Daftar Kecamatan di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi NTT, Indonesia

Daftar Kecamatan di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ), Indonesia

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
google maps
Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ), Indonesia 

Amplitudo suhu yang tinggi mengakibatkan batu-batuan menjadi lapuk, tanah merekah dan terjadi seleksi alam terhadap tumbuhan dan hewan yang dapat hidup dalam kondisi demikian.

Karena itu, jenis tumbuhan yang ada umumnya berupa tanaman keras seperti jati, kelapa dan aren, sementara hewan peliharaan umumnya adalah sapi, kerbau dan kuda yang telah menyesuaikan diri dengan keadaan alam Sumba yang berpadang sabana luas.

Keadaan tanah di Sumba Timur mengandung pasir, kapur dan batu karang karena ratusan ribu tahun yang lalu daerah ini berada di bawah permukaan laut.

Setelah zaman es berlalu, daratan ini muncul di atas permukaan laut, sehingga sering dijumpai berbagai jenis hewan laut seperti kerang, ikan dan tanaman laut yang telah menjadi fosil di bukit-bukit karang.

Rumput-rumput pun tumbuh di atas batu-batu karang.

Kabupaten ini menempati bagian timur Pulau Sumba dengan batas-batas sebagai berikut:

Utara : Selat Sumba
Timur : Laut Sabu
Selatan :  Samudra Hindia
Barat : Kabupaten Sumba Tengah

Selain itu kabupaten Sumba Timur juga meliputi empat pulau kecil di selatan, yakni Pulau Salura, Pulau Mengkudu, Pulau Kotak dan Pulau Nusa.

22 KECAMATAN DI KABUPATEN SUMBA TIMUR :

1. Kecamatan Haharu
2. KecamatanKahaungu Eti
3. Kecamatan Kambata Mapambuhang
4. Kecamatan Kambera
5. Kecamatan Kanatang
6. Kecamatan Karera
7. Kecamatan Katala Hamu
8. Kecamatan Kota Waingapu
9. Kecamatan Lewa
10. Kecamatan Lewa Tidahu
11. Kecamatan Mahu
12. Kecamatan Matawai Lapau
13. Kecamatan Ngadu Ngala
14. Kecamatan Nggaha Oriangu
15. Kecamatan Paberiwai
16. Kecamatan Pahunga Lodu
17. Kecamatan Pandawai
18. Kecamatan Pinu Pahar
19. Kecamatan Rindi
20. Kecamatan Tabundung
21. Kecamatan Umalulu
22. Kecamatan Wulla Waijelu

Sejumlah penduduk Sumba Timur masih memegang tradisi leluhur dengan menganut aliran tradisional yakni Marapu, aliran kepercayaan di pulau Sumba yang masih ada hingga saat ini.

Pemerintah telah menjamin dan mengakui setiap aliran kepercayaan yang ada di Indonesia.

Meskipun keadaan tanahnya kurang subur, lebih dari separuh penduduk kabupaten Sumba Timur ini adalah petani. Selain itu ada juga yang bekerja sebagai peternak, pegawai, buruh, nelayan dan lain-lain.

Walaupun sektor pertanian menempati tempat pertama dalam pendapatan regional, luas sawah yang bisa digarap baru 11 persen dari luas tanah kabupaten seluruhnya.

Penggarapan sawah ini dilakukan dengan cara tradisional yang disebut renca, yaitu pengerahan tenaga manusia dan kerbau dalam jumlah besar di atas tanah sawah yang akan ditanami.

Kaki-kaki kerbau yang berjumlah puluhan ini digunakan sebagai pengganti bajak dan pekerjaan renca ini diawali dan diakhiri dengan upacara keagamaan (ritus). Kehidupan sehari-hari penduduknya pada dasarnya merupakan cerminan kehidupan agama tradisional mereka.

Hal ini bisa dilihat saat mereka melaksanakan berbagai upacara adat berkenaan dengan daur hidup seperti upacara kelahiran (habola), perkawinan (lalei atau mangoma) dan kematian (pa taningu).

Perekonomian penduduk Sumba Timur ini sebagian besar adalah pertanian, (termasuk peternakan), industri rumah tangga (terutama kerajinan tekstil/tenun) serta pariwisata.

KERAJINAN DI SUMBA TIMUR

Industri rumah tangga di Sumba Timur didominasi kerajinan kain tenun ikat yang terdapat di hampir seluruh penjuru kabupaten. Kerajinan kain tenun ikat ini sudah terkenal sejak ratusan tahun.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
737 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved