Maya Sai dan Aipda Imelda Mella, Warga NTT Terus Berjuang Melawan Penyakit Kanker

Maya Sai dan Aipda Imelda Mella, Warga Asal NTT ini terus Berjuang Melawan Penyakit Kanker.

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
dok Imelda Mella
Aipda Imelda Mella, survivor Kanker asal Provinsi NTT 

“Saya ingat kedua anak saya yang maish sagat kecil dan mereka masih snagat membutuhkan saya. Ada suami, keluarga, adik bersaudara dan teman yang selalu berdoamemberikan saya semangat. Itulah yang membuat saya termotivasi, bersemnagat dan pantang menyerah dalam pross pengobatan. Kalua saya capek, down saya akan ingat mereka,” kata Imelda.

Imelda berepsan kepada pasienaknker agar jangan pernah merasa takut, pesimis. Namun harus yakin kalau penyakit kaker bukanlah penyakit mematikan.

“Asal kita mau berobat, terbuka, rajin konsultasi dengan dokter. Dan paling penting  selalu berserah pada Tuhan. Maka penyakit apapun itu, seberat apapun beban kita, kita akan bisa melaluiya. Serahkan pada Tuhan dan yakinlah Tuhan akan mendengar dan memberika kesembuhan otal kepada kita,” pesan Imelda.

Menurut Imelda, sejak menjalani proe pengbatan, kantornya yakni Polda NTT memberikan toleransi dan menduungnya. Karenanya Imelda sangat berterimaksaih kepada pimpinan, komandan dan rekan polisi dan polwan.

“Saya punya pimpinan, komandan dan rekan kerja membantu saya, mereka sangat luar bisa. Saya dikasih kesempatan berobat dan saya sering dikunjungi, ditanya kabar. Hal ini mebuat saya semangat untuk berobat dan sembuh. Saat ini pun karena covid-19 saya masih diberi kesempatan untuk berobat dan beristirahat di rumah,” kata Imelda.

Maya Sai Berobat ke Bali

Hal senada disampaikan survivor kanker, Maya Sai, asal Maumere, Kabupaten Sikka yang saat ini sedang  menjalani pengobatan kanker di RS Sanglah Denpasar Bali.

Maya Sai terdiagnosa mengalami kanker payudara  sejak tahun 2016.

Sata pertama kali mendengar vonis itu, Maya sedih dan kuatir namun tak berlama-lama. Maya bangkit dan berusaha untuk melakukan pengobatan.

“Saya mendapat dukungan dari teman-teman di Yayasan Kanker Payudara Indonesia yang bekerjasama dengan RS Damaris,” kata Maya Sai.

Pada Tahun 2018 dia melanjutkan pengobatan ke RS Sanglah Denpasar Bali hingga saat ini. “Saya masih bisa bertahan hinga sata ini karena kasih dan berkat Tuhan,” katanya melalui telepon genggamnya, Rabu (3/2/2021) malam.

Hingga kini Maya tetap semangat dan optimis sembuh karena mendapat pelayanan yang baik dari paramedis serta mendapat dukungan anak , keluarga dana teman-temannya.

“Yang terpenting adalah kita harus disiplin, disiplin hati, disiplin dalam berpikir, disiplin dalam perawatan, pengobatan, disiplin makam minum dan disiplin dalam berdoa,” pesan Maya.

survivor kanker, Maya Sai, asal Maumere, Kabupaten Sikka yang saat ini sedang  menjalani pengobatan kanker di RS Sanglah Denpasar Bali. (dok Maya Sai)
survivor kanker, Maya Sai, asal Maumere, Kabupaten Sikka yang saat ini sedang  menjalani pengobatan kanker di RS Sanglah Denpasar Bali. (dok Maya Sai) (dok Maya Sai)

Pasien juga mesti displin menjalani treatment atau pengobatan sesuai penatalaksanaan medis.

Selain itu, pasien juga mesti rajin berkonsultasi dengan dokter ahli dan melakukan pemeriksaan ulang pertiga bulan, enam bulan, 1 tahun 2 tahun dan seterusnya.

Menurut Maya, kanker bisa disembuhkan jika ada kerjasama yang baik antara pasien dan pihak medis serta bagaimana dukungan keluarga selau dibeirkan kepada pasien. Dan pihak medis pun mesti memberikan edukasi yang memadai kepada pasien.

Pasca edukasi, Maya membawa semua rencana itu dalam doa dan mempersiapkan diri kemudian mengikuti penatalaksanaan pihak medis.

Namun saat hendak dilakukan operasi, Maya sempat sanksi dan memutuskan kembali ke Maumere. “Sebenarnya saat itu saya belum siap secara mental. Namun akhirnya saya kembali untuk menjalani proses itu,” kata Maya.

Maya diharuskan menjalani 4 bentuk pengobatan yakni kemoterapi, pengangkatan tumor payudara, radiasi dan hormonal terapi.

“Untuk radiasi sampai hari ini saya tidak mengikutinya karena awalnya alat ini sering rusak dan sudah terlalu lama menungu sehingga saya sudah sampai ke titik jenuh,” kata Maya.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
845 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved