Daftar Desa di Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, Provinsi NTT, Indonesia

Daftar Desa di Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
google maps
Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, Provinsi NTT, Indonesia 

10. Kecamatan Pantar

11. Kecamatan Pantar Barat

12. Kecamatan Pantar Barat Laut

13. Kecamatan Pantar Tengah

14. Kecamatan Pantar TImur

15. Kecamatan Pulau Pura

16. Kecamatan Pureman

17. Kecamatan Teluk Mutiara

* Link Map Titik Koordinat Kecamatan :

https://www.google.com/maps?q=kabupaten+alor&rlz=1C1SQJL_enID905ID905&um=1&ie=UTF-8&sa=X&ved=2ahUKEwi50e36qcztAhUYT30KHdknDboQ_AUoAXoECAUQAw

GEOGRAFI 

Secara geografis terletak di antara 125°48" -123°48" BT dan antara 8°6"-8°36" LS.

Batas Wilayah

Sebagai daerah kepulauan paling timur Nusa Tenggara Timur, Kabupaten Alor berbatasan dengan:

Utara     : Laut Flores

Timur    : Wilayah kabupaten Maluku Barat Daya[8]

Selatan : Selat Ombai dan Timor Leste

Barat     : Selat Lomblen dan Kabupaten Lembata

Luas wilayah yang dimiliki adalah 2.864,64 Km2. Kabupaten Alor merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 20 pulau. Sembilan pulau yang telah dihuni penduduk, yakni: Pulau Alor, Pulau Pantar, Pulau Pura, Pulau Tereweng, Pulau Ternate, Kepa, Pulau Buaya, Pulau Kangge dan Pulau Kura. 11 pulau lainnya tidak berpenghuni, masing-masing Pulau Sikka, Pulau Kapas, Pulau Batang, Pulau Lapang, Pulau Rusa, Pulau Kambing, Pulau Watu Manu, Batu Bawa, Pulau Batu Ille, Pulau Ikan Ruing dan Pulau Nubu.

Jenis tanah di Kabupaten Alor temasuk Vulkanik muda sehingga kaya unsur hara dengan struktur tanah yang gembur dan subur. Solum tanah sedang sampai dalam, sehingga tanah lebih stabil dengan kemampuan menahan air tinggi dan dapat diusahakan berbagai jenis tanaman.

Kondisi geografi Kabupaten Alor berkonfigurasi bergunung-gunung dan memberikan variasi iklim yang berbeda dan sangat menguntungkan bagi daerah dan rakyat dalam pengembangan tanaman produksi.

Seluruh wilayah Kabupaten Alor masuk dalam kategori iklim sabana tropis (Aw). Dalam jangka waktu setahun, musim penghujan relatif cukup singkat, yakni dari bulan Desember hingga bulan Maret. 

DAFTAR BUPATI DI KABUPATEN ALOR

1. Ladgerus Polluan,  periode tahun 1948 - 1950

2. Hendrik Nihli Kanajara, periode tahun 1950 - 1958

3. Johan Hendrik Ahab, periode tahun 1958 - 1958

4. Syarif Abdullah, periode tahun 1958 - 1960

5. Jhon Bastian Denu, periode tahun 1960 - 1962

6. Umbu Marthinus Diky Terapajang, periode tahun 1963 - 1967

7. Jacob Octovianus Ledo,BA, periode tahun 1967 - 1972

8. Drs.Umbu Pekudjawang, periode tahun  1972 - 1978

9. Drs. Jacobus Djobo, periode tahun 1972 - 1984

10. Teddy Sutedjo, periode tahun  1984 - 1989

11. Drs. Hosea Dally, periode tahun 1989 - 1999

12. Ir. Ansgerius Takalapeta, periode tahun 1999 - 2009

13. Drs. Simeon Th. Pally, periode tahun 2009 - 2014

14. Drs Amon Djobo dan wabup Imran Duru, periode tahun 2014 -2019 dan tahun 2019 - 2024

SEJARAH KABUPATEN ALOR 

Dilansir poskupangwiki.com dari laman wikipedia Indonesia, cerita yang beredar di masyarakat Alor, kerajaan tertua di Kabupaten Alor adalah kerajaan Abui di pedalaman pegunungan Alor dan kerajaan Munaseli di ujung timur pulau Pantar.

Suatu ketika, kedua kerajaan ini terlibat dalam sebuah Perang Magic. Mereka menggunakan kekuatan-kekuatan gaib untuk saling menghancurkan.

Munaseli mengirim lebah ke Abui, sebaliknya Abui mengirim angin topan dan api ke Munaseli. Perang ini akhirnya dimenangkan oleh Munaseli. Konon, tengkorak raja Abui yang memimpin perang tersebut saat ini masih tersimpan dalam sebuah goa di Mataru.

Kerajaan berikutnya yang didirikan adalah kerajaan Pandai yang terletak dekat kerajaan Munaseli dan Kerajaan Bunga Bali yang berpusat di Alor Besar. Munaseli dan Pandai yang bertetangga, akhirnya juga terlibat dalam sebuah perang yang menyebabkan Munaseli meminta bantuan kepada raja kerajaan Majapahit, mengingat sebelumnya telah kalah perang melawan Abui.

Sekitar awal tahun 1300-an, satu detasmen tentara bantuan kerajaan Majapahit tiba di Munaseli tetapi yang mereka temukan hanyalah puing-puing kerajaan Munaseli, sedangkan penduduknya telah melarikan diri ke berbagai tempat di Alor dan sekitarnya.

Para tentara Majapahit ini akhirnya banyak yang memutuskan untuk menetap di Munaseli, sehingga tidak heran jika saat ini banyak orang Munaseli yang bertampang Jawa. Peristiwa pengiriman tentara Majapahit ke Munaseli inilah yang melatarbelakangi disebutnya Galiau (Pantar) dalam buku Negarakartagama karya Mpu Prapanca yang ditulisnya pada masa jaya kejayaan Majapahit (1367).

Buku yang sama juga menyebut Galiau Watang Lema atau daerah-daerah pesisir pantai kepulauan. Galiau yang terdiri dari 5 kerajaan, yaitu Kui dan Bunga Bali di Alor serta Blagar, Pandai dan Baranua di Pantar. Aliansi 5 kerajaan di pesisir pantai ini diyakini memiliki hubungan dekat antara satu dengan lainnya, bahkan raja-raja mereka mengaku memiliki leluhur yang sama.

Pendiri ke 5 kerajaan daerah pantai tersebut adalah 5 putra Mau Wolang dari Majapahit dan mereka dibesarkan di Pandai. Yang tertua di antara mereka memerintah daerah tersebut. Mereka juga memiliki hubungan dagang, bahkan hubungan darah dengan aliansi serupa yang terbentang dari Solor sampai Lembata.

Jalur perdagangan yang dibangun tidak hanya di antara mereka tetapi juga sampai ke Sulawesi, bahkan ada yang menyebutkan bahwa kepulauan kecil di Australia bagian utara adalah milik jalur perdagangan ini. Mungkin karena itulah beberapa waktu lalu sejumlah pemuda dari Alor Pantar melakukan pelayaran ke pulau Pasir di Australia bagian utara.

Laporan pertama orang-orang asing tentang Alor bertanggal 8–25 Januari 1522 adalah Pigafetta, seorang penulis bersama awak armada Victoria sempat berlabuh di pantai Pureman, Kecamatan Alor Barat Daya. Ketika itu mereka dalam perjalanan pulang ke Eropa setelah berlayar keliling dunia dan setelah Magelhaen, pemimpin armada Victoria mati terbunuh di Philipina.

Pigafetta juga menyebut Galiau dalam buku hariannya. Observasinya yang keliru adalah penduduk pulau Alor memiliki telinga lebar yang dapat dilipat untuk dijadikan bantal sewaktu tidur. Pigafetta jelas telah salah melihat payung tradisional orang Alor yang terbuat dari anyaman daun pandan. Payung ini dipakai untuk melindungi tubuh sewaktu hujan.

SEJARAH KEAGAMAAN  DI KABUPATEN ALOR

Sebelum masuknya agama-agama besar, penduduk Alor menganut paham animisme dan dinamisme. Mereka menyembah matahari (Larra/Lera), bulan (Wulang), sungai (Neda/dewa air), hutan (Addi/dewa hutan), dan laut (Hari/dewa laut).

Saat ini mayoritas penduduk Alor adalah penganut agama Kristen sebanyak 76,11% (Mayoritas Protestan 72,79% dan sebahagian Katolik 3,32%), sementara pemeluk agama Islam juga cukup banyak, sekitar 23,74%, dan selebihnya adalah pemeluk agama Hindu 0,06% dan kepercayaan.[3]

Agama Islam

Agama Islam masuk ke Alor melalui desa Gelubala (sekarang Baranusa) di Pulau Pantar, melalui kehadiran seorang mubaligh dari Kesultanan Ternate bernama Mukhtar Likur pada tahun 1522. Data ini diperkuat oleh catatan seorang anak buah penjelajah dunia Ferdinand Magellan dari Portugal bernama Fegafetta yang singgah di Alor pada tahun 1522 dalam pelayarannya kembali ke Eropa.

Dia mencatat bahwa di Kepulauan Alor, tepatnya di Pulau Pantar, mereka telah menemukan suatu komunitas Islam yang tinggal di kampung bernama Maloku, Baranusa. Dari tempat ini Islam mulai menyebar ke arah timur dan masuk ke desa-desa di Alor lainnya seperti Bungabali (sekarang Alor Besar), Alor Kecil, Dulolong dan lainnya.

Pada tahun 1523 tibalah lima Gogo bersaudara dari Ternate bernama Iang Gogo, Kima Gogo, Karim Gogo, Sulaiman Gogo dan Yunus Gogo disertai seorang mubaligh lainnya bernama Abdullah. Mereka memiliki misi yang sama dengan Mukhtar Likur, yaitu menyebarkan ajaran Islam di kepulauan Alor.

Untuk mencapai tujuan ini, mereka berpisah dan menyebar ke berbagai desa di Alor. Iang Gogo menetap di Bungabali (Alor Besar), Kima Gogo di Malua/Kui/Lerabaing, Karim Gogo di Malaga (nama Portugis untuk Nuha Beng atau Ternate Alor), Sulaiman Gogo di Panje (Pandai) - sebuh desa pantai di ujung paling utara Pulau Pantar, sedangkan Yunus Gogo dan Abdullah menetap di Gelubala, Baranusa.

Tiga desa pertama yang memeluk agama Islam berada di Bungabali Alor Besar (Laffong Beng), Alor Kecil (Laffo Kisu) dan Dulolong (Dalolu). Menurut catatan, cepatnya proses ketiga desa ini memeluk agama Islam adalah karena ketiga desa ini dibangun oleh satu keluarga yang sama, yaitu keturunan dari Sakubala Duli dan istrinya Bui Munangbela.

Di Alor Besar Iang Gogo meninggalkan suatu peninggalan bersejarah, yaitu sebuah kitab suci Al Quran yang ditulis tangan. Al Quran ini ditulis di kertas kulit kayu. Saat ini Al Quran tersebut disimpan oleh Saleh Panggo Gogo yang merupakan generasi ke-13 keturunan Iang Gogo.

Agama Kristen

Agama Kristen pertama kali masuk Alor pada masa administrasi Controleur Bouman pada tahun 1908 ketika seorang pendeta berkebangsaan Jerman, D.S. William-Bach, tiba dengan kapal Canokus dan kemudian kegiatan penyebaran agama Kristen dari Pantai Dulolong.

Gereja pertama di Alor dibangun pada tahun 1912, dinamai Gereja Kalabahi (sekarang dikenal sebagai Gereja Pola). Kayu-kayu bangunan gereja ini berasal dari Kalimantan dan menurut catatan dikerjakan oleh para tukang Muslim, bukti dari adanya toleransi antar-umat beragama di Alor sejak dulu.

Dari tahun 1950an hingga tahun 1980an para misionaris Kristen silih berganti datang ke Alor dan bekerja sebagai pendeta, perawat bahkan dokter. Dua diantaranya adalah suami-istri Dr. De Jong yang bekerja di RSUD Kalabahi.

Dalam bukunya "Brieven aan Alor" (Surat-surat ke Alor) Dr. De Jong menceritakan pengalamannya selama hidup dan bekerja di Alor. Dokter asal Jerman lainnya, Dr. Kleven bahkan memberi nama lokal Alor, Loni, untuk putrinya.

Agama Budha

Agama Budha pertama kali masuk ke Alor melalui para pedagang Tionghoa. Orang Tionghoa pertama yang menjejakkan kakinya di bumi Alor adalah Ong Keng Tjau atau lebih dikenal dengan julukan OKT. Ia tiba di Alor pada tahun 1908 dari kota Fuzhou, Provinsi Fujian, Tiongkok, dan menetap di Alor Kecil untuk memuali usaha hasil bumi. Dengan berpindahnya pusat pemerintahan, kegiatan perniagaan OKT juga dipindahkan ke Kalabahi pada tahun 1911.

Komunitas Tionghoa yang dibentuk oleh OKT dengan cepat membaur dengan komunitas lokal. OKT sendiri sempat menikahi wanita lokal bernama Ina Lipu yang beragama Islam. Penyebaran ajaran agama Budha di Alor pun lebih bersifat internal, yaitu hanya berkembang di kalangan warga Tionghoa dan keturunannya saja.

LAMBANG DAERAH

Lambang Daerah Kabupaten Alor ditetapkan dengan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 1975, sebagai berikut: Lambang Daerah berbentuk lukisan “Perisai Segi Lima” dan di dalam lukisan itu terdapat :

Pohon beringin dan mesbah

Rumah adat dan moko (maskawin suku Alor)

Pohon beringin dan mesbah, rumah adat dan moko dilingkari oleh:

Untaian padi, kelopan dan bunga kapas pada ujung-ujung untaian padi dan kelopak serta bunga kapas terdapat:

Bintang persegi lima serta pangkal-pangkalnya terdapat:

Tiga lilitan dan pita terbentang dengan tulisan Kabupaten Alor

Panah yang ditempatkan agak melintang memisahkan warna dasar perisai merah biru

Lambang dengan tata warna sebagai berikut:

Perisai Segi Lima berwarna dasar merah dan biru bergaris pinggir tebal warna hitam

Mesbah berwarna putih hitam

Beringin hijau tua dan pohon berwarna coklat tanah

Panah berwarna hitam

Rumah adat berwarna coklat tua

Moko berwarna hitam

Untaian padi berwarna Kuning

Kelopak kapas berwarna hijau dan bunga kapas berwarna putih

Bintang bersudut lima berwarna kuning emas

Pita terbentang berwarna putih dan garis hitam pada pinggir bagian atas

Tiga lilitan tali berwarna hitam

ARTI LAMBANG DAN WARNA

Perisai Segi Lima berwarna dasar merah biru dengan garis pinggir tebal berwarna hitam melukiskan Jiwa Nasionalis masyarakat Kabupaten Alor yang suci dan berani dimana segala usaha ditujukan untuk kepentingan nasional yang berlandaskan falsafah Pancasila dalam satu kesatuan wawasan nusantara serta hakikat kesuburan Kabupaaten Alor.

Pohon Beringin berwarna hijau tua dengan batang berwarna coklat tanah dan mesbah berwarna putih hitam yang tidak terpisahkan mencerminkan perlindungan hidup seutuhnya dalam kehidupan rohani dan jasmani dalam ruang lingkup Kabupaten Alor.

Rumah Adat berwarna coklat tua dan Moko berwarna hitam juga tidak dapat diartikan secara terpisah-pisah dimana rumah adat tempat menyimpan benda-benda pusaka dari suatu suku mencerminkan tanda sejarah dan kebudayaan serta bernilai ekonomis.

Bintang bersudut lima berwarna kuning emas mencerminkan Ketuhanan Yang Maha Esa berdasarkan falsafah Pancasila yang luhur dan agung.

Panah yang ditempatkan agak melintang memisahkan warna merah dan biru mencerminkan jiwa dinamika rakyat Kabupaten Alor pada laut dalam Nusa Tenggara Timur.

Untaian padi 20 dan bunga kapas 12, mesbah susunan batunya berurutan dari atas ke bawah dengan ukuran: tebal lurus = 1, deretan batu = 9, deretan batu = 5, deratan batu = 8, melambangkan hari tanggal dan tahun lahirnya Kabupaten Alor, yakni 20 Desember 1958.

Pita terbentang berwarna putih tertulis Kabupaten Alor dalam warna hitam.

Tiga lilitan tali berwarna hitam pada pangka-pangkal untaian padi dan kelopak serta bunga kapas mencerminkan Pulau Alor, Pulau Pantar dan pulau-pulau kecil disekitarnya yang bersatu padu dalam persatuan perjuangan.

TRANSPORTASI DI KABUPATEN ALOR

BANDARA

Bandara Mali memilki panjang landasan/arah/PCN: 1.600 x 30 m /03-21/ 22 FCZU. Tergolong kelas IV/A dengan kemampuan bisa untuk mendarat jenis Pesawat C-212, ATR 42, Fokker-50 dan memiliki terminal domestik seluas sekitar 500 m2, Perusahaan penerbangan yang melayani Kupang-Alor-Kupang adalah TransNusa Aviation Mandiri dgn jenis Pesawat Fokker-50 & ATR 42-600.

PELABUHAN

Pelabuhan Baranusa memiliki 1 buah dermaga dengan panjang 35 meter. Selain Baranusa terdapat juga pelabuhan laut di Kalabahi dan Maritaing, dalam TA. 2011 dibangun pula pelabuhan duliono di Kota Kalabahi. Sementara untuk pelabuhan Penyeberangan terdapat di Kalabahi yang dikelola oleh UPT Ditjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan. Dan dalam TA. 2011 dibangun pula pelabuhan pelabuhan penyeberangan di Pulau Pantar yanitu di Baranusa berdampingan dengan pelabuhan laut yang eksis (Dishub Prov. NTT)

PARIWISATA DI KABUPATEN ALOR

Alor memiliki nama yang pendek hanya empat huruf tetapi keindahan di darat dan di bawah lautnya sangatlah panjang bahkan tak cukup satu minggu untuk menggapainya. Alor begitu penuh kejutan sekaligus mengagumkan mulai dari taman bawah laut, budaya moko, suku tradisional di pegunungan, hingga Al-Quran tertua di Asia Tenggara.

Karang dan biota laut yang mempesona merupakan suguhan wisata andalan Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur. Kebeningan air laut yang dihuni karang dan ikan warna-warni membuat laut Alor terkenal ke seantero jagat. Taman laut Alor disebut-sebut terbaik kedua di dunia setelah Kepulauan Karibia.

Taman Laut

Taman Laut di antara Pulau Alor dan Pantar. Mudah dijangkau dengan transportasi darat maupun transportasi laut dari kota Kalabahi. Jarak dari darat 14–19 km sedangkan jarak dari laut sekitar 15 menit. Kawasan ini Memiliki 18 titik selam yang disebut Baruna’s Dive Sites at Alor, yaitu:

Baruna’s Point

Never – Never Wall

Cave Point

Barrel Sponge Wall

Mola – mola Point

Night Snacks

Alor Expree / Alor Dreaming

Rocky Point

Three Coconuts

Moving Pictures

Eagle Ray Point

Rahim’s Point

Tuna Channel

Anemone Country

Sharks Reeway

Octopus Garden

Captain’s Choice

The Refrigerator

Memiliki air laut yang bersih, biota laut yang beraneka ragam, terdapat titik selam yang dapat dinikmati pada malam hari dan taman laut kelas dunia menurut Karl Muller dalam Bukunya East of Bali.

KAMPUNG TRADISIONAL TAKPALA

Kampung tradisional Takpala terletak di Desa Lembur Barat, Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor. Perjalanan ke Takpala dari Bandar Udara Mali, Alor bisa ditempuh dengan ojek sepeda motor. Jika dengan kendaraan umum dari Terminal Kalabahi, ibu kota Kabupaten Alor, bisa menggunakan bus jurusan Bukapiting lalu turun di Takalelang.

Spanduk selamat datang ke kampung tradisional Takpala menyambut di depan jalan mendaki beraspal menuju Takpala. Perjalanan dari Takalelang menuju Takpala memerlukan waktu sekitar 15 menit jika berjalan kaki. Sebagai kampung tradisional, Takpala memiliki 12 rumah adat dan merupakan tujuan wisata Alor yang telah ditata cukup baik. Masuk kawasan Takpala tidak dipungut retribusi sedikit pun.

Di Takpala bisa dijumpai kehidupan yang sangat bersahaja. Masyarakat menyandarkan kebutuhan sehari-hari pada hasil hutan, sehingga ketika berkunjung di siang hari, suasana kampung tampak sepi karena penduduknya pergi ke hutan mencari kebutuhan hidup.

Jika sebelum kunjungan para wisatawan memberitahukan terlebih dahulu ke dinas wisata setempat, maka warga Takpala bisa diorganisasi untuk menyuguhkan tarian Lego-lego. Tarian ini dilakukan secara massal, bergandengan tangan secara melingkar. Tetabuhan gong dan moko mengiringi gerak rancak para penari.

PANTAI MALI

Letaknya disebelah timur kota Kalabahi kira-kira 15 km dibagian selatan bandar udara Mali. Memiliki pasir putih dan air laut yang bersih serta karang-karang laut yang indah.

PANTAI DEERE

Letaknya di bagian utara Bandara Mali, bisa ditempuh dengan kendaraan roda 2 dan roda 4. Berpotensi besar karena pasir putih dan air laut yang bersih dan lingkungan yang mendukung, tetapi sayangnya belum dikelola secara baik dan profesional.

PANTAI MAIMOL

Berjarak kurang lebih 8 km dari kota Kalabahi, Maimol sebagai kampung nelayan tradisional, memiliki potensi cukup baik, namun belum dikelola secara profesional.

KULINER

Secara pasti kuliner khas Alor adalah kenari, jagung titi, dan kue rambut. Ketiga kudapan ringan tersebut mudah Anda jumpai di pasar tradisional Kalabahi. Untuk mendapatkan ketiganya sekaligus dalam satu kardus cukup Rp50.000,-

KUE RAMBUT

Kue rambut bentuknya mirip gumpalan rambut dan biasanya menjadi teman minum kopi atau teh. Kudapan ini terbuat dari adonan tepung tapioka, tepung beras, air gulan pohon lontar, dan gula pasir. Untuk membuatnya tipis seperti rambut adalah melalui cetakan berbahan kaleng yang dasarnya dilubangi seperti saringan lalu diteteskan ke wajan yang telah diisi minyak panas. Adonan dibentuk seperti kerucut dengan melipatnya kemudian digoreng.

JAGUNG BOSE

Jagung bose diolah dari jagung berbiji putih yang direndam di air kapur sirih. Kulit arinya dibuang lalu bulir jagung dijemur, direbus hingga matang kemudian disiram santan. Bubur jagung ini biasanya menjadi dinikmati bersama ikan bakar atau sebagai pengganti nasi.

Makanan khas Alor ada juga hasil olahan jagung lainnya yaitu jagung titi. Terbuat dari biji jagung yang dipipil bijinya menjadi bulir kemudian disangrai dalam kuali tanah liat dengan tungku kayu. Berikutnya ditumbuk perlahan (dititi) dengan batu hingga pipih. Biasanya jagung titi dinikmati bersama kenari.

Lodeh jantung pisang adalah kuliner khas Alor yang patut dicicipi. Berupa bagian dalam jantung pisang kepok yang dipilih dan dipilah kemudian dicampur bumbu kaldu yang nikmat.

SUKU DI ALOR

Di daratan Pulau Alor berdiam beberapa suku tradisional Flores dengan adat-istidat yang tidak banyak berubah sejak zaman batu, bahkan salah satunya masih menyimpan tradisi membuat pakaian dari kulit pohon (pakaian ka). Kemegahan budaya Alor dapat Anda jumpai pada suku Takpala yang tinggal di Desa Lembur Barat, Alor Tengah Utara.

Suku adat ini masih memegang teguh tradisi dengan mempertahankan rangkaian bangunan adat berbentuk limas beratap daun kelapa, ditopang empat pilar dalam bingkai pohon asam dan berdinding anyaman bambu. Desa ini didiami suku Abui sebagai suku terbesar di Alor dengan dua rumah adat sebagai simbol utama dan 13 rumah gudang (lumbung pangan).

Salah satu kekayaan budaya di Nusa Tenggara atau Sunda Kecil adalah wilayah ini memiliki banyak sekali bahasa daerah (baca: bahasa suku). Di Pulau Alor ada puluhan bahasa dari suku yang mendiami kampung-kampungnya. Banyaknya bahasa di Alor telah ditelaah oleh peneliti bahasa mancanegara sejak tahun 1930-an.

Di pesisir pantai Alor, ada sebuah desa yang menyimpan Al-Quran tertua di Indonesia bahkan di Asia Tenggara. Al-Quran tersebut terbuat dari kulit kayu dan pewarna alam dengan usia diperkirakan lebih dari 800 tahun. Al-Quran tua ini pernah sekali keluar dari Alor pada April 2011 untuk dipamerkan dalam Festival Legu Gam, Ternate, melalui Kesultanan Ternate.

Luas Pulau Alor adalah 2.119,7 km² dengan jumlah penduduk sekira 181.913 jiwa (2010). Kabupaten Alor sendiri merupakan wilayah kepulauan yang terdiri dari 20 pulau dalam 17 kecamatan.

Ada 9 pulau yang telah dihuni, yaitu: Pulau Alor, Pulau Pantar, Pulau Pura, Pulau Tereweng, Pulau Ternate, Kepa, Pulau Buaya, Pulau Kangge, dan Pulau Kura. 11 pulau lainnya tidak berpenghuni, masing-masing Pulau Sikka, Pulau Kapas, Pulau Batang, Pulau Lapang, Pulau Rusa, Pulau Kambing, Pulau Watu Manu, Batu Bawa, Pulau Batu Ille, Pulau Ikan Ruing dan Pulau Nubu.

Alor termasuk salah satu dari 92 pulau terluar di Indonesia karena berbatasan dengan Timor Leste dan Selat Ombay di sebelah selatan. Alor adalah kepulauan yang dilintasi jalur pelayaran dagang internasional ke Samudera Pasifik.

Di bagian Utara Alor berbatasan dengan Laut Flores, di bagian Barat dengan Selat Lomblen dan Kabupaten Lembata, serta di bagian Timur dengan kepulauan Maluku Tenggara Barat.

Wilayah Pulau Alor mempunyai ketinggian rata-rata sekira 6 hingga 1700 meter di atas permukaan laut dengan iklim semiarid, yaitu terjadi pergantian musim yang periodenya tidak seimbang. Setiap tahun musim hujannya singkat selama 3–5 bulan dan musim kemaraunya panjang 7-8 bulan. Sungai-sungai di Pulau Alor terbilang pendek dan sempit serta mengalir ke arah utara dan selatan lalu bermuara di Laut Flores, Selat Ombai dan Teluk Kalabahi.

Saat ini Kabupaten Alor terdiri dari 17 kecamatan dengan kondisi daratan yang berbukit dan bergunung sehingga memberi variasi iklim yang berbeda tetapi bermanfaat untuk beragam tanaman produksi. Beberapa tanaman yang dibudidayakan adalah: padi, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau, kacang kedelai, kelapa, kopi, jambu mente, cengkih, kemiri, pinang, vanili, kakao, pala, dan lada

Keindahan alam dan keramahan masyarakat di pulau ini seakan menyatu dan membingkiskan pengalaman yang berkesan. Kadang dalam kesederhanaan dapat Anda termukan kedekatan hati dan kesan yang mendalam.

Berkunjung ke Alor akan memberi Anda pengalaman menikmati alam yang indah dan sentuhan interaksi masyarakatnya yang ramah. Hal itu seperti banyak disebut orang-orang bahwa kepanjangan Alor adalah: Alam Lestari dan Orang Ramah. (*)

DAFTAR KECAMATAN DAN DESA DI KABUPATEN ALOR

KECAMATAN TELUK MUTIARA

Daftar Desa di Kecamatan Teluk Mutiara, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Kecamatan Teluk Mutiara merupakan satu dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Alor.

Kecamatan Teluk Mutiara memiliki 10 Kelurahan dan 6 Desa :

Daftar 10 Kelurahan di Kabupaten Alor

1. Kelurahan Binongko

2. Kelurahan Kalabahi Barat

3. Kelurahan Kalabahi Kota

4. Kelurahan Kalabahi Tengah

5. Kelurahan Kalabahi Timur

6. Kelurahan Mutiara

7. Kelurahan Nusa Kenari

8. Kelurahan Welai Barat

9. Kelurahan Welai Timur

10. Kelurahan Wetabua

Daftar 6 Desa di Kabupaten Alor

1. Desa Adang Buom

2. Desa Air Kenari

3. Desa Fanating

4. Desa Lendola

5. Desa Motongbang

6. Desa Teluk Kenari

* Link Map Titik Koordinat Kecamatan Teluk Mutiara :

https://www.google.com/maps?q=Kecamatan+Teluk+Mutiara&rlz=1C1SQJL_enID905ID905&um=1&ie=UTF-8&sa=X&ved=2ahUKEwiG9dHAtM3tAhV363MBHXIKC_oQ_AUoAXoECAYQAw

KECAMATAN PUREMAN

Daftar Desa di Kecamatan Pureman, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Kecamatan Pureman merupakan 1 dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Alor.

Kecamatan Pureman memiliki 4 Desa :

1. Desa Kailesa

2. Desa Langkuru

3. Desa Langkuru Utara

4. Desa Purnama

* Link Map Titik Koordinat Kecamatan Pureman :

https://www.google.com/maps?q=Kecamatan+Pureman&rlz=1C1SQJL_enID905ID905&um=1&ie=UTF-8&sa=X&ved=2ahUKEwiqr8b4rsztAhVrqksFHe6vBWQQ_AUoAXoECAYQAw

KECAMATAN PULAU PURA 

Daftar Desa di Kecamatan Pulau Pura, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Kecamatan Pulau Pura merupakan satu dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Alor.

Kecamatan Pulau Pura memiliki 1 Kelurahan dan 5 Desa.

Kelurahan di Kecamatan Pulau Pura : 

1. Kelurahan Pura

Desa di Kecamatan Pulau Pura :

1. Desa Maru

2. Desa Pura Barat

3. Desa Pura Selatan

4. Desa Pura Tengah

5. Desa Pura Utara

* Link Map Titik Koordinat Kecamatan Pulau Pura:

https://www.google.com/maps/place/Pulau+Pura,+Kabupaten+Alor,+Nusa+Tenggara+Tim./@-8.3004545,124.3106968,13z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x2daa859112f428c5:0x5273b339ab12c66f!8m2!3d-8.3041677!4d124.3421397

KECAMATAN PANTAR TIMUR

Daftar Desa di Kecamatan Pantar Timur, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Kecamatan Pantar Timur merupakan satu dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Alor.

Kecamatan memiliki 11 Desa :

1. Desa Batu

2. Desa Bunga Bali

3. Desa Kaera

4. Desa Kaleb

5. Desa Lalafang

6. Desa Lekom

7. Desa Mawar

8. Desa Merdeka

9. Desa Nule

10. Desa Ombay

11. Desa Treweng

* Link Map Titik Koordinat Kecamatan Pantar Timur:

https://www.google.com/maps?q=kecamatan+pantar+timur&rlz=1C1SQJL_enID905ID905&um=1&ie=UTF-8&sa=X&ved=2ahUKEwjgt5u5sMztAhXHAnIKHVAbBFEQ_AUoAXoECAYQAw

KECAMATAN PANTAR TENGAH

Daftar Desa di Kecamatan Pantar Tengah, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Kecamatan Pantar Tengah merupakan satu dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Alor.

Kecamatan Pantar Tengah memiliki 10 Desa :

1. Desa Aramaba

2. Desa Bagang

3. Desa Delaki

4. Desa Eka Jaya

5. Desa Mauta

6. Desa Muriabang

7. Desa Tamak

8. Desa Toang

9. Desa Tubbe

10. Desa Tude

* Link Map Titik Koordinat Kecamatan Pantar Tengah :

https://www.google.com/maps/place/Pantar+Tengah,+Kabupaten+Alor,+Nusa+Tenggara+Tim./@-8.4338057,123.9844842,11z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x2daaec9145decb51:0x757223536e69736b!8m2!3d-8.4651251!4d124.1309397

KECAMATAN PANTAR BARAT LAUT

Daftar Desa di Kecamatan Pantar Barat Laut, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Kecamatan Pantar Barat Laut merupakan satu dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Alor.

Kecamatan Pantar Barat Laut memiliki 7 Desa :

1. Desa Allumang

2. Desa Beangonong

3. Desa Kalondama Barat

4. Desa Kalondama Tengah

5. Desa Kayang

6. Desa Lamma

7. Desa Marisa

* Link Map Titik Koordinat Kecamatan Pantar Barat Laut :

https://www.google.com/maps?q=Kecamatan+Pantar+Barat+Laut&safe=active&rlz=1C1SQJL_enID905ID905&sxsrf=ALeKk03bxmjyg4RWrYBmIXZpI-Q9ZK4yKg:1607942002574&biw=1366&bih=657&um=1&ie=UTF-8&sa=X&ved=0ahUKEwjUj-jfos3tAhU1gtgFHYAdBNsQ_AUIDCgC

KECAMATAN PANTAR BARAT

Daftar Desa di Kecamatan Pantar Barat, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Kecamatan Pantar Barat merupakan satu dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Alor.

Kecamatan Pantar Barat memiliki 7 Desa :

1. Desa Baraler

2. Desa Baranusa

3. Desa Blang Merang

4. Desa Ilu

5. Desa Kalondama

6. Desa Leer

7. Desa Piringsina

* Link Map Titik Koordinat Kecamatan Pantar Barat :

https://www.google.com/maps/place/Pantar+Bar.,+Kabupaten+Alor,+Nusa+Tenggara+Tim./@-8.3248124,123.9907514,12z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x2daaf161049d4ab5:0xdd9980259e181660!8m2!3d-8.3540673!4d124.0697103

KECAMATAN PANTAR

Daftar Desa di Kecamatan Pantar, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Kecamatan Pantar merupakan satu dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Alor.

Kecamatan Pantar memiliki 1 kelurahan dan 10 Desa. 

Kelurahan di Kecamatan Pantar :

1. Kelurahan Kabir

Desa di Kecamatan Pantar :

1. Desa Bana

2. Desa Bandar

3. Desa Baolang

4. Desa Bouweli

5. Desa Bukit Mas

6. Desa Helandohi

7. Desa Madar

8. Desa Munaseli

9. Desa Pandai

10. Desa Wailawar

* Link Map Titik Koordinat Kecamatan Pantar :

https://www.google.com/maps?q=Kecamatan+Pantar&rlz=1C1SQJL_enID905ID905&um=1&ie=UTF-8&sa=X&ved=2ahUKEwit8JCHpM3tAhUl73MBHew1BQ8Q_AUoAnoECAYQBA

KECAMATAN MATARU

Daftar Desa di Kecamatan Mataru, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Kecamatan Mataru merupakan satu dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Alor.

Kecamatan Mataru memiliki 7 Desa :

1. Desa Kamaifui

2. Desa Lakatuli

3. Desa Mataru Barat

4. Desa Mataru Selatan

5. Desa Mataru Timur

6. Desa Mataru Utara

7. Desa Taman Mataru

* Link Map Titik Koordinat Kecamatan Mataru :

https://www.google.com/maps?q=Kecamatan+Mataru&rlz=1C1SQJL_enID905ID905&um=1&ie=UTF-8&sa=X&ved=2ahUKEwjc-oXcr83tAhWGIbcAHctlAlgQ_AUoAXoECAYQAw

KECAMATAN LEMBUR

Daftar Desa di Kecamatan Lembur, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Kecamatan Lembur merupakan satu dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Alor.Kecamatan memiliki Desa :

Kecamatan Lembur memiliki 6 Desa :

1. Desa Lembur Timur

2. Desa Luba

3. Desa Talwai

4. Desa Tasi

5. Desa Tulleng

6. Desa Waimi

* Link Map Titik Koordinat Kecamatan Lembur :

https://www.google.com/maps/place/Lembur,+Kabupaten+Alor,+Nusa+Tenggara+Tim./@-8.203535,124.6792734,13z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x2d00631deeadea63:0xfe79e9f6a1e20bd9!8m2!3d-8.1744149!4d124.7188222

KECAMATAN KABOLA 

Daftar Desa di Kecamatan Kabola, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Kecamatan Kabola merupakan satu dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Alor.Kecamatan memiliki Desa :

Kecamatan Kabola memiliki 1 Kelurahan dan 4 Desa.

Kelurahan di Kecamatan Kabola :

1. Kelurahan Kabola

Desa di Kecamatan Kabola :

1. Desa Alila Timur

2. Desa Kopidil

3. Desa Lawahing

4. Desa Pante Deera

* Link Map Titik Koordinat Kecamatan Kabola :

https://www.google.com/maps/place/Kabola,+Kabupaten+Alor,+Nusa+Tenggara+Tim./@-8.1601585,124.4847934,12z/data=!3m1!4b1!4m5!3m4!1s0x2d0080f5a7f33d37:0x992478f27187b5b7!8m2!3d-8.1523478!4d124.5639142

KECAMATAN ALOR TIMUR LAUT

Daftar Desa di Kecamatan Alor Timur Laut, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Kecamatan Alor Timur Laut merupakan satu dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Alor.

Alor Timur Laut yang disingkat (ATL) beribu kota kecamatan Di Bukapiting, terdiri dari 8 desa yang sebagian wilayahnya terletak di pesisir pantai dan juga sebagian desa lainya berada di daerah pegunungan.

Kecamatan Alor Timur Laut dulunya merupakan bagian dari Kecamatan Alor Timur.

Kecamatan Alor Timur Laut memiliki 8 desa :

1. Desa Air Mancur

2. Desa Kamot

3. Desa Kenarimbala

4. Desa Lippang

5. Desa Nailang

6. Desa Pido

7. Desa Taramana

8. Desa Waisika

* Link Map Titik Koordinat Kecamatan Alor Timur Laut :

https://www.google.com/maps?q=Kecamatan+Alor+Timur+Laut&rlz=1C1SQJL_enID905ID905&um=1&ie=UTF-8&sa=X&ved=2ahUKEwj65Lfisc3tAhVb8HMBHZF2AUIQ_AUoAXoECAYQAw

KECAMATAN ALOR TIMUR 

Daftar Desa di Kecamatan Alor Timur, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Kecamatan Alor Timur merupakan satu dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Alor.

Kecamatan memiliki 1 kelurahan dan 9 Desa 

Kelurahan di Kecamatan Alor Timur :

1. Kelurahan Kolana Utara

Desa di Kecamatan Alor Timur :

1. Desa Belemana

2. Desa Elok

3. Desa Kolana Selatan

4. Desa Maritaing

5. Desa Maukuru

6. Desa Mausamang

7. Desa Padang Panjang

8. Desa Tanglapui

9. Desa Tanglapui Timur

* Link Map Titik Koordinat Kecamatan Alor Timur :

https://www.google.com/maps?safe=active&rlz=1C1SQJL_enID905ID905&sxsrf=ALeKk0356yY46jnUwnRvfLAWQfEEqJR7QA:1607946036186&gs_lcp=CgZwc3ktYWIQAzIECCMQJzICCC4yBggAEBYQHjICCCY6BAgAEEdQpg5Ypg5gxRFoAHACeACAAfYBiAH2AZIBAzItMZgBAKABAaoBB2d3cy13aXrIAQLAAQE&uact=5&q=Kecamatan+Alor+Timur&um=1&ie=UTF-8&sa=X&ved=2ahUKEwjPoKLQss3tAhVXILcAHSgHD-0Q_AUoAXoECAYQAw

KABUPATEN ALOR TENGAH UTARA

Daftar Desa di Kecamatan Alor Tengah Utara, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Kecamatan Alor Tengah Utara merupakan satu dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Alor.

Kecamatan Alor Tengah Utara memiliki 14 Desa :

1. Desa Alimebung

2. Desa Dapitau

3. Desa Fuisama

4. Desa Fungafeng

5. Desa Kafakbeka

6. Desa Lakwati

7. Desa Lembur Barat

8. Desa Lembur Tengah

9. Desa Likwatang

10. Desa Manetwati

11. Desa Nurbenlelang

12. Desa Petleng

13. Desa Tominuku

14. Desa Welai Selatan

* Link Map Titik Koordinat Kecamatan Alor Tengah Utara :

https://www.google.com/maps?q=Kecamatan+Alor+Tengah+Utara&rlz=1C1SQJL_enID905ID905&um=1&ie=UTF-8&sa=X&ved=2ahUKEwinjvGls83tAhWv9XMBHdsIBmsQ_AUoAXoECAYQAw

KABUPATEN ALOR SELATAN

Daftar Desa di Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Kecamatan Alor Selatan merupakan satu dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Alor.

Kecamatan memiliki 1 kelurahan dan 13 Desa. 

Kelurahan di Kecamatan Alor Selatan :

1. Kelurahan Kelaisi Timur

Desa di Kecamatan Alor Selatan :

1. Desa Kelaisi Barat

2. Desa Kelaisi Tengah

3. Desa Kiraman

4. Desa Kuneman

5. Desa Lella

6. Desa Maikang

7. Desa Malaipea

8. Desa Manmas

9. Desa Padang Alang

10. Desa Sidabui

11. Desa Silaipui

12. Desa Subo

13. Desa Tamanapui

* Link Map Titik Koordinat Kecamatan Alor Selatan :

https://www.google.com/maps?q=Kecamatan+Alor+Selatan&rlz=1C1SQJL_enID905ID905&um=1&ie=UTF-8&sa=X&ved=2ahUKEwiCr7DF5NPtAhX86nMBHXYfAjAQ_AUoAXoECAcQAw

KABUPATEN ALOR BARAT DAYA

Daftar Desa di Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Kecamatan Alor Barat Daya merupakan satu dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Alor.

Kecamatan Alor Barat Daya memiliki 1 kelurahan dan 19 Desa.

Kelurahan di Kecamatan Alor Barat Daya :

1. Kelurahan Moru 

Desa di Kecamatan Alor Barat Daya :

1. Desa Halerman

2. Desa Kafelulang

3. Desa Kuifana

4. Desa Manatang

5. Desa Margeta

6. Desa Moramam

7. Desa Morba

8. Desa Orgen

9. Desa Pailelang

10. Desa Pintu Mas

11. Desa Probur

12. Desa Probur Utara

13. Desa Tribur

14. Desa Wakapsir

15. Desa Wakapsir Timur

16. Desa Wolwal

17. Desa Wolwal Barat

18. Desa Wolwal Selatan

* Link Map Titik Koordinat Kecamatan Alor Barat Daya :

https://www.google.com/maps/search/Kecamatan+Alor+Barat+Daya/@-8.2936201,124.3226643,11z/data=!3m1!4b1

KABUPATEN ALOR BARAT LAUT

Daftar Desa di Kecamatan Alor Barat Laut, Kabupaten Alor, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Indonesia.

Kecamatan Alor Barat Laut merupakan satu dari 17 kecamatan yang ada di Kabupaten Alor.

Kecamatan Alor Barat Laut memiliki 1 keluarahan dan 18 Desa.

Kelurahan di Kecamatan Alor Barat Laut :

1. Kelurahan Adang

Desa di Kecamatan Alor Barat Laut : 

1. Desa Aimoli

2. Desa Alaang

3. Desa Alila

4. Desa Alila Selatan

5. Desa Alor Besar

6. Desa Alor Kecil

7. Desa Ampera

8. Desa Bampalola

9. Desa Dulolong

10. Desa Dulolong Barat

11. Desa Hulnani

12. Desa Lefokisu

13. Desa Lewalu

14. Desa O A Mate

15. Desa Otvai

16. Desa Pulau Buaya

17. Desa Ternate

18. Desa Ternate Selatan

* Link Map Titik Koordinat Kecamatan Alor Barat Laut :

https://www.google.com/maps?q=kecamatan+alor+barat+laut&rlz=1C1SQJL_enID905ID905&um=1&ie=UTF-8&sa=X&ved=2ahUKEwj-qP3kt83tAhXW4XMBHSxvCAYQ_AUoAXoECAYQAw

(poskupangwiki.com, novemy leo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved