Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda Disulap Jadi Laki-Laki Baru

Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda Disulap Jadi Laki-Laki Baru oleh KTAS NTT.

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO
Peserta Training Laki-Laki Baru untuk Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda di 3 Kabupaten di Provinsi NTT yang digagas Konsorsium Timor Adil Setara atau KTAS NTT, Kamis (25/3/2021) di Kupang.  

POSKUPANGWIKI.COM - Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda Disulap Jadi Laki-Laki Baru oleh KTAS NTT.

PO CIS Timor, Alfes Lopo saat membuka acara menyampaikan selamat datang kepada peserta training Laki-Laki Baru (LLB) yang berasal dari Desa Konae, Maubesi, Oelet, Oeekam, Ojobaki Biloto, Oesesna, Oobelo , Oelomi, Tunfeu, Ikbaun, Nekbaun juga desa lainnya di Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan Kabupaten Timor Tengah Utara.  Para peserta adalah tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda.

Alfes Lopo menambahkan, kegiatan Training Laki-Laki Baru LLB ini digagas oleh Konsorsium Timor Adil Setara NTT atau KTAS NTT yang didalamnya terdiri dari LBH APIK NTT, Sanggar Suara Perempuan (SSP) Kabupaten TTS, Yabiku, CIS Timor, Bengkel APPeK, KPI Wilayah NTT.

Alfes Lopo berharap para peserta yang terdiri dari laki-laki ini bisa menjadi Laki-Laki Baru yang mampu menjalani kehidupan dengan baik dan menghormati para perempuan.

PO CIS Timor, Alfes Lopo dalam kegiatan Training Laki-Laki Baru untuk Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tooh Pemuda di 3 Kabupaten di Provinsi NTT yang digagas KOnsorsium Timor Adil Setara atau KTAS NTT, Kamis (25/3/2021) di Kupang. 
PO CIS Timor, Alfes Lopo dalam kegiatan Training Laki-Laki Baru untuk Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tooh Pemuda di 3 Kabupaten di Provinsi NTT yang digagas KOnsorsium Timor Adil Setara atau KTAS NTT, Kamis (25/3/2021) di Kupang.  (POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO)

Kordinator KTAS NTT, Ansy Rihi Dara, SH senang bisa bertemu dengan para peserta Training Laki-Laki Baru yang adalah tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda dari 3 kabupaten di NTT.

“CIS Timor mengajak kita disini untuk supaya kita semua bisa saling mengenal siapa diri kita, apa yang sudah kita buat selama ini terhadap sesama kita terutama sesama perempuan,” kata Ansy Rihi Dara.

Dan tujuh lembaga yang tergabung dari KTAS NTT ini punya visi misi dan mimpi yang sama yakni supaya tercipta dunia yang adil dan setara. Sebab di dunia ini ada perbedaan dan khususnya di NTT ada budaya patriakat yang akhirnya banyak membuat kehidupan antara laki-laki dan perempuan tidak setara. 

Koordiantor KTAS NTT, Ansy Rihi Darah, SH dalam kegiatan Training Laki-Laki Baru untuk Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tooh Pemuda di 3 Kabupaten di Provinsi NTT yang digagas Konsorsium Timor Adil Setara atau KTAS NTT, Kamis (25/3/2021) di Kupang. 
Koordiantor KTAS NTT, Ansy Rihi Darah, SH dalam kegiatan Training Laki-Laki Baru untuk Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tooh Pemuda di 3 Kabupaten di Provinsi NTT yang digagas Konsorsium Timor Adil Setara atau KTAS NTT, Kamis (25/3/2021) di Kupang.  (POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO)

"Ada beberapa budaya kita patriakat yang menomor satukan laki laki sedangkan perempuan menjadi nomor dua. AKhirnya posisinya tidak sama, tidak setara. Akhirnya peremeuan kena papoko (pukul), sebab relasi antara bapa mama lebih tinggi daripada anak. Jka mama bapa bakalai (bertengkar) maka yang kena sasaran anak-anak. Bapa mama bakalaia beras sonde ada lagi lu jangan terlalu cerewet, mulai marah dengana mama, kalau perlu dapat satu tendangan, kenapa bisa, karena bapa merasa lebih berkuasa," gugah Ansy Rihi Dara.

Ansi membeberakn angka kasus kekerasan terhadap permepuan dan anak secara nasiona dan NTT sangat tinggi dan mengalami kenaikan setiap tahunnya.

Pertanyaannya kenapa sudah ada UU, sudah ada intervensi dari pemerintah, sudah ada Gerakan LLB tapi kok kasus naik terus. Kenapa? "Yang akan itu kita 41 orang disini apa kita mau terus kasih naik itu kasus atau kita bantu kasih turun kasus supaya sebelum covid datang rufu (pegang) katong (kita) , katong suda bisa tanggungjawab dengan baik. Saya dan bapa mama berpotensi untuk jadi pelaku kekerasan. walaupun saya sebagai orang di lembaga, tokoh masyarakat, agama," kata Ansy Rihi Dara.

Koordinator KTAS NTT, Ansy Rihi Dara, SH dalam Training Laki-Laki Baru untuk Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda di 3 Kabupaten di Provinsi NTT yang digagas Konsorsium Timor Adil Setara atau KTAS NTT, Kamis (25/3/2021) di Kupang. 
Koordinator KTAS NTT, Ansy Rihi Dara, SH dalam Training Laki-Laki Baru untuk Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda di 3 Kabupaten di Provinsi NTT yang digagas Konsorsium Timor Adil Setara atau KTAS NTT, Kamis (25/3/2021) di Kupang.  (POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO)
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved