Daftar Desa di Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatra Barat

Silungkang adalah sebuah kecamatan di Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia.

Editor: Novemyleo
ist
Tempat Wisata di Padang Pariaman 

POSKUPANGWIKI.COM -  Daftar Desa di Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia.

Silungkang adalah salah satu kecamatan di Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia.

Silungkang adalah sebuah kecamatan di Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Di daerah ini pernah terjadi pemberontakan Komunis terhadap Pemerintah Kolonial Belanda pada 1 Januari 1927.

Berikut adalah daftar 5 Desa di Kecamatan Silungkang, Kota Sawahlunto, Provinsi Sumatra Barat, Indonesia yang dilansir poskupangwiki.com dari laman wikipedia indonesia :

1. Desa Muaro Kalaban

2. Desa Silungkang Oso

3. Desa Silungkang Duo

4. Desa Silungkang Tigo

5. Desa Taratak Bocah 

PROFIL SAWAHLUNTO

Kota Sawahlunto di Provinsi Sumatra Barat, Indonesia.

Kota Sawahlunto dijuluki Kota Arang dan memiliki motto Sawahlunto Kota Wisata Tambang Yang Berbudaya.

Kota Sawahlunto adalah salah satu kotamadya yang berada di provinsi Sumatra Barat, Indonesia. Kota yang terletak 95 km sebelah timur laut kota Padang ini, dikelilingi oleh tiga kabupaten di Sumatra Barat, yaitu kabupaten Tanah Datar, kabupaten Solok, dan kabupaten Sijunjung.

Kota Sawahlunto memiliki luas 273,45 km⊃2; yang terdiri dari empat kecamatan dengan jumlah penduduk lebih dari 66.962 jiwa (2021).

Pada masa pemerintah Hindia Belanda, kota Sawalunto dikenal sebagai kota tambang batu bara. Kota ini sempat mati, setelah penambangan batu bara dihentikan.

Saat ini kota Sawahlunto berkembang menjadi kota wisata tua yang multi etnik, sehingga menjadi salah satu kota tua terbaik di Indonesia. Di kota yang didirikan pada tahun 1888 ini, banyak berdiri bangunan-bangunan tua peninggalan Belanda. Sebagian telah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh pemerintah setempat dalam rangka mendorong pariwisata dan mencanangkan Sawahlunto menjadi "Kota Wisata Tambang yang Berbudaya".

Sejarah

Cikal bakal dijadikannya Sawahlunto sebagai kota terkait dengan penelitian yang dilakukan oleh beberapa geolog asal Belanda ke pedalaman Minangkabau (saat itu dikenal sebagai Dataran Tinggi Padang), sebagaimana yang ditugaskan oleh Gubernur Jenderal Hindia Belanda. Penelitian pertama dilakukan oleh Ir. C. De Groot van Embden pada tahun 1858, kemudian dilanjutkan oleh Ir. Willem Hendrik de Greve pada tahun 1867.

Dalam penelitian De Greve, diketahui bahwa terdapat 200 juta ton batu bara yang terkandung di sekitar aliran Batang Ombilin, salah satu sungai yang ada di Sawahlunto.

Sejak penelitian tersebut diumumkan ke Batavia pada tahun 1870, pemerintah Hindia Belanda mulai merencanakan pembangunan sarana dan prasarana yang dapat memudahkan eksploitasi batu bara di Sawahlunto. Selanjutnya Sawahlunto juga dijadikan sebagai kota pada tahun 1888, tepatnya pada tanggal 1 Desember yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Sawahlunto.

Ikuti kami di
KOMENTAR
1515 articles 182 0

Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE.


Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved