Daftar Desa di Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatra Barat

Berikut adalah daftar 6 Kelurahan di Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia yang dilansir poskupangwiki.com

Editor: Novemyleo
tribun
Tempat Wisata di Provinsi Sumatera Barat 

POSKUPANGWIKI.COM - Daftar Desa di Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia

Payakumbuh Selatan adalah sebuah Kecamatan di Kota Payakumbuh, Sumatra Barat, Indonesia.

Berikut adalah daftar 6 Kelurahan di Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia yang dilansir poskupang wiki.com dari laman wikipedia indonesia.

1. Kelurahan Balai Panjang

2. Kelurahan Kapalo Koto Ampangan

3. Kelurahan Kototuo Limokampuang

4. Kelurahan Limbukan

5. Kelurahan Padang Karambia

6. Kelurahan Sawahpadang Aua Kuniang

PROFIL KOTA PAYAKUMBUH

Kota Payakumbuh atau bahasa Minangkabau Payokumbuah dan bahasa Jawi, ڤايوكومبواه adalah sebuah kota yang berada di provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Kota Payakumbuh dikelilingi kabupaten Lima Puluh Kota. Pada pertengahan tahun 2021, jumlah penduduk kota Payakumbuh sebanyak 141.171 jiwa.

Kota Payakumbuh memiliki 5 kecamatan dan 47 kelurahan. Luas wilayahnya mencapai 85,22 km⊃;;;2; dan penduduk 129.751 jiwa (2017) dengan sebaran 1.522 jiwa/km2;.

Berikut adalah daftar 5 Kecamatan di Kota Payakumbuh, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia yang dilansir poskupang wiki.com dari laman wikipedia indonesia.

1. Kecamatan Lamposi Tigo Nagori

2. Kecamatan Payakumbuh Barat

3. Kecamatan Payakumbuh Selatan

4. Kecamatan Payakumbuh Timur

5. Kecamatan Payakumbuh Utara

Sejarah

Pemandangan jalan di Payakumbuh di akhir abad ke-19 Kota Payakumbuh terutama pusat kotanya dibangun oleh pemerintah kolonial Hindia Belanda. Sejak keterlibatan Belanda dalam Perang Padri, kawasan ini berkembang menjadi depot atau kawasan gudang penyimpanan dari hasil tanam kopi dan terus berkembang menjadi salah satu daerah administrasi distrik pemerintahan kolonial Hindia Belanda waktu itu.

Menurut tambo setempat, dari salah satu kawasan di dalam kota ini terdapat suatu nagari tertua yaitu nagari Aie Tabik dan pada tahun 1840, Belanda membangun jembatan batu untuk menghubungkan kawasan tersebut dengan pusat kota sekarang. Jembatan itu sekarang dikenal juga dengan nama Jembatan Ratapan Ibu.

Payakumbuh sejak zaman sebelum kemerdekaan telah menjadi pusat pelayanan pemerintahan, perdagangan dan pendidikan terutama bagi Luhak Limo Puluah. Pada zaman pemerintahan Belanda, Payakumbuh adalah tempat kedudukan asisten residen yang menguasai wila­yah Luhak Limo Puluah, dan pada zaman pemerintahan Jepang, Payakumbuh menjadi pusat kedudukan pemerintah Luhak Limo Puluah.

Pemerintahan

Kota Payakumbuh sebagai pemerintah daerah berdasarkan Undang-undang Nomor 8 Tahun 1956 tanggal 19 Maret 1956, yang menetapkan kota ini sebagai kota kecil.

Kemudian ditindaklanjuti oleh Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 8 tahun 1970 tanggal 17 Desember 1970 menetapkan kota ini menjadi daerah otonom pemerintah daerah tingkat II Kotamadya Payakumbuh.

Disusul Radiogram Mendagri nomor SDP.9/6/181 menegaskan, hari peresmian Kota Payakumbuh dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 1970 dan saban tahun diperingati sebagai Hari Jadi Kota Payakumbuh.

Selanjutnya wilayah administrasi pemerintahan terdiri atas 3 wilayah kecamatan dengan 73 kelurahan yang berasal dari 7 jorong dan terdapat di 7 kanagarian yang ada waktu itu, dengan pembagian kecamatan Payakumbuh Barat dengan 31 Kelurahan, kecamatan Payakumbuh Timur dengan 14 kelurahan dan kecamatan Payakumbuh Utara dengan 28 kelurahan.

Sebelum tahun 1970, Payakumbuh adalah bahagian dari Kabupaten Lima­ Pu­luh Kota dan sekaligus ibu kota kabupaten tersebut.

Pada tahun 2008, sesuai dengan perkembangannya maka dilakukan pemekaran wilayah kecamatan, sehingga kota Payakumbuh memiliki 5 wilayah kecamatan, dengan 8 kanagarian dan 76 wilayah kelurahan.

Pada tahun 2014 dan 2016 terjadi penggabungan beberapa kelurahan yang wilayahnya kecil dengan sedikit penduduk, sehingga jumlah kelurahan menyusut menjadi 48 kelurahan.

Kecamatan

Kota Payakumbuh memiliki 5 kecamatan dan 47 kelurahan. Luas wilayahnya mencapai 85,22 km⊃2; dan penduduk 129.751 jiwa (2017) dengan sebaran 1.522 jiwa/km⊃2;.

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Payakumbuh, adalah sebagai berikut:

1. Lamposi Tigo Nagori
2. Payakumbuh Barat
3. Payakumbuh Selatan
4. Payakumbuh Timur
5. Payakumbuh Utara

Pariwisata

Kota Payakumbuh dikenal memiliki makanan khas di antaranya botiah dan galamai, selain itu terdapat juga makanan khas lainnya seperti boreh rondang, kipang, rondang boluk, rondang tolua dan martabak tolua. Pada nagari Tiakar dikenal makanan khasnya bernama paniaram yaitu kue dari beras ketan di campur gula enau.

Beberapa kawasan wisata di kota ini antara lain Ngalau Indah, Ngalau Sompik, Puncak Simarajo, Panorama Ampangan dan sebagainya. Selain itu pertunjukan Pacu Itik merupakan tradisi yang setiap tahunnya diselenggarakan pada nagari-nagari yang ada dalam kota ini juga menjadi salah satu atraksi pariwisata di kota ini.

Beberapa objek wisata di sekitar kota Payakumbuh adalah:

Jembatan Ratapan Ibu
Surau Dagang Rao-Rao Labuh Baru
Rumah Gadang Kapten Tantawi
Masjid Tuo Koto Nan Ompek
Masjid Gadang Balai Nan Duo Koto Nan Ompek
Rumah Gadang Tuanku Lareh Koto Nan Ompek
Makam Keramat Tanjung Lilin
Perkampungan Tradisional Minangkabau Balai Kaliki Koto Nan Godang
Rumah Museum Tan Malaka

Air


Kota Payakumbuh tidak punya sumber mata air yang dapat diandalkan untuk memenuhi ketersediaan air bersih bagi seluruh warganya. Akan tetapi, pemerintah Kota Payakumbuh sejak tahun 2012, bisa melampaui target Millennium Development Goals atau Tujuan Pembangunan Milenium yang disepakati 189 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa, yaitu menyediakan akses air bersih untuk 94 persen rakyatnya.

Pada tahun 2013, sebanyak 96 persen rumah tangga di Payakumbuh sudah menikmati air bersih yang memenuhi persyaratan kualitas air minum, sebagaimana tercantum dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 492/MENKES/PER/IV/2010 dan standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Selain itu, sejak dua tahun terakhir masyarakat pada 10 kelurahan di Kecamatan Payakumbuh Selatan, Kecamatan Payakumbuh Barat dan Kecamatan Payakumbuh Timur, sudah bisa meminum air dari kran yang dialirkan pipa Perusahan Daerah Airum Minum (PDAM) ke rumah-rumah mereka, tanpa harus memasaknya.

Lantas, bagaimana Pemko Payakumbuh bisa menyediakan akses air bersih untuk 96 persen warganya, sementara sumber mata air di kota itu sangat minus sekali?

Pemerintah dan PDAM Payakumbuh menjadikan air bersih seperti ideologi: sesuatu yang diyakini kegunaan dan kebaikannya. Karena dijadikan seperti ideologi, pemerintah Payakumbuh menjiwai pentingnya air bersih untuk kehidupan.

Mesti di wilayahnya, tidak terdapat lagi sumber mata air yang dapat diandalkan untuk memenuhi ketersediaan air bersih bagi seluruh rakyat, tetapi Payakumbuh pintar memberdayakan potensi daerah hinterland-nya, terutama Kabupaten Lima Puluh Kota.

Selama bertahun-tahun, PDAM Payakumbuh mengambil sumber air bersih dari tiga mata air yang terdapat di Kabupaten Lima Puluh Kota, yaitu mata air Sungai Dareh, Nagari Situjuah Banda Dalam, mata air Sikamarunciang, Nagari Situjuah Gadang dan mata air Batang Tabik, Nagari Sungaikamuyang.

Dari ketiga mata air itulah, pipa-pipa induk milik PDAM Payakumbuh, mengalirkan air bersih untuk kebutuhan ratusan ribu masyarakat.

Namun, sebelum air mengalir sampai jauh, Payakumbuh membangun sinergisitas saling menguntungkan, dengan individu ataupun nagari yang menjadi pemilik ulayat ketiga mata air tadi. Kendati sudah menerapkan hitung-hitungan yang jelas, PDAM Payakumbuh tidak seenaknya saja menyedot kekayaan alam setempat.

Perusahaan daerah itu tidak ingin menjadi budak kapitalisme yang serakah.

Sebaliknya, PDAM Payakumbuh tetap mengedepankan semangat pembangunan berkelanjutan. Misalnya, dengan memberi perhatian khusus terhadap pembangunan bidang infrastruktur, sosial, lingkungan dan budaya di sekitar sumber mata air. Selain itu, hibah berupa pembangunan jalan ke sumber air dan intens melakukan gerakan penghijauan. (poskupang wiki.com/novemy leo/*)

Ikuti kami di
KOMENTAR
1506 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved