Puluhan Pengungsi Afghanistan di Kota Kupang NTT Bikin Negara Republik Bahagia 

Puluhan Pengungsi Afghanistan di Kota Kupang NTT Bikin Negara Republik Bahagia 

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo

POSKUPANGWIKI.COM - Puluhan Pengungsi Afghanistan di Kota Kupang NTT Bikin Negara Republik Bahagia.

Pendirian Negara Republik Bahagia ini berlangsung dalam pelatihan Champion Legal Training Managing Gender Based Violence Cases atau pelatihan paralegal untuk pengungsi yang ada di Kota Kupang.

Paralegal adalah orang yang melakukan pekerjaan yang berkaitan dengan hukum, namun ia tidak mempunyai kualifikasi sebagai praktisi hukum. Paralegal bukan sarjana hukum. Tugas paralegal umumnya adalah membantu pengacara. 

Pelatihan selama tiga hari sejak Senin hingga Rabu (14-16/12/2020) di Hotel Kristal Kupang ini digagas oleh LBH APIK NTT bekerjasama dengan IOM dan Departemen Hukum dan HAM Provinsi NTT.

Disaksikan poskupangwiki.com, para pengungsi yang megikuti pelatihan itu terdiri dari laki-laki dan perempuan yang berusia usia 14 tahun hingga 40 tahun.

Kegiatan pelatihan Champion Legal Training Managing Gender Based Violence Cases itu difasilitasi oleh Dany Manu, S.Th dan Adeleide Ratu Kore, SH, Mir Mil.

Pelatihan itu dikemas tidak secara serius sehingga peserta bisa mengikutinya dengan baik.

Bahasa yang digunakan dalam pelatihan itu adalah bahasa Indonesia yang kemudian diterjemahkan ke dalam bahasa INggris oleh Adeleide Ratu Kore, SH, Mir Mil kemudian diterjemahkan lagi ke dalam bahasa Persia oleh Asif, salah seorang pengungsi.

Tak hanya itu, para pengungsi juga diajak bermain, menggambar lalu kemudian menganalisa permainan dan gambar yang dihasilkan itu.

Semula mereka diajak untuk berbaris dua banjar sesuai usia masing-masing dari yang muda hingga yang tua.

Mereka menetapkan barisannya sendiri, tanpa boleh menanyakan usia satu sama lainnya.

Mereka berbaris mengikuti perasaan dan penglihatan dari fisik luar.

Pelatihan Champion Legal Training Managing Gender Based Violence Cases atau pelatihan paralegal untuk pengungsi yang ada di Kota Kupang.
Pelatihan di hotel Kristal Kupang, Senin (14/12/2020) ini digagas oleh LBH APIK NTT bekerjasama dengan IOM.
Pelatihan Champion Legal Training Managing Gender Based Violence Cases atau pelatihan paralegal untuk pengungsi yang ada di Kota Kupang. Pelatihan di hotel Kristal Kupang, Senin (14/12/2020) ini digagas oleh LBH APIK NTT bekerjasama dengan IOM. (POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO)

Ternyata setelah berbaris dan ditanyakan usia oleh fasilitator, ternyata banyak yang berbaris tak sesuai usia.

Dari sini para pengungsi diajar untuk tidak menilai seseorang berdasarkan fisik luar.

Karena belum tentu yang terlihat dari luar itu adalah hal yang sesungguhnya.   

Setelah itu, mereka diajak bermain untuk membuat sebuah Negara Republik dan kemudian nama Negara itu disepakati bersama dinamakan Negara Republik Bahagia.

Kemudian mereka mengangkat Presiden dan Wakil Presiden serta Menteri yang dipilih dalam pemilihan umum.

Presiden terpilih adalah Zahra Rahimi dan Wakil Presiden Asif Pazhwak dan seorang menteri.

Presiden terpilih adalah Zahra Rahimi (kanan) dan Wakil Presiden Asif Pazhwak (kiri) dan seorang menteri (tengah) dalam Pelatihan Champion Legal Training Managing Gender Based Violence Cases atau pelatihan paralegal untuk pengungsi yang ada di Kota Kupang. Pelatihan di hotel Kristal Kupang, Senin (14/12/2020) ini digagas oleh LBH APIK NTT bekerjasama dengan IOM.
Presiden terpilih adalah Zahra Rahimi (kanan) dan Wakil Presiden Asif Pazhwak (kiri) dan seorang menteri (tengah) dalam Pelatihan Champion Legal Training Managing Gender Based Violence Cases atau pelatihan paralegal untuk pengungsi yang ada di Kota Kupang. Pelatihan di hotel Kristal Kupang, Senin (14/12/2020) ini digagas oleh LBH APIK NTT bekerjasama dengan IOM. (POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO)

Lalu, mereka dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama yang berada di dalam ruangan adalah Presiden, wakil presiden, menteri.

Dalam kelompok pertama itu juga ada seorang kaya yang duduk di depan, lalu ada seorang disabilitas yakni tuna netra dan juga ada seorang tuna daksa atau seorang lumpuh yang duduk di kursi dalam keadaan terikat.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
716 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved