Perkumpulan Lintas Feminis Jakarta Bikin Website Cari Layanan Bagi Korban Kekerasan

Perkumpulan Lintas Feminis Jakarta bakal meluncurkan website Cari Layanan untuk pendampingan bagi korban kekerasan basis gender atau Korban KBG.

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
net
Perkumpulan Lintas Feminis Jakarta bakal meluncurkan website Cari Layanan untuk pendampingan bagi korban kekerasan basis gender atau Korban KBG. 

POSKUPANGWIKI.COM -  Perkumpulan Lintas Feminis Jakarta bakal meluncurkan website Cari Layanan untuk pendampingan bagi korban kekerasan basis gender atau Korban KBG.

Website itu dapat diakses melalui www.carilayanan.com melalui HP dan komputer.

Dalam press rilis yang diteirma POSKUPANGWIKI.COM, Senin (22/2/2021) menjelaskan penelitian baru dari Perkumpulan Lintas Feminis Jakarta menunjukkan bahwa selama pandemi COVID-19, terdapat banyak orang yang mengalami kekerasan berbasis gender untuk pertama kali.

Survei yang dilakukan pada Oktober sampai November 2020 lalu menemukan bahwa sebanyak 22 persen responden korban mengatakan mereka mengalami kekerasan untuk pertama kali pada saat pandemi, padahal sebelumnya tidak pernah.

Dari total 315 responden survei, 55% perempuan dan 36% laki-laki mengalami kekerasan saat pandemi.

Kekerasan berbasis gender (KBG) adalah kekerasan langsung pada seseorang yang didasarkan atas seks atau gender.

Ada beberapa jenis KBG :

Kekerasan fisik; kekerasan mental (psikis); kekerasan verbal (lisan); kekerasan ekonomi (keuangan); kekerasan seksual; dan kekerasan daring (online).

Penelitian ini menunjukkan bahwa frekuensi dan intensitas KBG juga meningkat sejak awal pandemi COVID-19.

Kekerasan verbal adalah jenis kekerasan yang paling sering dialami korban selama pandemi, sementara kekerasan fisik dan ekonomi adalah dua jenis kekerasan utama yang meningkat.

Selain itu, ditemukan juga korelasi positif antara berkurangnya pendapatan rumah tangga dan peningkatan kasus KBG.

Penelitian ini juga menemukan bahwa perempuan dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah adalah kelompok yang paling rentan terhadap kasus KBG.

Selama pandemi, tempat tinggal adalah lokasi yang paling rentan terjadinya KBG. Namun, hanya sebagian kecil korban KBG yang melaporkan kekerasan yang dialaminya kepada lembaga layanan.

Hal ini kemungkinan terjadi karena rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap adanya layanan pendamping korban di Indonesia.

Baca juga: Konsorsium Timor Adil dan Setara Beri Akses Modal untuk Kelompok Usaha Perempuan di Desa

Baca juga: Direktris LBH APIK NTT, Ansi Rihi Dara Raih Local Heroes Tribun Institute Tahun 2020

Baca juga: LBH APIK NTT, Lembaga Bantuan Hukum untuk Perempuan dan Anak Korban Kekerasan

Survei ini juga menemukan bahwa penyedia layanan pendampingan korban mengalami kesulitan dalam pendampingan, terutama dari sisi finansial, padahal jumlah pengaduan yang mereka terima rata-rata meningkat signifikan.

Hanya satu dari dua belas responden lembaga menyatakan bahwa mereka mendapatkan bantuan dana tambahan dari pemerintah selama pandemi; responden tersebut merupakan perwakilan lembaga pemerintah.

Kajian ini menawarkan empat rekomendasi dalam penanganan kasus KBG, yaitu:

1). Dibutuhkan lebih banyak edukasi mengenai KBG untuk meningkatkan tingkat pelaporan;

2). Dibutuhkan prosedur pelaporan yang lebih mudah;

3). Lembaga layanan perlu lebih menyadari keberagaman korban kekerasan; dan,

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved