Konsorsium Timor Adil dan Setara Beri Akses Modal untuk Kelompok Usaha Perempuan di Desa

Konsorsium Timor Adil dan Setara Beri Akses Modal untuk Kelompok Usaha Perempuan di Desa

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO
Panitia dan peserta lokakarya multi stakeholder untuk mendukung akses modal bagi kelompok usaha perempuan  yang melibatkan Pemkab, Bank, Koperasi , Senin (22/2/2021) di Kupang. 

POSKUPANGWIKI.COM - Konsorsium Timor Adil dan Setara Beri Akses Modal untuk Kelompok Usaha Perempuan di Desa  

Dukungan dari Konsorsium Timor Adil Setara ini berupa menggelar kegiatan lokakarya multi stakeholder untuk mendukung akses modal bagi kelompok usaha perempuan  yag melibatkan Pemkab, Bank, Koperasi dan pengusaha. 

Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) merupakan suatu usaha informal yang sudah berkembang diseluruh dunia, terkhususnya di Negara Indonesia. Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia.

Sektor UMKM tersebut mampu menyediakan lapangan kerja serta mengakomodir peran masyarakat miskin dalam struktur ekonomi.

Bahkan pada masa krisis ekonomi, sektor UMKM masih bisa menopang perekonomian Nasional. UMKM sebagai usaha sektor informal dari masyarakat khususnya perempuan sebagai sumber lapangan pekerjaan. Selain dari pada itu sebagai bentuk/cara untuk menopang kebutuhan ekonomi keluarga.

Peserta lokakarya multi stakeholder untuk mendukung akses modal bagi kelompok usaha perempuan  yang melibatkan Pemkab, Bank, Koperasi , Senin (22/2/2021) di Kupang.
Peserta lokakarya multi stakeholder untuk mendukung akses modal bagi kelompok usaha perempuan  yang melibatkan Pemkab, Bank, Koperasi , Senin (22/2/2021) di Kupang. (POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO)

Untuk itu dalam rangka mendukung usaha masyarakat desa terutama Kelompok perempuan dalam menjalankan berbagai jenis usaha yang digeluti agar lebih berkembang dan memajukan kesejahteraan masyarakat pada sektor ekonomi.

Hal ini tentunya sangat dibutuhkan support anggaran/akses modal untuk pengembangan usaha sehingga membutuhkan peran serta berbagai stakeholder untuk melihat peluang tersebut agar konsep pemberdayaan boleh dinikmati dan dirasakan oleh kelompok masyarakat dalam menjalankan usahanya.

Dari pengamatan dilapangan dengan mendampingi kelompok perempuan di desa bahwa selama ini mereka tetap menjalankan usaha, namun kendala yang mereka alami yakni kurangnya modal usaha sehingga terkesan bahwa ketrampilan yang mereka miliki belum diamanfaatkan seutuhnya.

Dengan kondisi tersebut, usaha yang dijalankan oleh perempuan masih terlihat sangat minim dan jauh dari harapan mereka dikarenakan kurangnya ketersediaan akses modal bagi mereka untuk menggeluti kegiatan usaha yang dijalankan yang semata-mata untuk pemenuhan kebutuhan ekonomi keluarga.

Panitia dan peserta lokakarya multi stakeholder untuk mendukung akses modal bagi kelompok usaha perempuan  yang melibatkan Pemkab, Bank, Koperasi , Senin (22/2/2021) di Kupang.
Panitia dan peserta lokakarya multi stakeholder untuk mendukung akses modal bagi kelompok usaha perempuan  yang melibatkan Pemkab, Bank, Koperasi , Senin (22/2/2021) di Kupang. (POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO)

Berbicara terkait akses modal tentunya ada berbagai macam cara/peluang untuk memperolehnya, diantaranya melalui Anggaran baik oleh Pemerintah dari tingkat Pusat, Propinsi, Daerah sampai pada tingkat Desa.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved