AXA Financial Indonesia Gandeng GIZ & Inkopdit Sediakan Asuransi Mikro Formal untuk Koperasi

AXA Financial Indonesia Gandeng GIZ dan Inkopdit Sediakan Asuransi Mikro Formal untuk Koperasi.

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO
Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav 

POSKUPANG.COM, KUPANG - AXA Financial Indonesia Gandeng GIZ dan Inkopdit Sediakan Asuransi Mikro Formal untuk Koperasi.

Hal ini dilakukan terkait upaya melanjutkan Inisiatif terhadap Inklusi Keuangan.

AXA Financial Indonesia, bersama Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH dan Induk Koperasi Kredit (Inkopdit), menyediakan asuransi mikro yang formal, aman, dan berkelanjutan untuk meningkatkan asuransi inklusif di Indonesia.

AXA Financial juga berkomitmen untuk memberi perlindungan bagi seluruh anggota koperasi, Kerjasama Pemerintah dan Swasta (Public Private Partnership / PPP) ini bertujuan untuk memformalkan
asuransi internal yang dimiliki koperasi, agar dapat memberikan akses perlindungan yang
berkelanjutan selain perlindungan kredit.

Ummy Basuki, CFP, Faculty Head of Agent Development AXA Financial Indonesia
Ummy Basuki, CFP, Faculty Head of Agent Development AXA Financial Indonesia (POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO)

Hal ini terungkap dalam Konferensi Pers Virtual AXA Financial Indonesia terkait Kerja Sama AXA Financial Indonesia dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH dan Induk Koperasi Kredit (Inkopdit), Jumat (22/1/2021).

Dalam siaran pers yang diterima PosKkupang.com, Jumat (22/1/2021) siang, menyebutkan, guna memenuhi kebutuhan masyarakat kelas menengah (emerging customers), AXA Financial Indonesia, bekerja sama dengan Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH dan Inkopdit.

Mereka menyediakan solusi keuangan yang terjangkau dan berharga dengan mendukung Inkopdit untuk meresmikan asuransi internal mereka, serta mengembangkan perlindungan inovatif yang dapat memenuhi kebutuhan anggota mereka yang berpenghasilan menengah ke bawah.

Country CEO AXA Indonesia, Komisaris AXA Mandiri Financial Service, dan Presiden Komisaris Mandiri AXA General Insurance, Julien Steimer,  mengatakan, Asuransi yang inklusif adalah prioritas AXA secara global, karena merupakan inti dari tujuan AXA, yaitu bertindak demi kemajuan manusia dengan memberikan perlindungan penting.

Country CEO AXA Indonesia, Komisaris AXA Mandiri Financial Service, dan Presiden Komisaris Mandiri AXA General Insurance, Julien Steimer
Country CEO AXA Indonesia, Komisaris AXA Mandiri Financial Service, dan Presiden Komisaris Mandiri AXA General Insurance, Julien Steimer (POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO)

AXA mengejar ambisinya untuk menjadi perusahaan asuransi terkemuka bagi masyarakat menengah, dan telah berinvestasi untuk memberikan solusi yang berharga dan berkelanjutan di seluruh dunia.

Kemitraan AXA dengan GIZ dan Inkopdit akan membantu kami memainkan peran yang lebih signifikan dalam menyediakan perlindungan kesehatan dan kesejahteraan finansial, sehingga membawa dampak positif dalam upaya memperluas akses keuangan bagi masyarakat Indonesia.

"Hal ini merupakan komitmen kami untuk berperan dari sekedar pembayar menjadi mitra nasabah,” ujar Julien Steimer.

Kerjasama Pemerintah dan Swasta (KPS) ini berlangsung selama tiga tahun untuk menyediakan asuransi yang
formal dan berharga bagi anggota koperasi Inkopdit di Indonesia.

Dr. Peter Schoof, Duta Besar Jerman mengatakan, Indonesia telah menjadi mitra pembangunan global bagi Jerman sejak tahun 1975, khususnya dalam kerjasama ekonomi dan pembangunan. Saat ini, kami memfokuskan inisiatif pembangunan kami untuk mencapai tujuan SDGs, khususnya untuk mengakhiri kemiskinan (Tujuan 1), dan mengurangi kesenjangan antar negara (Tujuan 10).

"Hal ini juga menjadi fokus kemitraan antara AXA-GIZ. Kami optimis program ini akan mendukung perkembangan ekonomi dan sistem keuangan di Indonesia melalui sistem koperasi yang lebih baik
dan berkelanjutan,” ujar Dr. Peter Schoof.

Dr. Peter Schoof, Duta Besar Jerman
Dr. Peter Schoof, Duta Besar Jerman (POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO)

Koperasi telah menjadi sarana utama untuk inklusi keuangan dan pengembangan masyarakat di Indonesia.
Koperasi juga telah memberikan kontribusi signifikan bagi pembangunan desa, serta membuka lapangan kerja
bagi masyarakat. Namun, mereka juga mengoperasikan asuransi secara informal karena mereka melihat produk

Internal dan layanan yang disediakan oleh perusahan asuransi formal kurang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan para anggotanya, terutama bagi mereka yang berpenghasilan rendah.

Direktur GIZ untuk Program RFPI Asia, Antonis Malagardis menjelaskan, Formalisasi asuransi informal sangat penting untuk membantu koperasi memberikan akses terhadap berbagai perlindungan selain perlindungan kredit secara berkelanjutan.

Untuk mencapai tujuan tersebut, program ini menerapkan dua tingkat formalisasi.

Tingkat pertama adalah formalisasi produk bagi 200.000 anggota individu Kopdit di bawah jaringan Inkopdit.

"Tingkat kedua adalah formalisasi skema asuransi internal (Daperma) menjadi broker asuransi teregulasi yang dimiliki dan dikelola oleh Inkopdit, sehingga dapat menyediakan berbagai macam produk asuransi kepada lebih dari tiga juta anggota di jaringan Inkopdit,” ujar Antonis Malagardis.

Direktur GIZ untuk Program RFPI Asia, Dr. Antonis Malagardis
Direktur GIZ untuk Program RFPI Asia, Dr. Antonis Malagardis (POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO)
Sumber: Pos Kupang

Halaman selanjutnya

GIZ atau

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved