Pantai Sulamanda, seolah pantai ini bicara bahwa 'Saya sedang menunggu anda datang untuk merubah wajah saya dan merubah ekonmi warga disini' itu maknanya Sulamanda atau Sudah Lama Aku Menanti Anda," kata Benyamin Kanuk.

Benyamin Kanuk, Kepala Desa Mata Air di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT )
Benyamin Kanuk, Kepala Desa Mata Air di Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ) (poskupang.wiki/novemy leo)

Hingga kini sudah ada 28 lopo atau gazebo sederhana yang digunakan warga setempat untuk berjualan di Pantai Sulamanda. juga beberapa lopo besardan kecil tuk digunakan oleh wisatawan. Dua unit toilet dan beberapa unit tempat sampah yang terbuat dari drum bekas.

"Saya kira para pedagang sudah senang tapi karena adanya Covid-19  maka sejak bulan Maret 2020 lalu Pantai Sulamanda tertutup untuk umum, barulah bulan Juli 2020 dibuka kembali," kata Benyamin Kanuk.

"Saya kira mereka, warga disini sudah senang karena bisa terlibat dalam pengembangan wisata pantai sekaligus bisa melakukan pemberdayaan diri," kata Benyamin Kanuk.

Benyamin Kanuk mengatakan, potensi Pantai Sulamada ini sangat besar sehingga mesti diolah dengan tepat dan benar. Retribusi masuk ke Pantai Sulamanda Rp 2.000 untuk sepeda motor dan Rp 5.000 untuk mobil. Dan pemasukan itu digunakan untuk pemeliharaan Pantai Sulamanda.

Fasilitas sarana permainan bagi anak-anak di Pantai Sulamanda, di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT
Fasilitas sarana permainan bagi anak-anak di Pantai Sulamanda, di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi NTT (poskupang.wiki/novemy leo)

Untuk kebersihan di sekitar area Pantai Sulamanda pun menjadi perhatian dengan adanya sejumlah tempat sampah dari drum bekas.

Namun memang sebulan terakhir ini kondisi Pantai Sulamada tidak terurus karena petugas kebersihan sedag sakit sehingga kondisi pantai agak kotor.

Benyamin Kanuk memastikan selalu menghimbau kepada pengunjung atau wisatawan Pantai Sulamanda untuk terus berupaya menjaga kebersihan pantai dengan cara tidak membuang sampah di sembarangan tempat.

"Kami terus menghimbau agar pengunjung tidak membuang sampah di sembarangan tempat, himbaun-himbauan itu kami tempelkan di beberapa tempat," kata Benyamin Kanuk.

Tulisan ajakan dilarang membuang sampah di sembaraang tempat, ditempel dan diletakkan di beberapa tempat di area Pantai Sulamanda di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ).
Tulisan ajakan dilarang membuang sampah di sembaraang tempat, ditempel dan diletakkan di beberapa tempat di area Pantai Sulamanda di Desa Mata Air, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ). (poskupang.wiki/novemy leo)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
364 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved