Cerita Rakyat NTT

Cerita Rakyat NTT : Rusa yang Sombong dan Bekicot yang Cerdik dari Kabupaten Lembata

Cerita Rakyat NTT : Rusa yang Sombong dan Bekicot yang Cerdik Cerita Rakyat dari Kabupaten Lembata

Editor: Novemyleo
kolase pos kupang
Cerita Rakyat NTT : Rusa dan Bekicot Si Siput Darat yang Cerdik Cerita Rakyat dari Kabupaten Lembata 

POSKUPANGWIKI.COM - Cerita Rakyat NTT : Rusa dan Bekicot Si Siput Darat yang Cerdik Cerita Rakyat dari Kabupaten Lembata

Ada seekor Rusa dan Bekicot atau siput darat dalam kesehariannya mereka dua bersahabat baik.

Tetapi dalam persahabatan itu, Rusa bersifat congkak karena dia memiliki postur tubuh yang tinggi besar dan mempunyai kemampuan lari yang sangat cepat.

Suatu ketika si Rusa memanggil Siput dengan kata hinaan,"Hei... binatang bodoh. Kenapa kau duduk disitu?"

Jawab si Siput , "Ya... kamu binatang pintar kenapa kamu berdiri disitu?"

Jawab Rusa, "Kedatangan saya kesini untuk mengajak kamu berlomba."

Tanya Siput, "Lomba apa?"

Jawan Rusa, "Lomba lari."

Sahut Siput, "Ya.. saya sanggup."

Rusa tertawa sinis sambil mengejek. "Ha ha ha.. lari. Mana mungkin bisa seperti saya, lihat saja badan saya yang besar dan tinggi begini, satu kali melangkah saja sudah ratusan meter, saya lalui."

Kata Siput, "Ya,... jangan menganggap remeh, kita coba dulu."

Kata Rusa," Bagaimana, apakah hari ini?"

Jawab Siput sambil berpikir,"Tidak usah hari ini kita tunda dulu, karena hari ini saya belum ada persiapan untuk lomba. Ini kan lomba lari teman, jadi bukan gampang. Nanti saya bisa mati kehausan. Coba kau lihat badan saya yang kecil, sedangkan badan kamu besar."

Kata Rusa,"Tadi sudah saya katakan bahwa badan kamu kecil dan tidak bisa menandingi saya. Sekali injak saya sudah hanur, apalagi lomba lari dengan saya."

Rusa
Rusa (tribun)

Jawab Siput," Baik! Biar bagaimana pun kita berlomba, tetapi kita buat kesepakatan dulu nanti minggu yang akan datang, kita berlomba."

Kata Rusa," Kalau begitu minggu depan kita bertemu."

Satu minggu mendatang Rusa datang lagi. Di tengah jalan dia bertemu dengan Siput.

Rusa bertanya,"Bagaimana, jadi atau tidak?"

Jawab Siput, "Jadi kawan!"

Satu minggu sebelum lomba dimulai Siput sudah mengumpulkan teman-temanya yang banyak.

Siput bertanya kepada Rusa,"Kapan kita lari?"

Jawab Rusa, "Hari ini kita lari."

Kata Siput,"Sebentar lagi, sekitar stau atau dua jam kamu datang lagi baru kita lari, sampai dimana pun saya sanggup."

Rusa ketawa sinis,"ha..ha..haa.."

Masa kau sanggup, badanmu kecil begitu."

Kata Siput, "Ya.. kita coba-coba dulu siapa tahu yang kecil yang menang."

Selanjutnya Rusa pulang dan berteduh di bawah pohon sambil menunggu waktu yang ditentukan.

Dan Siput pun mulai mengatur posisi yaitu menjejerkan teman-temannya, satu Siput dalam jarak seratus meter. Jarak tempuh lomba adalah 5 km.

Cerita Rakyat NTT : Rusa dan Bekicot Si Siput Darat yang Cerdik Cerita Rakyat dari Kabupaten Lembata
Cerita Rakyat NTT : Rusa dan Bekicot Si Siput Darat yang Cerdik Cerita Rakyat dari Kabupaten Lembata (kolase pos kupang)

"Siput mengatur strategi membagi teman-temannya yang pertama ditempat muka adalah yang pendek sekaligus kau sebagai ketuaa dan menjaga kau juga," kata Siput.

"Bilamana Rusa datang dan memanggil maka dia jangan menjawab yang menjawab adalah yang kau pertama yang menjawab berlari dan seterusya yang di depan yang menjawab," kata Siput  kepada temannya.

Sekarang mereka mulai sama-sama berdiri.

Kata Rusa,"Saya akan menang, kau kalah."

Kata Siput, "Ya... kita coba dulu biar kamu yang menang. Tapi ingat jangan sampai saya yang menang."

"Ya! Sekarang kita mulai hitung, satu, dua, tiga."

Mulai lari terus. Ternyata Rusa berlari kencang sekali dan terus berlari sampai kecapaian.

Baca juga: Cerita Rakyat NTT : Telukaman Lailona dan Hakaman Nepedae dari Kabupaten Rote Ndao

Baca juga: Cerita Rakyat NTT : Pohon Emas Pauan Bahar dari Kabupaten Sikka

Baca juga: Cerita Rakyat NTT : Kera dan Buaya, Si Kera Cerdik Menipu si Buaya Jahat

Baca juga: Cerita Rakyat NTT : Danau Ranoria Ende, Angker dan ada Belut Raksana  

Dia berhenti sejenak sambil memanggil Siput, "Hei, siput." 

Siput yang di belakang itu sudah tahu sehingag tidak menjawab.

Siput yang di muka yang menjawab, "Hei Rusa, saya ada disini."

Kata Rusa, "Kurang ajar. Saya pikir kau yang kalah padahal saya yang kalah."

Kata Rusa, "Kau tunggu disitu, kau dimana."

Jawab si Siput, "Saya di sini."

Bekicot
Bekicot (tribun)

Rusa mulai marah dan ingin menginjak Siput.

Kata Siput, "Jangan injak teman, kita kan berlomba bukan beradu fisik. Kalau kau pukul dan saya mati kita tidak bisa berlomba lagi. Sebaiknya sekarang kita lanjutkan lomba ini."

Hitungan dimulai, satu, dua, tiga. Ya.. lari dan lari terus kesana.

Kalau sudah jauh Rusa merasa capai, dia memanggil lagi, "Hei..Siput."

Jawab Siput, "Hei..Rusa. Saya ada disini."

"Kurang ajar, kenapa kau ada disitu seharusnya saya yang medahului kau," kata Rusa.

Jawab Siput, "Ya... saya yang lebih cepat. Tadi kau bilang kau yang lebih cepat dari saya. Larilah terus."

Rusa menjawab, "Tunggu disitu supaya kita lari sama-sama."

Kata Siput, "Kau mengikuti saja."

Rusa terus berlari, sampai dia lelah. Dia berhenti lagi sambil bertanya dalam hati. Siput sudah berada di mana ya?

Rusa memanggil Supit lagi, "Hei Siput, sekarang kau dimana?"

Jawab Siput, "Hei.. Rusa. Saya sudah berada disini."

Rusa bertambah marah, "Kurang ajar, kenapa kau ada disitu lagi."

Rusa berencana akan membunuh Siput. Lalu diam-diam Rusa berlari terus. Sambil menegok ke kiri dan ke kanan akan tetapi tidak melihat Siput.

Terpaksa Rusa berhenti berlari dan dia mencari Siput, dan meanggil, "Hei Siput."

Jawab Siput, "Hai.. Rusa kenapa lagi?"

Kata Rusa, "Seharusnya saya yang menang, kenapa kau yang menang?"

Jawab Siput, "Kalau kita berbicara jangan terlalu meninggikan diri. Mentang-mentang badanmu besar, sok jago dan hebat. Tahu-tahu hanya menang besar mulut tidak ada tenaga. Lihatlah saya, kecil begini tapi kuat. Oleh sebab itu, jangan menangganp remeh yang lain."

Rusa terpaksa memakai siasat memanggil si Siput lagi untuk bercerita.

Akan tetapi Siput bertanya, "Ceritanya apalagi yang ingin kau ceritakan. Tadi kan kita sudah sepakat untuk berlomba, pokoknya larilah terus."

Ternyata siasat Rusa tidak digubris oleh Siput.

Rusa lari terus sampai dia kelelahan, kehausan dan lapar. Akhirnya Rusa mati. Sedangkan Siput masih banyak berjejer di arena lomba. (*)

Dilansir poskupangwiki.com dari buku Himpunan Cerita Rakyat NTT Seri I yang dibuat oleh Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Arkelogi Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Provinsi NTT, Tahun 2004.  

   

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved