Daftar desa di Kecamatan Mahu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi NTT, Indonesia

Daftar desa di Kecamatan Mahu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ), Indonesia.

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
google maps
Kecamatan Mahu, Kabupaten Sumba Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ), Indonesia. 

22 KECAMATAN DI KABUPATEN SUMBA TIMUR :

1. Kecamatan Haharu
2. KecamatanKahaungu Eti
3. Kecamatan Kambata Mapambuhang
4. Kecamatan Kambera
5. Kecamatan Kanatang
6. Kecamatan Karera
7. Kecamatan Katala Hamu
8. Kecamatan Kota Waingapu
9. Kecamatan Lewa
10. Kecamatan Lewa Tidahu
11. Kecamatan Mahu
12. Kecamatan Matawai Lapau
13. Kecamatan Ngadu Ngala
14. Kecamatan Nggaha Oriangu
15. Kecamatan Paberiwai
16. Kecamatan Pahunga Lodu
17. Kecamatan Pandawai
18. Kecamatan Pinu Pahar
19. Kecamatan Rindi
20. Kecamatan Tabundung
21. Kecamatan Umalulu
22. Kecamatan Wulla Waijelu

Sejumlah penduduk Sumba Timur masih memegang tradisi leluhur dengan menganut aliran tradisional yakni Marapu, aliran kepercayaan di pulau Sumba yang masih ada hingga saat ini.

Pemerintah telah menjamin dan mengakui setiap aliran kepercayaan yang ada di Indonesia.

Meskipun keadaan tanahnya kurang subur, lebih dari separuh penduduk kabupaten Sumba Timur ini adalah petani. Selain itu ada juga yang bekerja sebagai peternak, pegawai, buruh, nelayan dan lain-lain.

Walaupun sektor pertanian menempati tempat pertama dalam pendapatan regional, luas sawah yang bisa digarap baru 11 persen dari luas tanah kabupaten seluruhnya.

Penggarapan sawah ini dilakukan dengan cara tradisional yang disebut renca, yaitu pengerahan tenaga manusia dan kerbau dalam jumlah besar di atas tanah sawah yang akan ditanami.

Kaki-kaki kerbau yang berjumlah puluhan ini digunakan sebagai pengganti bajak dan pekerjaan renca ini diawali dan diakhiri dengan upacara keagamaan (ritus). Kehidupan sehari-hari penduduknya pada dasarnya merupakan cerminan kehidupan agama tradisional mereka.

Hal ini bisa dilihat saat mereka melaksanakan berbagai upacara adat berkenaan dengan daur hidup seperti upacara kelahiran (habola), perkawinan (lalei atau mangoma) dan kematian (pa taningu).

Perekonomian penduduk Sumba Timur ini sebagian besar adalah pertanian, (termasuk peternakan), industri rumah tangga (terutama kerajinan tekstil/tenun) serta pariwisata.

KERAJINAN DI SUMBA TIMUR

Industri rumah tangga di Sumba Timur didominasi kerajinan kain tenun ikat yang terdapat di hampir seluruh penjuru kabupaten. Kerajinan kain tenun ikat ini sudah terkenal sejak ratusan tahun.

Ada dua kelompok pengrajin, yaitu yang menggantungkan seluruh penghasilannya pada pekerjaannya dan yang melakukannya hanya sebagai kerjaan sambilan.

Seniman sambilan ini umumnya adalah mereka yang secara sosial masih memiliki fungsi adat seperti kaum bangsawan (maramba).

Walaupun merupakan hasil sambilan, tenun jenis ini bermutu tinggi karena sebenarnya tenunan tersebut bukanlah barang dagangan, hanya sebagai koleksi atau digunakan dalam upacara adat.

Ada beberapa daerah yang terkenal dengan kain tenunnya, seperti Desa Kaliuda yang terletak di Kecamatan Pahungalodu, Rindi dan Watuhadang yang terletak di kecamatan Rindiumalulu, Rambangaru yang terletak di kecamatan Pandawai dan Kelurahan Prailulu.

Tenunan dari daerah ini bermutu tinggi karena dibuat dengan menggunakan ramuan tradisional dan membutuhkan waktu yang lama untuk menyelesaikannya.

Tidak jarang ada tenunan yang lama penyelesaiannya hingga tahunan, yang menyebabkan harga jualnya pun mencapai jutaan rupiah, terutama yang berasal dari Rindi, Kaliuda dan Kampung Pau.

Kerajinan tenun ini juga mendukung kegiatan pariwisata di kabupaten ini.

PERTANIAN DAN PETERNAKAN DI SUMBA TIMUR

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved