Cerita Rakyat NTT

Cerita Rakyat NTT : Salkupei dari Alor Puteri Puitang Hilang Tangei Barei Keringkan Air Laut

Cerita Rakyat NTT : Salkupei dari Alor, Puteri Puitang Hilang, Tombak Tangei Barei Keringkan Air Laut.

pinteres.com
laut kering 

Setibanya Raja Pandai di bawah pohon ia langsung memanggil Puitang untuk turun dari atas pohon dan mereka berdialog sebagai berikut :

Raja Pandai Berkaa : "Puitang sayangku tolong turunlah dari atas pohon karena aku ingin mengawinimu.

Puitang : "Saya tidak mau turun."

Raja Pandai : " Bila engkau tidak mau turun coba buka pakaianmu dan lihatlah bila tidak apa-apa maka biarlah engkau tetap diatas pohon."

Puitang bergegas membuka pakaiannya dan memperhatikan tubuhnya ternyata di hamil dan dengan hati yang gelisah ia langsung mencari jalan untuk turun dari pohon kapok.

Namun upayanya sia-sia karena pohon tersebut tinggi dan berduri.

Raja Pandai mencari akal dengan menancapkan kayu agar Puteri Puitang bisa turun.

Sesampainya Puitang di bawah pohon, Raja Pandai membunuh seekor kambing dan darahnya digosokan pada pohon kapok untuk mengelabui seakan-akan Puitang telah dibunuh orang.

Setelah mengatur siasat, Raja Pandai langsung memboyong Puteri Puitang ke Pulau Pantar.

Setelah pulang dari kebun, Bapak Tangei Barei mencek anaknya ke atas pohon ternyata Puteri sudah tidak ada lagi dan dia melihat ada darah yang berceceran di sekitar pohon kapok itu.

Halaman
1234
Ikuti kami di
Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
Sumber: Pos Kupang
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved