Instan Jahe dan Marning Jagung Produk Perempuan di Desa Oelomin Tembus Dumay

Instan Jahe dan Marning Jagung Produk Perempuan di Desa Oelomin Tembus Dumay.

POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO
Pengurus Konsorsium Timor Adil dan Setara NTT usai lokakarya Multi Stakeholder untuk MendukungAkses Modal Bagi Kelompok Usaha Perempuan yang melibatkan Pemkab, Bank,Koperasi dan Pengusaha, di Hotel Amaris Kupang, 22-23 Februari 2021. (POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO) 

POS-KUPANG.COM - Instan Jahe dan Marning Jagung Produk Perempuan di Desa Oelomin Tembus Dumay.

BANYAK cara yang dilakukan perempuan-perempuan desa di sejumlah kabupaten di NTT untuk mempertahankan usaha produkstifnya di masa pandemi Covid-19

PANDEMI Covid-memang berdampak di semua bidang kehidupan, termasuk perekonomian perempuan di desa-desa yang ada di Kabupaten Kupang, Timor Tengah Utara dan Timor Tengah Selatan.

Sebelum pandemic Covid-19, pemasaran produki usaha yang mereka geluti seperti membuat tenun ikat,memproduksi makanan ringan seperti instan jahe, marning jagung, keripik pisang/ ubi berjalan baik.

Namun setelah pandemic Covid-19, pemasaran produk terganggu bahkan ada yang sampai gulung tikar.

Hal ini terungkap dalam Lokakarya Multi Stakeholder untuk Mendukung Akses Modal Bagi Kelompok Usaha Perempuan yang melibatkan Pemkab, Bank, Koperasi dan Pengusaha.

Kegiatan digagas Konsorsium Timor Adil dan Setara (KTAS) NTT di Hotel Amaris Kupang, 22-23 Fabrurri 2021. Hadir sekitar 20 perempuan dari 8 desa di NTT.

Pengurus Konsorsium Timor Adil dan Setara NTT bersama anggota Kelompok Usaha Perempuan di 8 desa di Kabupaten Kupang dalam lokakarya Multi Stakeholder untuk MendukungAkses Modal Bagi Kelompok Usaha Perempuan yang melibatkan Pemkab, Bank,Koperasi dan Pengusaha, di Hotel Amaris Kupang, 22-23 Februari 2021. (POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO)
Pengurus Konsorsium Timor Adil dan Setara NTT bersama anggota Kelompok Usaha Perempuan di 8 desa di Kabupaten Kupang dalam lokakarya Multi Stakeholder untuk MendukungAkses Modal Bagi Kelompok Usaha Perempuan yang melibatkan Pemkab, Bank,Koperasi dan Pengusaha, di Hotel Amaris Kupang, 22-23 Februari 2021. (POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO) (POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO)

Menghadapi situasi itu para perempuan yang tergabung dalam kelompok usaha atau forum perempuan di desa melakukan berbagai upaya produksi dan pemasaran.

Mereka berterimakasih kepada KTAS NTT karena dengan lokakarya itu bisa membuka wawasan, akses modal dan peluang usaha dan pemasaran produk mereka.

Noura dan Vony, dari Desa Tunfeu mengatakan, usaha mereka adalah tenun ikat, membuat aksesrois dari percah kain tenun seperti kalung, anting-anting, dompet dan tas wanita.

Halaman
123
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved