Maya Sai dan Aipda Imelda Mella, Warga NTT Terus Berjuang Melawan Penyakit Kanker

Maya Sai dan Aipda Imelda Mella, Warga Asal NTT ini terus Berjuang Melawan Penyakit Kanker.

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
dok Imelda Mella
Aipda Imelda Mella, survivor Kanker asal Provinsi NTT 

POSKUPANG.COM - Maya Sai dan Aipda Imelda Mella, Warga Asal NTT ini terus Berjuang Melawan Penyakit Kanker.

Aipda Imaleda Mella seorang Polwan atau Polisi Wanita di Polda NTT Terus Berjuang Melawan Penyakit Kanker yang Dideritanya sejak tahun 2019.

ADALAH seorang Polisi Wanita atau Polwan bernama Imelda Mella (42). Perempuan kelahiran Soe, 26 Juni 1978 ini bertugas di bagian Lantas Polda NTT.

Siapa sangka anak dari Daniel Mella dan Yuliana Mella-Polly ini divonis menderita penyakit kanker.

Awal Juli 2019 lalu, Istri dari Mess fobia melakukan operasi pengangkatan Miom dalam kandungannya. Tanggal 15 Agustus 2019 kemudian, hasil dari pemeriksaan pengangkatan miom itu, dia divovis menderika kanker serviks stadium 1B.

Saat mendengar vonis dokter, ibu dari Lo dan Noni Fobia ini langsung down.

“Setelah mendengar vonis dokter tentang sel kanker serviks dalam tubuh saya,  sebagai orang awan saya rasa takut dan langsung dowm. Saya berpikir, waktu hidup saya sudah selesai, karena saya pikir kaner adalah suatu kematian. Beruntung saya diberikan dokter yang luar biasa, yakni dokter Laurens David Paulus, Sp.OG(K),” kata Survivor Kanker, Imelda Mella, kepada Pos Kupang, Kamis (4/2/2021).

Aipda Imelda Mella (kanan) bersama dokter Laurens David Paulus, Sp.OG(K) (dok Imelda Mella)
Aipda Imelda Mella (kanan) bersama dokter Laurens David Paulus, Sp.OG(K) (dok Imelda Mella) (dok Imelda Mella)

Dengan sabar dokter itu menjelaskan tentang penyakit kanker itu dan menyarankan Imelda mengikuti Kemoterapi. Dan Imelda meminta waktu untuk bisa berkonsultasi dengan keluarga terkait saran itu.

Aipda Imelda Mella, seorang Polwan atau Polisi Wanita di Polda NTT Terus Berjuang Melawan Penyakit Kanker yang Dideritanya sejak tahun 2019. (dok Imelda Mella)
“Tapi dokter bilang ibu tidak perlu bercerita ke siapapun, karena suami sudah tahu. Nanti ibu pulang, berdoa dan becerita pada Tuhan, Yakin akan memperoleh jawaban. Saya dan suami setiap malam bergumul,” kata Imelda.

Lalu tanggal 21 Agustus Imelda melanjutkan pemeriksaan untuk persiapan kemo. Lalu mulai menjalankan kemo tiga minggu sekali sebanyak 6 kali sejak tanggal 23 agustus hingga 27 des 2019.

“Efek kemo sungguh luar biasa tapi atas pertolongan Tuhan saya tidak merasaan efek yang berlebihan. Saya tidak pernah drop, rambut saja yang gugur sehingga saya dan suami putuskan untuk mencukur hingga botak. Ini sudahtahun kedua, rambut saya sudah mulau tumbuh lagi,” kata Imelda.

Banyak suka duka yang dialami Imelda dalma proses pengbatannya itu. Rasa sakit selalu dirasakan Imelda setiap habis kemoterapi, sehabis kemo pasti rasa saktinya 1 sampe dua minggu.

Dan karena masa pandemic Covid-19, Imelda juga harus pakai masker dan jaga jarak dengan anak-anak dan suami. Padahal saat itu anaknya masih sangat kecil. Namun semuaya dijalani Imelda dengan optimis.

Ada suka dan sukacita yang juga dirasakan Imelda selama proses pengobatan. Dari kondisi itu, Imelda menjadi lebih paham tentang pola hidup dan makanan sehat yang harus dimakan.

“Saya juga lebih mengerti pentingnya orang-orang yang kita sayangi dan menyanyangi kita. Mereka terus member supor,” kata Imelda.

Selain itu Imelda juga makin dekat dengan Tuhan. Imelda terus meminta agar Tuhan bisa menyembuhkannya.

Aipda Imelda Mella, survivor Kanker asal Provinsi NTT
Aipda Imelda Mella, survivor Kanker asal Provinsi NTT (dok Imelda Mella)

“Saya minta Tuhan saya hanya butuh sembuh. Dan saya yakin dan percaya bahwa apa yang saya doakan itu Tuhan mendengar dan memang Tuhan tidak langsung membeirkan kesembuhan kepada saya tapi Tuhan memberikan kekuatan sehingga saya kuat menjalani proses pengobatan,” kata Imelda.

Imelda mengatakan, dia, suami, anak-anak, keluarga berharap agar dia bisa sembuh dan saat smebuh, dirinya tidak mengalami sakit yang lain lagi.

“Saya juga berharap agar penyakit ini tidak dialami oleh anak, suami, keluarga, teman-teman,” kata Imelda.

Imelda mengaku bisa terus termotivasi dan bertahan hingga saat ini sebab ada doa-doa dan support dari keluarga dan juga teman-teman.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved