Kebiasaan Aneh Makan Tanah, Pasir, Kapur, Sabun dan Obat Nyamuk, Ternyata Ini Sebabnya 

Kebiasaan Aneh Makan Tanah, Pasir, Kapur, Sabun dan Obat Nyamuk, Ternyata Ini Sebabnya. 

Editor: Novemyleo
tribun travel
Kebiasaan Aneh Makan Tanah, Pasir, Kapur, Sabun dan Obat Nyamuk, Ternyata Ini Sebabnya. 

POSKUPANGWIKI.COM - Kebiasaan Aneh Makan Tanah, Pasir, Kapur, Sabun dan Obat Nyamuk, Ternyata Ini Sebabnya. 

Dilansir poskupangwiki.com dari kompas.com, di dunia ini ada orang yang hobi makan benda-benda bukan makanan, seperti tanah, pasir, kapur, sabun hingga obat nyamuk.

Ternyata, aktivitas tersebut bukan sekedar kebiasaan yang aneh, tetapi sebuah jenis gangguan makan yang biasa disebut pica.

Pica dikarakterisasi sebagai nafsu makan untuk substansi tidak bergizi dalam jumlah besar, seperti es batu, tanah liat, kotoran, atau pasir.

Seseorang dinyatakan menderita pica jika melakukan aktivitas tersebut lebih dari satu bulan, serta bukan dari bagian dari tradisi atau kebudayaan yang ada di lingkungannya.

Kebiasaan Aneh Makan Pasir
Kebiasaan Aneh Makan Pasir (tribun batam)

Makan seharusnya adalah aktivitas yang bertujuan memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Namun ketika sesuatu yang dimakan tidak bernutrisi, tentu pencukupan nutrisi tubuh akan bermasalah.

Meskipun bukan berarti orang dengan pica hanya makan benda-benda bukan makanan. Sebaliknya, orang dengan pica biasanya juga makan makanan bernutrisi lainnya.

Selain itu, mengonsumsi benda-benda bukan makanan yang umumnya keras juga menimbulkan sejumlah risiko.

Misalnya makan es batu diketahui berisiko tinggi untuk gigi pecah, terkikisnya enamel gigi, dan tegangnya sendi rahang.

Efek negatif lainnya juga ada pada sistem pencernaan yaitu melambatnya hingga berhentinya gerakan peristaltik. Keadaan itu menyebabkan berat badan naik dengan cepat dan sulit bahkan tidak mungkin untuk menurunkan berat badan.

Tak hanya itu, pica juga dapat menimbulkan masalah kesehatan yang lebih besar misalnya keracunan.

Kebiasaan Aneh Makan Tanah
Kebiasaan Aneh Makan Tanah (tribun pontianak)

Khususnya pada anak-anak, kondisi tersebut akan menghambat perkembangan fisik dan mental mereka. Pica juga dapat menyebabkan seseorang menjalani operasi darurat karena kerusakan usus dan kekurangan gizi.

Pica dapat dipicu oleh banyak faktor seperti lingkungan, keinginan untuk memperoleh rasa, dan mekanisme neurologis seperti kekurangan zat besi atau ketidakseimbangan kimia tubuh.

Pica dikaitkan dengan gangguan mental, dan biasanya orang dengan pica juga mengalami komordibitas psikotik atau timbulnya gejala penyakit lain secara bersamaan.

Selain itu, pemicu pica antara lain adalah gangguan selama kehamilan, masalah keluarga, kelalaian orang tua, kemiskinan, serta struktur keluarga yang tidak teratur.

Pica lebih umum terjadi pada wanita dan anak-anak, khususnya wanita hamil, anak kecil, dan mereka dengan keterbelakangan mental, juga autisma.

Menurut Robin Elise Weiss, bidan asal Kentucky, Amerika Serikat, pica kerap dihubungkan dengan anemia.

Kebiasaan Aneh Makan Obat Nyamuk
Kebiasaan Aneh Makan Obat Nyamuk (tribun)

Namun ketika seseorang makan benda bukan makanan, hal itu justru menimbulkan masalah dalam penyerapan nutrisi. "Ini konsekuensi yang ironis. Pasalnya keadaan anemia justru akan bertambah buruk dengan pica," ujarnya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pica, Kebiasaan Aneh Makan Benda Bukan Makanan", Klik untuk baca: https://health.kompas.com/read/2014/01/11/2111045/Pica.Kebiasaan.Aneh.Makan.Benda.Bukan.Makanan.

PENGIDAP PICA PENYUKA MAKAN MAKANAN ANEH

Aktivitas makan seharusnya dilakukan untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tubuh. Namun jika sesuatu yang dimakan justru tidak bernutrisi bahkan bukan berupa makanan, hal itu bisa merupakan gejala dari kelainan makan yang dikenal dengan istilah pica.

Pica ditandai dengan kebiasaan makan benda-benda bukan makanan yang tidak bernutrisi seperti es, tanah liat, kapur, kotoran atau pasir. Kebiasaan makan yang sudah dikategorikan pica itu jika berlangsung selama satu bulan dan bukan didasari oleh budaya setempat.

Berikut beberapa kebiasaan makan aneh yang dapat dikategorikan sebagai pica yang pernah diberitakan media.

1. Makan obat nyamuk bakar

Seorang anak balita berusia tiga tahun bernama Aska di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan memiliki kebiasaan makan obat nyamuk bakar.

Kebiasaan Aneh Makan Obat Nyamuk
Kebiasaan Aneh Makan Obat Nyamuk (tribun)

Anak pasangan Said dan Siska tersebut dalam sehari dapat menghabiskan sekeping utuh obat nyamuk. Awalnya, Kebiasaannya itu sempat tidak diketahui oleh kedua orangtuanya.

Namun setelah orangtua tahu, kebiasaan ini tak lantas berhenti lantaran Aska kerap menangis kalau dilarang dan tak diberi sekeping obat nyamuk.

2. Makan tanah dan minum bensin

Selama sembilan tahun, Lia Trisnawati, putri bungsu dari suami-istri Halili dan Mariyah, memiliki kebiasaan makan tanah dan minum premium atau bensin.

Kebiasaan tersebut dilakukan setelah warga Desa Pandan, Kecamatan Galis, Pamekasan, itu mengalami demam disertai kejang-kejang. Menurut sang ayah, kelainan Lia tersebut dimulai sejak memasuki usia dua tahun.

Kemudian, kebiasaan tersebut berlanjut seiring bertambahnya usia Lia. Dalam sehari, Lia yang sehari-harinya jarang mandi bisa menghabiskan satu liter bensin untuk minum.

Ke mana pun ia pergi, botol berisi bensin tak pernah lepas dari genggamannya. "Sehari saja tidak minum bensin, dia akan mengamuk, bahkan sampai melempari kaca rumah tetangga," kata Zainullah, kakak kandung Lia.

3. Makan pasir

Eben Siahaan, bocah laki-laki berusia enam tahun dari Desa Aek Bolon Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumatera Utara, memiliki kebiasaan aneh karena sering memakan pasir sejak usia dua.

"Tidak tahu jelas penyebabnya sehingga Eben suka makan pasir meski secara sembunyi-sembunyi," kata nenek yang juga pengasuhnya, Tiamar br Siagian. Padahal, kata dia, mereka selalu memberi makanan yang cukup setiap hari.

Tetapi jika sedikit saja lalai mengawasi, dengan sigap Eben langsung mengambil pasir dan memakannya. Eben juga kerap mengantongi pasir dan mengonsumsinya diam-diam. Bila ketahuan, langsung dibuangnya.

4. Makan kapur

Seorang balita perempuan berumur dua tahun dua bulan bernama Yulianita, warga Salawu, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, setiap harinya terbiasa makan kapur cat dinding rumah.

"Kebiasaan anak saya ini sejak usia dua bulan. Saat bisa jalan sendiri, dia suka ngambil kapur yang ada di dinding rumah," kata Atin, ibu kandungnya. Atin mengatakan, kebiasaan anaknya baru diketahui saat anaknya mulai bisa berjalan.

Kebiasan aneh makan kapur
Kebiasan aneh makan kapur (tribun jogja)

Anaknya kerap didapati tengah mencari serpihan kapur dinding rumah yang terkelupas. Serpihan kapur tersebut, kata Atin, dimakan oleh anaknya.

"Kalau dilarang jangan makan kapur, anak saya marah-marah, akhirnya kebisaan makan kapur terus dilakukan anak saya sampai sekarang," ujar Atin.

5. Makan Paku

Tak hanya anak, anak pica juga bisa dialami di usia dewasa. Kasus pada orang dewasa terjadi pada wanita usia 27 tahun asal India. Kasus ini dilaporkan peneliti Suddhendu Chakraborty.  

Wanita tersebut dilaporkan mengalami gangguan perut dan dirujuk ke operating department practitioners (OPD). Penderita yang ke rumah sakit bersama orangtuanya tersebut, ternyata memiliki kebiasaan memakan paku besi selama 3 bulan belakangan.

Kebiasaan aneh makan paku
Kebiasaan aneh makan paku (tribum sumsel)

Kebiasaan tersebut dimulai saat dirinya menikah dan merasa depresi dengan kehidupan pernikahannya.  

Sensasi yang timbul saat menelan paku ternyata mampu menghilangkan depresi yang diderita. Penderita juga dikabarkan mengkonsumsi pecahan beling selama 3 tahun belakangan, namun tidak mengatakannya pada orang lain.

Pasien dilaporkan kekurangan zat besi, serum ferritin, dan zinc. Dugaan gangguan pica muncul dari diagnosa yang dilakukan dokter.

Sebelumnya pasien tersebut dirujuk karena sensasi tidak nyaman di perut.   

6. Makan Lumpur  

Laporan serupa juga datang dari Ethiopia melalui peneliti Yonas Baheretibeb dari Addis Ababa University, Ethiopia. Penderita pica tersebut adalah wanita berusia 17 tahun yang gemar mengkonsumsi lumpur dari dinding depan rumahnya.

Pasien yang masih berstatus pelajar tersebut awalnya tidak memiliki materi non-nutritive tertentu, namun kelamaan pasien memilih lumpur.  

7. Makan Tanah  

Sementara untuk kasus pica pada anak  ditemukan Inggris oleh peneliti Donald Howarth dari University of Notre Dame, Western Australia. Penderitanya adalah anak berusia 3 yang gemar mengkonsumsi tanah.

Kebiasaan Aneh Makan Tanah
Kebiasaan Aneh Makan Tanah (tribun pontianak)

Penderita dilarikan ke rumah sakit setelah 4 hari kehilangan nafsu makan dan hari ke dua mengalami pingsan. Anak tersebut terlihat pucat dan kesulitan buang air besar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pengidap Pica Makan Pasir, Paku hingga Obat Nyamuk", Klik untuk baca: https://health.kompas.com/read/2014/01/11/1947443/Pengidap.Pica.Makan.Pasir.Paku.hingga.Obat.Nyamuk?page=all#page2.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved