Mengharukan, Cinta Pasangan Beda Negara Afghanistan & Sabu Raijua Indonesia Tak Bisa Bersatu

Cinta Pasangan Kekasih Beda Negara Afghanistan dan Sabu Raijua Indonesia Tak Bisa Disatukan dalam Pernikahan Karena Alasan Ini.

Penulis: Novemyleo
Editor: Novemyleo
dok rudenim kupang
Kedua pasang kekasih beda negara AS (kanan), pengungsi asal Afghanistan yang menempati shelter di Kupang dengan EWR, perempuan asal Kabupaten Sabu Raijua Provinsi NTT, Indonesia, saat di Sabu Rajua. 

Sekitar dua hari lalu, Minggu (6/6/2021), pihak Gereja di Sabu Barat menelepon piak Rudenim Kupang dan memberitahukan tentang rencana pernikahan pengungsi AS dengan EWR, warga Sabu Raijua.

"Pihak gereja di Sabu Barat telepon ke Rudenim kasih tahu kalau ada pengungsi Afganistan yang sudah melakukan adat kenoto dan besok mau diberkat nikah di gereja dan mereka juga masih akan berkordinasi dengan pihak Sinode Kupang," kata Melsi.

Setelah itu, demikian Melsy, pihak rudenim langsung bertemu dan berkordinasi dengan pengacara Sinode GMIT Kupang untuk membicarakan soal rencana pernikahan pengungsi AS dan EWR.

"Saya katakan kepada pengacara Sinode bahwa karena AS statusnya adalah pengungsi maka dia tidak bisa menikah disini (Indonesia). Dan mereka ada di Indonesia maka harus tunduk dibawah hukum Indonesia. Status pengungsi itu belum jelas status warganegaranya maka tidak bisa menikah," kata Melsy.

Pengungsi AS itu belum punya kewarganegaraan, sehingga tidak bisa melengkapi surat-surat sebagai syarat untuk menikah sesuai hukuum Indonesia. Selain itu, ketika menikah dia juga harus bertanggungjawab terhadap keluarganya.

"Bagaimana dia mau bertanggungjawab sebagai suami jika hidupnya saja masih ditanggung oleh IOM," kata Melsy.

Setelah bersepakat dengan Sinode GMIT, pihak Sinode kemudian menyampaikan hal ini kepada klasis di Sabu dan kemudian pihak klasis Sabu menghubungi Rudenim Kupang.

"Saya tetap menjelaskan alasan pengungsi AS tidak boleh menikah dengan EWR. Kami tidak bermaksud menghalang-halangi pernikahan AS dengan EWR, tapi pernikahan itu harus batal karena tidak memenuhi syarat dan ketentuan hukum yang berlaku di Indonesia," tegas Melsy. 

Setelah itu, Melsy berkordinasi dengan Polda NTT diteruskan ke Polres Sabu Raijua dan Polsek, lalu melaporkan hal ini ke Kesbangpol Sabu Raijua.

Kedua pasang kekasih beda negara AS (kanan), pengungsi asal Afghanistan yang menempati shelter di Kupang dengan EWR, perempuan asal Kabupaten Sabu Raijua Provinsi NTT, Indonesia, saat di Kapal Cantika Lestari 9C dari Sabu Raijua ke Kupang.
Kedua pasang kekasih beda negara AS (kanan), pengungsi asal Afghanistan yang menempati shelter di Kupang dengan EWR, perempuan asal Kabupaten Sabu Raijua Provinsi NTT, Indonesia, saat di Kapal Cantika Lestari 9C dari Sabu Raijua ke Kupang. (dok rudenim kupang)

"Dan dengan bantuan polisi dan petugas kesbangpol di Sabu, akhirnya tadi malam, pengungsi AS diberangkatkan dari Sabu ke Kupang menggunakan kapal laut. Calon istrinya, EWR juga ikut. Mereka sudah sampai tadi pagi di Kupang dan sekarang ada di Rudenim Kupang," kata Melsy.

Melsy menambahkan, pihaknya juga sudah melaporkan hal ini kepada IOM dan IOM akan datang menemui pengungsi AS di Rudenim Kupang.

Terkait tidak boleh dilakukan pernikahan antara pengungsi afghanistan dengan warga lokal atau Indonesia, kata Melsy, hal ini sudah disampaikan oleh IOM Kupang kepada pengungsi.

Karenanya tidak ada alasan jika pengungsi mengatakan tidak mengetahui aturan larangan pernikahan bagi pengungsi dengan warga indonesia. (pos-kupang.com, novemy leo)

 

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved