Heboh Penjual Balon Gas John Augustyn Meninggal, Warga Kaget Hartanya Ratusan Juta Rupiah

Heboh Penjual Balon Gas John Augustyn Meninggal, Warga Kaget Hartanya Ratusan Juta Rupiah

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO
Rumah duka tempat pesemayaman John Augustyn, penjual balon gas di kupang, Senin (12/2/2021) 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Heboh Penjual Balon Gas John Augustyn Meninggal, Warga Kaget Hartanya Ratusan Juta Rupiah

Video penemuan jenasah pria yang tersengat listrik di bawah gardu listrik di ujung Jembatan Liliba, 30 Januari 2021 malam menghebohkan masyarakat Kota Kupang, termasuk saya. berharap pria tersebut bukan Arnold John Augustyn atau yang biasa kami sapa ‘Om John Terlalu Bisa’.

Saya langsung menghubungi Ica, anak tukang yang sedang mengerjakan pembangunan kos milik John. Saya minta Ica mengecek keberadaan John atau menghubungi keluarga John. Ica menghubungi Floris, keluarga Jhon dan langsung ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Saya tak henti menghubungi Ica dan meminta Nomor Floris. Saya sedih saat Floris membalas WA saya dan mengatakan, jenasah itu adalah John. Saya ingin ke TKP tapi malam itu hujan mengguyur sangat deras bahkan sejak pagi hari. Saat itu saya hanya bisa menyampaikan dukacita melalui WA kepada keluarga John.

Malam itu, Jhon meninggal dunia meninggal dalam posisi duduk berjongkok. Kedua tangannya masih menggenggam erat tali beberapa balon gas yang belum laku terjual hari itu.

Saya dan keluarga saya telah mengenal Jhon sekitar 15 tahun lalu. Biasanya kami memanggil John untuk membersihkan halaman rumah dan pekerjaan serabutan lainnya. Kami sudah menganggapnya seperti keluarga sendiri.

Jhon Agustine, si penjual balon gas semasa hidupnya
Jhon Agustine, si penjual balon gas semasa hidupnya (POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO)

John juga adalah penggali sumur, bahkan pernah menjadi pedagang bawang putih, bawang merah, buruh proyek. Semua pekerjaan dilakukan. Namun sejak 5 tahun terakhir usai jatuh sakit, John tidak bisa lagi mengerjakan pekerjaan berat sehingga dia menjadi tukang jual balon gas.

Dia menjual balon gas milik Sipri. setiap hari dia menjual 20 balon gas, dengan harga Rp 20.000 per balon. John mendapatkan Rp 5.000 per balon.

“Saya jual dari jam 11 siang sampai tengah malam jam 11 atau 12. Kalau laku semua saya datang untung Rp 100.000. Kalau dapat Rp 100.000, saya tabung Rp 90.000. Hanya pakai Rp 10.000. Beras saya sudah beli setiap bulan satu karung. Setiap hari saya hanya makan nasi putih saja. Sayur jarang, apalagi ikan dan daging. Saya minum kopi saja saat jualan, pulang rumah baru makan,” begitu katanya kepada saya saat saya menemuinya di kediamannya, sekitar bulan November 2020 lalu.

Jhon Agustine, si penjual balon gas di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Indonesia
Jhon Agustine, si penjual balon gas di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Indonesia (POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO)

Tak disangka, dari hasil pekerjaannya selama ini terutama dari hasil menjual balon gas itu, John sudah membangun 6 kamar kos permanen di Kelurahan Bakunase 2, Kota Kupang namun belum disewakan hingga kini.

Bahkan John juga sedang membangun 6 kamar lagi. Jhon mengaku memiliki uang di tabungan Bank Bukopin hingga ratusan juta rupiah. “Saya sudah menabung sejak dulu,” kata pria kelahiran Kisar 17 September 1965.

Setiap hari John menyusuri ruas Jalan Soeharto, menuju ke Jalan El Tari lalu ke pusat perbelanjaan di Lippo Plaza Kupang. Lalu ke Kantor Walikota dan mengelilingi rumah warga. Lalu pindah lokasi ke Jalan WJ Lalamentik di pusat perbelanjaan Ramayana, Kelurahan Oebobo, Kelurahan Naikoten II. Juga ke wilayah Liliba.

Jika kelelahan, John beristirahat sejenak dengan duduk di trotoar atau dimanapun tempat yang memungkinkan untuk menghapus penat. Modalnya hanya kopi yang dimasukan ke tas selempang berukuran kecil yang tergantung di tubuhnya.

“Hidup itu tidak seenak yang kita bayangkan. Dapat berkat Rp 5.000 jangan habiskan semua, harus sisip Rp 5.000 atau Rp 1.000. Tapi kalau batong habiskan semua diluar, pulang datang kosong. Itu berpuluh-puluh tahun, ratusan tahun kerja juga batong tidak bisa bergerak, tidak akan berhasil,” nasihat John.

Setelah kamar kosnya jadi semua 12 kamar, mimpi lain John adalah ingin menikah dan punya anak.  

“Setelah kamar kos jadi, orang mau masuk atau belum masuk, sonde tertutup kemungkinan beta harus nikah, ya beta harus nikah. Sebab kalau Tuhan panggil, siapa yang miliki beta pung (punya) tempat ini,” kata Jhon.

Jhon Agustine, si penjual balon gas di rumah kos yang sudah dibangunnya di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Indonesia (POS-
Jhon Agustine, si penjual balon gas di rumah kos yang sudah dibangunnya di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Indonesia (POS- (POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO)

Begitulah salah satu mimpi John yang tidak bisa dia wujudkan karena Tuhan sudah memanggilnya, 30 Januari 2021 lalu.

Kakaknya, Margaretha Augustyn, mengatakan John juga pernah mengutarakan niatnya untuk menikah beberapa bulan lalu.

“Dia bilang, kamar kos hampir jadi, dia mau kasih masuk orang sudah dan mau menikah jadi minta saya mencarikan istri untuknya. Ternyata Tuhan berkehendak lain,” kata Margaretha ditemui di rumah duka, Minggu (30/1/2021) sore.

Margaretha menugkapkan selama ini John selalu membantu keluarganya dalam hal materi. Dan beberapa waktu lalu, John membantu membayar registrasi anak Margaretha.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved