Cerita Rakyat NTT

Cerita Rakyat NTT : Tuik Nenok dan Skau Ana, Sejarah Gunung Fatuleu Kabupaten Kupang

Cerita Rakyat NTT : Tuik Nenol dan Skau Ana, Sejarah Gunung Fatuleu Kabupaten Kupang.

Editor: Novemyleo
POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO
Tris, wisatawan lokal di tempat wisata Gunung Fatuleu yang ada di wilayah Desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Tengah. 

POSKUPANGWIKI.COM - Cerita Rakyat NTT : Tuik Nenol dan Skau Ana, Sejarah Gunung Fatuleu Kabupaten Kupang.

Salah satu Cerita Rakyat NTT yang berasal dari Kabupaten Kupang yakni  Tuik Nenok dan Skau Ana.

Tui Nenok dan Skau Ana ini berkaitan dengan Gunung Fatuleu yang ada di wilayah Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT ), Indonesia.

Gunung Fatuleu telah dijadikan salah satu tempat wisata yang ada di Kabupaten Kupang.

Gunung Fatuleu berada di wilayah Desa Nunsaen, Kecamatan Fatuleu Tengah, Kabupaten Tengah.

Letaknya sekitar 40 kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Kupang di Oelamasi, atau kurang lebih 70 kilometer sebelah timur Kota Kupang.

Bagaimana kisah Tuik Nenol dan Skau Ana, Sejarah Gunung Fatuleu Kabupaten Kupang.?

Jika dipandang sepintas lalu dari kejauhaan Gunug Fatuleu hanyalah sebuah gunung batu.

Namun dibalik itu kalau diperhatikan secara seksama, ternyata gunung itu terjadi dari dua buah gunung batu yaitu yang besar dan satu yang kecil.

Kalau diperhatikan selayang pandang tampaknya gunung batu menyerupai seorang ibu yang menggendong anak.

Dalam bahasa daerah setempat batu yang besar itu disebut " Tuik Nenok " yang artinya pencakar langit.

Sedangkan gunung batu yang kecil disebut " Fatu Skau Ana " yang artinya batu gendong anak.

Sejak dahulu kala gunung batu itu dinamakan Fatuleu.

Nama Fatuleu itu mempunyai makna tersendiri di hati masyarakat pendukungnya.

Dimana di puncak gunung batu yang kecil itu tumbuh sebuah pohon ajaib dengan berjenis tanaman diatasnya.

Jika seseorang membutuhkan dan ingin memiliki sejenis tanaman yang ada itu, ia harus melalui perjuangan yang sangat sukar.

Karena tidak mudah untuk mencapai puncak Gunung Fatuleu tersebut dan tidak semua keinginan dapat dicapai.

Sebelum mencapai puncak Gunung Fatuleu, terlebih dahuu harus bersemedi atau bertapa di bawah gunung batu kecil yang didalamnya terdapat sebuah gua yang besar. 

Walaupaun melalui alam yang sangat sukar, ternyata orang mempuyai rasa ingin tahu dan harapan agar dapat mengambi beberapa jenis pohon ajaib yang tumbuh diatas puncak gunung batu itu dan yang sangat berkhasiat sebagai obat tradisional ( leu).

Orang yang bisa mencapai puncak hanyalah mereka yang beruntung yang bisa menemkan pohon ajaib itu dan kalau lagi bernasib sial, orang itu hanya dapat menemukan beberapa  pohon biasa yang tidak mempunyai nilai khasiatnya.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR
870 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved