Pengungsi Afganistan di Kupang Curhat Tolong Buka Hatimu IOM dan UNHCR

Sedih, Pengungsi Afganistan di Kupang Curhat, Kami Seperti Burung Dalam Sangkar, Tolong Buka Hatimu IOM dan UNHCR

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
POSKUPANGWIKI.COM/ NOVEMY LEO
Para refugee atau pengungsi asal Afghanistan dalam aksi damai di Kantor IOM Kupang, Provinsi NTT, Rabu (28/4/2021) pagi 

Amir (11) sanksi bisa mewujudkan mimipinya menjadi dokter karena tak bisa belajar dengan baik di Kupang. Apalagi orangtua tidak diijinkan bekerja baik.

“Hidup kami dibatasi, sudah 9 tahun disini saya tidak bisa belajar baik,” kata Amir.

Anak-anak refugee atau pengungsi asal Afghanistan dalam aksi damai di Kantor IOM Kupang, Provinsi NTT, Rabu (28/4/2021) pagi (POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO)
Mahdi (10) sedih karena orangtuanya tak boleh bekerja dan hal itu membuat mereka tidak bisa melakukan apapaun dengan maksimal termasuk tak bisa mewujudkan mimpinya menjadi tentara. “Disini kami tidak dapat belajar dengan baik, tak punya rumah, kami seperti dipenjara. Disini saya tidak bisa menjadi tentara, tapi di USA mungkin,” kata Mahdi.

FASILITASI

Kasat Intel Polresta Kupang, AKB Alberto berjanji akan memfasilitasi pertemuan pengungsi dengan IOM hari itu juga. Karena itu pengungsi diminta pulang ke tempat pengungsian masing-masing.

Kasat Intel Polres Kupang, AKP Alberto berdialog dengan para refugee atau pengungsi asal Afghanistan dalam aksi damai di Kantor IOM Kupang, Provinsi NTT, Rabu (28/4/2021) pagi (POS-KUPANG.COM/NOVEMY LEO)
“Kami akan bernegosiasi dengan IOM dan saya akan membawa IOM menemui kalian,” janji Alberto yang berharap pihak IOM memberikan jawaban terbaik kepada pengungsi.

Saat itu Kubra mengadukan tentang oknum Polisi yang mengancam mereka jika melakukan aksi di kantor IOM.

“Semua orang yang melakukan aksi damai tidak bisa diancam apalagi dibunuh. Tadi pagi, dia polisi, mengancam semua kita, dia pakai baju abu abu, rambut panjang. Dia bilang kalau kami tidak pulang, dia bawa mobil taruh semua dan kasih mati,” kata Kubra dibenarkan pengungsi lainnya kepada AKP Alberto.

Terhadap hal itu AKP Alberto mengatakan, mungkin saja mereka salah dengar karena hanya dia yang menjabat sebagai polisi ditempat itu.

Alberto menambahkan, saat ini Kota Kupang masih dalam situasi PPKM pembatasan sehingga para pengungsi tidak boleh berkumpul melakukan aksi seperti ini. Apalagi jika aksinya itu menganggu ketertiban umum dan juga ketertiban lalulintas.

Sumber: Pos Kupang

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved