Daftar Kecamatan di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi NTT, Indonesia

Daftar Kecamatan di Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ), Indonesia

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
google maps
Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ), Indonesia 

Ada dua kelompok pengrajin, yaitu yang menggantungkan seluruh penghasilannya pada pekerjaannya dan yang melakukannya hanya sebagai kerjaan sambilan.

Seniman sambilan ini umumnya adalah mereka yang secara sosial masih memiliki fungsi adat seperti kaum bangsawan (maramba).

Walaupun merupakan hasil sambilan, tenun jenis ini bermutu tinggi karena sebenarnya tenunan tersebut bukanlah barang dagangan, hanya sebagai koleksi atau digunakan dalam upacara adat.

Ada beberapa daerah yang terkenal dengan kain tenunnya, seperti Desa Kaliuda yang terletak di Kecamatan Pahungalodu, Rindi dan Watuhadang yang terletak di kecamatan Rindiumalulu, Rambangaru yang terletak di kecamatan Pandawai dan Kelurahan Prailulu.

Tenunan dari daerah ini bermutu tinggi karena dibuat dengan menggunakan ramuan tradisional dan membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.

Tidak jarang ada tenunan yang lama penyelesaiannya hingga tahunan, yang menyebabkan harga jualnya pun mencapai jutaan rupiah, terutama yang berasal dari Rindi, Kaliuda dan Kampung Pau.

Kerajinan tenun ini juga mendukung kegiatan pariwisata di kabupaten ini.

PERTANIAN DAN PETERNAKAN DI SUMBA TIMUR

Pada sektor pertanian tanaman, padi, jagung dan ubi kayu menjadi andalan. Hasil pertanian lainnya adalah cengkih, kapuk, kemiri, kelapa, ubi jalar, kacang tanah, kacang hijau, sorgum dan jambu mete. Hasil pertanian tersebut telah dikembangkan sejak tahun 1977.

Sektor peternakan memiliki sejarah panjang dan cukup berbeda dari daerah lain di Indonesia, oleh sebab keadaan alam wilayah ini yang memiliki musim penghujan pendek dan padang rumput (sabana) luas.

Sumba Timur terkenal sebagai pusat penangkaran dan perdagangan kuda sejak abad ke-19. 

Kuda sandel yang merupakan hasil perbaikan (grading up) kuda lokal dengan kuda Arab telah menjadi maskot daerah dan figurnya dimasukkan dalam lambang daerah.

Pada awal abad ke-20 (1906-1907) pemerintah Hindia Belanda memasukkan empat ras sapi ke Sumba, sapi jawa, sapi madura, sapi bali dan sapi ongole dari India. Hanya yang terakhir yang diketahui bisa beradaptasi dengan baik dan segera menjadi komoditi peternakan unggulan, menggeser kuda. 

Tujuh tahun sejak introduksi, pemerintah menetapkan Sumba sebagai pusat penangkaran sapi ongole murni dan sejak itu biakannya dikenal sebagai ras SO (Sumba Ongole) dan ini berlangsung hingga sekarang.

PARIWISATA DI SUMBA TIMUR 

Pantai Walakiri, Pantai Kalala, Pantai Alfon Ndawa Lu, Tarimbang, Purukambera dan Walakiri sudah mendunia dan dikenal sebagai tempat berselancar yang indah.

Sisa-sisa kebudayaan megalitik berupa kubur batu dan rumah-rumah adat asli yang sering menjadi tempat pelaksanaan upacara adat penguburan jenazah bangsawan menarik minat para wisatawan.

Wisata alam dapat dilakukan di Taman Nasional Laiwangi Wanggameti.

Tempat wisata populer lainnya adalah Londa Lima, Watuparunu dan Purukambera. Selain itu, Sumba Timur juga mempunyai objek wisata alam Air Terjun Laputi.

Referensi
* "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15.
* a b c "Kabupaten Sumba Timur Dalam Angka 2018". BPS Kabupaten Sumba Timur. Diakses tanggal 2 Oktober 2018.
* a b "Persentase Pemeluk Agama Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Nusa Tenggara Timur 2018". www.nttprov.go.id. Diakses tanggal 16 Januari 2020.
* Media, Kompas Cyber (2018-10-02). "Bupati Sumba Timur: Pasca-gempa, Warga Jangan Panik - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-11-07.
* Artikel "Seabad Sapi Ongole di Sumba Timur" dari arsip Kompas Online edisi 29 Oktober 2005, laporan Cokorda Yudistira
* Artikel tentang "Kabupaten Sumba Timur" di laman Kompas Online edisi 3 Mei 2002, dari Litbang Kompas (diambil dari cache google)
* "Air Terjun Laputi: Salah Satu Air Terjun Cantik di Sumba Timur". Travelmate Kamu. Diakses tanggal 17 April 2015. (POS-KUPANGWIKI.COM/NovemyLeo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
737 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved