Mengharukan, Cinta Pasangan Beda Negara Afghanistan & Sabu Raijua Indonesia Tak Bisa Bersatu

Cinta Pasangan Kekasih Beda Negara Afghanistan dan Sabu Raijua Indonesia Tak Bisa Disatukan dalam Pernikahan Karena Alasan Ini.

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
dok rudenim kupang
Kedua pasang kekasih beda negara AS (kanan), pengungsi asal Afghanistan yang menempati shelter di Kupang dengan EWR, perempuan asal Kabupaten Sabu Raijua Provinsi NTT, Indonesia, saat di Sabu Rajua. 

Lebih lanjut Heksa mengatakan, sebenarnya pernikahan campur antar dua warganegara diijinkan berlangsung di Indonesia. Namun jika berstatus pengungsi yang belum punya kewarganegaraan maka pernikahan campur itu tidak bisa dilakukan.  

Heksa menambahkan, pernikahan itu adalah hak setiap orang namun tentunya pernikahan bisa terjadi jika memenuhi syarat dan ketentuan hukum yang berlaku di suatu negara.

Dan karena syarat ketentuan hukum untuk pernikahan itu tidak bisa dipenuhi oleh pengungsi dimaksud maka pernikahan antara pengungsi A dengan EWR itu dibatalkan atau tidak bisa dilakukan.

"Pembatalan pernikahan itu karena mereka tak bisa memenuhi syarat dan ketentuan hukum yang berlaku. Dan kami berharap jangan mengatakan kami melakukan pelanggaran HAM," kata Heksa.

Lebih lanjut Heksa mengatakan, kedepan masyarakat NTT mesti lebih bisa mempertimbangkan jika ingin berpacaran atau menikah dengan pengungsi asal Afghanistan yang saat ini menetap di Kota Kupang.

Karena pernikahan dengan para pengungsi asal Afghanistan itu tidak bisa dilakukan karena mereka berstatus pengungsi dan tidak memiliki kewarganegaraan.

"Jika para pengungsi itu sudah memiliki status kewarganeraan maka bisa saja melangsungkan pernikahan," himbau Heksa.

* Koordinasi dengan Sinode GMIT Kupang

Kasi Kamtib Rudenim Kupang, Melsy Fanggi menjelaskan, pernikahan pengungsi AS dan EWR batal dilakukan karena AS tak memenuhi syarat untuk melangsungkan pernikahan dengan warga negara Indonesia asal Sabu Raijua itu.

Melsy Fanggi mengatakan, begitu mengetahui pengungsi AS tidak ada di kamar shelternya, awal Juni 2021 lalu, mereka langsung melakukan pencarian dan akhirnya mendapatkan kabar bahwa pengungsi AS berada di Sabu Raijua.

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved