Sisa Kremasi Buddha Ditemukan Arkelog di Desa China, Benarkah?

Sisa Kremasi Buddha Ditemukan Arkelog di Desa China, Benarkah?Baru-baru ini para arkeolog menemukan sisa kremasi Buddha (Siddhartha Gautama)

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
Photo courtesy Chinese Cultural Relics
Sisa kremasi Buddha Siddhartha Gautama 

Para arkeolog yang dipimpin oleh Hong Wu, peneliti dari Institut Peninggalan Kebudayaan dan Arkeologi provinsi Gansu, tidak ingin berspekulasi tentang apakah ini memang sisa-sisa jasad dari Sang Buddha yang telah diketahui meninggal 2.500 tahun yang lalu.

Lagipula, ini juga bukan pertama kalinya, para arkeolog China menemukan jenazah Buddha. Sebelumnya, mereka mengungkap tulang tengkorak manusia yang disimpan dalam peti emas di Nanjing, China, yang diklaim sebagai sisa jenazah Buddha.

Selain sisa kremasi sang Buddha, juga ditemukan sekitar 260 patung Buddha.

Beberapa di antara patung tersebut ada yang tingginya mencapai dua meter dari masa dinasti Wei (tahun 386-534) dan dinasti Song (tahun 960-1279), tulis para arkeolog.

Patung-patung tersebut mencakup penggambaran Buddha, bodhisattva (mereka yang mencari pencerahan), arhat (mereka yang telah menemukan pencerhanan), dan dewa-dewa.

Tulisan-tulisan yang diukirkan pada pelindung laci batu menceritakan tentang bagai bongkahan tengkorak Buddha bisa sampai ada dalam kotak.
Tulisan-tulisan yang diukirkan pada pelindung laci batu menceritakan tentang bagai bongkahan tengkorak Buddha bisa sampai ada dalam kotak. (Sumber Chinese Cultural Relics via Daily Mail)

Salah satu patung yang mencuri perhatian memiliki tulisan di atasnya. "(Saya) menyadari bahwa saya bingung... setiap hari, karena kekaguman saya akan kebijaksanaan Sang Buddha, (saya) menyumbang pengeluaran harian saya sebagai penghormatan, untuk memahat patung Buddha Sakyamuni, berdoa untuk umur panjang, dan...," ujar tulisan di patung tersebut yang beberapa baris selanjutnya tidak bisa terbaca.

Penemuan ini bermula dari penduduk desa yang menemukan patung-patung dan sisa Buddha saat memperbaiki jalan pada Desember 2012 di Desa Gongchi, Jingchuan. Selama beberapa tahun berikutnya, para arkeolog menggali dan merinci temuan mereka.

Temuan Tulang Belulang Berusia 1.000 Tahun, Milik Sang Buddha?

Sebuah temuan di dalam peti berusia 1.000 tahun ini memberikan titik terang bagi para ahli arkeologi. Menurut para peneliti, isi kotak emas berupa serpihan-serpihan tulang diduga milik Siddhartha Gautama.

Mereka mengatakan ada bongkahan tengkorak bercampur dengan sekumpulan sisa-sisa orang suci, sang Buddha.

Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved